Pendeta Gereja di Australia Dipecat Karena Pelanggaran Moral

0
ilustrasi : Hillsong Church, Australia.

Gereja Hillsong, telah melakukan pemecatan pendeta di lingkungan gerejanya, bernama Carl Lentz, demikian sedikit isi surat elektronik dari Brian Houston, pendeta pendiri Gereja Hillsong, kepada anggota dan staf Hillsong East Coast di New York City, yang terungkap ke public, pada Rabu (4/11/2020).

Isi surat elektronik dari Ps. Brian Houston kepada staff Hillsong East Cost di New York City
(Sumber : Twitter).

Dalam email yang diperoleh CBN News, Houston menunjukkan alasan penghentian Carl Lentz sebagai “masalah kepemimpinan dan pelanggaran kepercayaan, ditambah pengungkapan kegagalan moral baru-baru ini.”.

Gereja Hillsong didirikan Pendeta Brian dan Bobbie Houston pada tahun 1983 dekat Sydney, Australia. Selain memiliki lokasi gereja di 28 negara di seluruh dunia, gereja ini terkenal dengan musik penyembahan dan konferensinya.

Ps. Brian Houston, pendiri dan pemimpin Gereja Hillsong.
(Sumber : jawaban.com).

CBN News menghubungi gereja Hillsong dan menerima pernyataan dari Brian Houston, di mana Gereja Hillsong East Coast menasihati jemaat bahwa telah menghentikan pekerjaan Pendeta Carl Lentz. Tindakan ini tidak dianggap enteng dan dilakukan untuk kepentingan semua orang, termasuk Pendeta Carl Lentz.

Baca juga:  Suka Tidak Suka Digitalisasi Pelayanan Harus Dilakukan Gereja

“Kami berterima kasih kepada Pendeta Carl dan Laura atas cara mereka melayani dengan setia dan berkorban sejak dimulainya Hillsong NYC dan untuk kontribusi yang begitu signifikan bagi banyak kehidupan yang telah diubah untuk Yesus Kristus melalui pelayanan ini. Mereka memiliki hati untuk orang-orang dan kami yakin bahwa setelah waktu istirahat dan pemulihan, Tuhan akan menggunakan Carl dengan cara lain di luar gereja Hillsong,”kata Brian Houston.

Lebih jauh, Brian Houston berkata, dalam mengakhiri masa jabatannya, kami sama sekali tidak ingin mengurangi pekerjaan baik yang telah lakukan oleh Carl Lentz di sini. “Tindakan ini telah diambil setelah diskusi yang sedang berlangsung sehubungan dengan masalah kepemimpinan dan pelanggaran kepercayaan, ditambah pengungkapan kegagalan moral baru-baru ini,”tambahnya.

Walau begitu, pihak Gereja Hillsong, tidak mau membuka secara terang benerang, apa alasan pemecatan Carl Lentz. “Tidaklah tepat bagi kami untuk menjelaskan secara mendetail tentang peristiwa yang menyebabkan keputusan ini. Fokus kami saat ini adalah untuk menghormati Tuhan dan kepedulian pastoral untuk komunitas gereja Pantai Timur kami serta keluarga Lentz. Meskipun saya yakin bahwa ini adalah tindakan yang tepat, saya harus menyebutkan kesedihan Bobbie dan pribadi saya, karena kita telah mengenal Laura sepanjang hidupnya dan Carl selama lebih dari 20 tahun,”terangnya.

Baca juga:  Kabar Gembira. GBI Victorious Family Membuka Ibadah Tatap Muka

Brian Houston mengumumkan, layanan Hillsong East Coast dan semua pelayanan di Gereja Hillsong akan berjalan seperti biasa, dan akan terus menjadi tempat harapan, cinta, serta iman melalui pesan Injil Yesus Kristus yang kuat dan mengubahkan.

“Ini adalah pesan yang perlu didengar oleh bangsa kita dan dunia selama masa ketidakstabilan dan ketidakpastian seperti itu. Saya menghargai tim hebat dari orang-orang yang melayani di sini, dan saat kami memulai proses pemilihan kepemimpinan baru, kami berdoa agar Tuhan membawa musim baru yang menarik bagi gereja kami dan wilayah ini. “, katanya.

Ps. Carl Lentz. (Sumber: AP Photo).

Sebagai informasi, menurut Religion News Service, Lentz, 41, dan putra Houston, Joel, lah yang memulai gereja Hillsong East Coast di Manhattan, New York pada 2010, sebagai bagian dari jaringan gereja global Hillsong yang berkantor pusat di Australia.

Seperti dilaporkan CBN News, Lentz sendiri dikenal pendeta yang membaptis beberapa artis ternama, diantaranya, Justin Bieber, pada tahun 2014. (CBN-Vifa 6).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here