Pengaruh Gadget Pada Anak dan Dewasa Sama-Sama Berbahaya

0
Komjen. Pol. Drs. Dharma Pongrekun, M.M., M.H : Gadget sangat berbahaya pengaruhnya bagi anak-anak dan dewasa. (sumber foto : istimewa)

Sejak pandemi Covid-19 pertama kali terdeteksi telah melakukan penjangkitan kepada masyarakat Indonesia, sejak itu pula pemerintah Indonesia membatasi kegiatan masyarakat Indonesia untuk memutus mata rantai penjangkitan Covid-19.

Pemerintah meminta semuanya dilakukan dari rumah. Diantaranya kegiatan proses belajar-mengajar tatap muka dari anak-anak Sekolah Dasar. Hampir seluruh kegiatan anak-anak dihabiskan di dalam rumah.

Kebanyakan anak-anak yang ingin menghilangkan rasa bosannya dengan bermain Gadget. Ternyata, Komjen. Pol. Drs. Dharma Pongrekun, M.M., M.H, Mantan Direktur Narkoba Bareskrim Polri 2015, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, memberi tahu seperti yang ditulis di sindonews.com, menggunakan gadget itu tidak baik karena dapat merusak otak anak.

Dalam tulisan sindonews.com, pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah pada 12 Januari 1966, mengungkapkan, apa yang disampaikan itu tidak asalan tetapi berdasarkan temuan dari para ilmuwan, sampai memberikan istilah baru terhadap perilaku kecanduan gadget dengan menyebut screen dependency disorder (gangguan ketergantungan terhadap layar gadget) atau SDD.

Lulusan Akademi Polisi (Akpol) tahun 1988 ini mengurai beberapa tanda-tanda anak yang mengalami SDD dan orangtua perlu mewaspadainya, semisal, pertama, anak yang sibuk dengan gadget menjadi agresif atau pemarah jika tidak memegang gadget.

Baca juga:  KETUM PDRIS KAMARUDDIN SIMANJUNTAK : SEKOLAH TIDAK BOLEH LAGI DISKRIMINATIF TERHADAP MURID

Kedua, anak menjadi tantrum bila gadget diambil darinya. Ketiga, anak menolak untuk berhenti bermain gadget meski orang tua telah memintanya berhenti memegang gadget. Keempat, tidak tertarik bermain di luar rumah atau kegiatan ekstra di sekolah. Lima, tetap bermain gadget meski sudah mengetahui dampak negatifnya.

Enam, memaksimalkan setiap kesempatan agar bisa bermain gadget lebih lama dan cenderung berbohong kepada orang tua. Ketujuh, menggunakan gadget untuk mengalihkan perhatian dan meminta waktu lebih untuk memegang gadget.

Selain itu, kata penerima anugerah Adhi Makayasa, gelar kehormatan yang diberikan kepada lulusan terbaik Akpol dan akademi militer (Akmil) ini,gadget juga berpotensi utama merusak otak anak dan dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak, seperti berat badan turun atau justru naik dengan drastis, sakit kepala, kurang gizi, insomnia, hingga masalah penglihatan; dan masalah tumbuh kembang anak seperti kecemasan, perasaan kesepian, rasa bersalah, isolasi diri, dan perubahan mood yang drastis.

Baca juga:  Optimalkan Kepemimpinan Antar Generasi dalam Gereja

Selain itu, katanya, anak yang seing menggunakan gadget akan mengalami kurang tidur yang mengakibatkan kemampuan untuk fokus sangat rendah. Anak pun cenderung tidur di siang hari dan terjaga di malam hari.

Komjen. Pol. Drs. Dharma Pongrekun, M.M., M.H, menegaskan setiap anak penggunaan gadget selama 15 menit, dapat mengurangi waktu tidurnya sekitar 60 menit. Dampak lain tak kalah mengkhawatirkan terjadinya speech delay (terlambat berbicara) pada anak;

Solusinya, kata Komjen. Pol. Drs. Dharma Pongrekun, M.M., M.H, berdasarkan hasil penelitian, orang tua harus melakukan, kesibukkan diri anak dengan kegiatan lain tanpa gadget.

Ketika Vifa Media mengirim link berita ini yang berasal dari sindonews.com dan sekaligus meminta komentar dari Komjen. Pol. Drs. Dharma Pongrekun, M.M., M.H,? jawabnya dengan emoji yang mengartikan terima kasih.

Pengaruh jelek gadget tidak hanya terjadi pada anak, tetapi juga terjadi pada remaja dan orang dewasa.(Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here