Pengakuan IMAN GBI GLOW Tidak Bertentangan Dengan Pengakuan IMAN GBI

0
Ilustrasi : Pengakuan Iman GBI (Versi Ringkas).

Pengunduran seorang pejabat Gereja Bethel Indonesia (GBI), berinisial JBT atau JT, pada 25 Agustus 2020, dari GBI telah “melibatkan” nama pejabat GBI lainnya, yaitu Pdt. Gilbert Lumoindong.

Pertemuan dengan agenda, klarifikasi pemahaman tentang Tritunggal dan Kredo GBI GLOW di Gedung Sinode GBI Pusat.

Pasalnya surat pengunduran diri yang diberikan kepada Badan Pekerja Harian (BPH) GBI, disertai alasannya, diantaranya perbedaan soal pemahaman yang juga menjadi pengakuan Iman (Kredo) GBI.

Akibat dilibatkannya nama Pdt. Gilbert Lumoindong, yang terkait dengan kabar bahwa doktrin Allah Tritunggal yang dipahaminya berbeda, bahkan bertentangan dengan pengakuan iman GBI, maka pihak BPH GBI menyurati Pdt. Gilbert Lumoindong, untuk dimintai klarifikasi.

Pdt. Gilber Lumoindong,M.Th., Gembala Sidang GBI Glow (sumber : Suara Nasional)

Jumat, (4/9/2020) pagi, Pdt. Gilbert Lumoindong, tiba di Gedung Sinode GBI yang ada di Jl. Ahmad Yani, Jakarta Pusat, untuk mengikuti pertemuan dengan agenda, klarifikasi pemahaman tentang Tritunggal dan Kredo GBI GLOW.

Tampak hadir mengikuti agenda tersebut, Ketua Umum dan Sekretaris Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham dan Pdt. dr. Josafat Mesakh, S.Th, ditemani Pdt. Himawan Leenardo, Pdt. Dr. Wiryohadi, Pdt. Josia Abdisaputra, M.Th, Pdt. Dr. Ronny Daud Simeon, Pdt. Naftali Untung, M.Th, Pdt. Jauhar Wahyudi, M.Th, Pdt. Dr. Gernaida Pakpahan, Pdt. Dr. Pudjo St. Abednego, Pdt. Gilbert Lumoindong, M.Th dan Pdt. Julius Anthony.

Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, Ketua Umum BPH GBI. (Sumber : Tabloid Mitra)

Hasil pertemuan BPH GBI dengan Pdt. Gilbert Lumoindong, M.Th, diberikan oleh Pdt. dr. Yosafat Mesakh, S.Th, kepada pemimpin redaksi vifamedia.com, yang isinya ada empat point penting. Pertama, dari penjelasan Pdt. Gilbert Lumoindong, tidak didapati perbedaan pandangan Tritunggal yang selama ini dipahami Pdt. Gilbert Lumoindong dengan Tritunggal dalam Pengakuan Iman Gereja Bethel Indonesia.Kedua, sejak menjadi pejabat GBI dari awal hingga kini, secara umum tidak ada pengajaran Pdt. Gilbert Lumoindong yang bertentangan dengan pengajaran GBI. Ketiga, BPH GBI bisa memahami alasan dibuatnya kredo GBI Glow untuk membantu jemaat lokal memahami Pengakuan Iman Gereja Bethel Indonesia dengan lebih mudah dan ringkas. Keempat, namun, untuk menghindari kemungkinan pemahaman yang tidak sejalan dengan pengajaran GBI, maka BPH GBI memerintahkan Pdt. Gilbert Lumoindong tidak lagi menggunakan Kredo GBI Glow, dan selanjutnya menggunakan pengakuan Iman Gereja Bethel Indonesia versi lengkap dan/atau versi ringkas.

Pdt. dr. Yosafat Mesakh, S.Th., Sekretaris Umum BPH GBI (Sumber : gbipetamburan.com)

Pengakuan iman GBI versi ringkas, juga diberikan oleh Pdt. dr. Yosafat Mesakh, S.Th kepada vifamedia.com, isinya, “Aku percaya bahwa: pertama, Alkitab adalah Firman Allah. Kedua, Allah yang Esa itu Tritunggal adanya. Ketiga, Yesus yang lahir, mati, bangkit, naik ke sorga adalah juruselamat, pengantara kita dan raja segala raja. Keempat, manusia berdosa harus bertobat dan beriman agar diampuni, dibenarkan dan dilahirkan baru, lalu dibaptis secara selam dan hidup suci. Kelima, bahasa roh adalah tanda awal baptisan Roh Kudus. Keenam, gereja melakukan perjamuan kudus dan meyakini kesembuhan Ilahi. Ketujuh, Tuhan Yesus akan datang kembali, ada kebangkitan tubuh, kerajan seribu tahun, hukuman kekal dan hidup yang kekal,” isi pengakuan iman GBI.

Baca juga:  10 Tips Sukses ala Youtuber Jerome Polin

Apa yang diberikan oleh Pdt. dr. Yosafat Mesakh, S.Th, kepada vifamedia, dibenarkan oleh Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham. “Intinya sekarang dengan adanya Kredo versi ringkas maka semua gereja lokal di GBI harus menggunakan itu dan tidak dapat menggunakan versi penafsiran masing-masing,”tegasnya.

Mengutip dari tabloidmitra.com, Pdt. Gilbert Lumoindong, menanggapi pemanggilan dirinya oleh BPH, dengan berkata sebagai bentuk pernghargaan pada dirinya. “Sangat membanggakan, saya dihubungi oleh pimpinan GBI baik melalui pesan singkat maupun melalui surat dan mengundang saya, memberi kesempatan untuk berbincang-bincang mengklarifikasikan, tuduhan-tuduhan, serta berita-berita yang berkembang. Sungguh sikap yang sangat bijaksana dari pimpinan GBI,” katanya.

Baca juga:  Ini Aturan Misa Natal di Wilayah Keuskupan Agung Jakarta dan Semarang

Hasil pertemuannya dengan pengurus BPH dan Departemen Teologia, diungkapnya dengan beberapa catatan kebanggaannya menjadi pendeta GBI. Pertama, GBI sangat profesional, mulai dari pemanggilan hingga diskusi serta keputusan yang diambil. Kedua, GBI sangat dewasa, dalam menyelesaikan masalah, tidak mendengar dari sepihak, namun juga tidak membiarkan masalah yang terjadi. Ketiga, GBI sangat kekeluargaan: dalam peristiwa ini, ia sama sekali tidak merasa diadili atau diinterogasi, sebaliknya merasa betul GBI sebagai keluarga yang hangat serta penuh kasih, membimbing dan menuntun. Keempat, GBI sangat mengedepankan kerohanian: di mana segala pembicaraan berdasar pada firman Tuhan, tuntunan Roh Kudus, serta keselamatan bagi jiwa-jiwa.

“Masih banyak lagi, hal yang indah, yang saya alami sebagai pendeta GBI. Untuk itu dalam kesempatan ini, saya ucapkan terima kasih pada Tuhan, untuk saya boleh memiliki rekan-rekan yang dahsyat dalam ladang Tuhan di GBI,”

Tutup Pdt. Gilbert Lumoindong dalam pesan tersebut dengan menulis kata-katanya menggunakan huruf kapital, SAYA BANGGA MENJADI PENDETA GBI” (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here