Pembukaan Tempat Ibadah Harus Melalui Tahapan yang Ketat

0

Covid-19 mulai terdeteksi berada di Indonesia sejak 2 Maret 2020. Sejak saat itu pemerintah Indonesia langsung melakukan antisipasi dengan melahirkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Aturan PSBB dilahirkan untuk memutus mata rantai dari penyebaran Covid-19. Kenyataannya PSBB mampu membendung penjangkitan atau penyebaran Covid-19. Tetapi di sisi lain, adanya PSBB berimbas kepada ekonomi Indonesia.

Melihat fakta-fakta itu membuat pemerintah mempersiapkan Indonesia memasuki fase kenormalan baru (new normal ) walau pandemi Covid-19 belum tuntas, untuk supaya “roda” aktivitas ekonomi kembali bergeliat.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan, Indonesia harus tetap produktif tetapi juga aman dari pandemi penyakit infeksi pernapasan Covid-19

Jokowi meminta masyarakat dalam fase new normal supaya meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan. “Kita ingin sekali lagi masuk ke normal baru, tatanan baru dan kita ingin muncul kesadaran dan kedisiplinan kuat sehingga basic reproductive number bisa kita tekan di bawah 1,” katanya.

Baca juga:  Menko Muhadjir Effendy Bicara Pendidikan Jarak Jauh dalam Webinar UT

Di new normal banyak masyarakat berharap tempat-tempat ibadah dapat dibuka untuk aktivitas keagamaan dan Jokowi melihat hal itu harus melalui tahapan yang ketat dan harus menggunakan data-data keilmuan. “Pembukaan untuk tempat ibadah semua melalui tahapan-tahapan yang ketat dengan melihat angka-angka kurva dari reproductive number maupun Rt-nya. Semuanya memakai data-data keilmuan yang ketat,” tegasnya.

Di tempat lain, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan, khususnya yang nantinya tempat ibadah dibolehkan dibuka kembali pada era new normal, dibutuhkan kewaspadaan, jangan sampai tempat ibadah tidak menjadi pusat penularan Covid-19 baru. “Dalam kita beribadah juga harus lebih siap karena jangan sampai tempat-tempat ibadah menjadi pusat penularan karena itu maka ada aturan-aturan,” tuturnya.

Baca juga:  Ganjar Pranowo Berikan Motivasi pada GEMPAR

Rumah ibadah bisa dibuka untuk aktivitas, menurut Wakil Presiden, bila daerah yang memang sudah bisa melaksanakannya dan harus ada aturan-aturan yang wajib diterapkan berhubungan dengan pemutusan mata rantai penjangkitan Covid-19.

Sedangkan Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, rumah ibadah akan dibuka secara bertahap dalam memasuki tatanan kenormalan baru atau new normal . “Kami membuat konsep umum, secara bertahap kegiatan ibadah di rumah ibadah dibuka kembali dengan menerapkan prosedur tatanan baru, new normal,” katanya dan menambahkan dengan dibukanya rumah ibadah untuk aktivitas keagamaan dapat mengobati rasa rindu umat untuk beribadah di rumah ibadah.

Lebih dari itu, Menteri Agama berpendapat pembukaan rumah ibadah bisa memberi ketenangan batin bagi masyarakat di tengah pandemi saat ini. (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here