Pengurus GEMPAR 2021-2026 Resmi Dilantik, Wamenag Ajak Sinergi Perkuat Moderasi Beragama

0
GEMPAR Indonesia
Wamenag ajak Pengurus DPP GEMPAR Indonesia sinergi perkuat moderasi beragama. (Foto: Antara)

Jakarta – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR Indonesia) periode 2021-2026 resmi dilantik, Sabtu (22/5/2021) bertempat di GBI Mawar Saron, Jakarta Utara. GEMPAR Indonesia merupakan sebuah organisasi Kepemudaan yang merangkul para pemuda Kristen dan Katolik.

Dilansir dari berbagai sumber, Ketua GEMPAR 2021-2026 Yohanes Harry Sirait dalam sambutan menjelaskan pemuda ibarat burung rajawali yang harus mampu terbang tinggi dan menjadi jawaban dari tantangan yang dihadapi Indonesia.

“Transformasi indonesia menjadi negara maju akan terjadi jika generasi muda mau bergerak, karenanya GEMPAR hadir sebagai komunitas yang berusaha mentransformasi Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Di era yang mendasarkan diri pada yang terbanyak adalah yang paling benar GEMPAR akan tetap konsisten menyatakan bahwa yang benar adalah kebenaran,” paparnya.

Pancasila, kata Yohanes adalah dasar negara yang harus senantiasa dijaga. Pancasila juga tidak akan pernah kadaluarsa.

Turut hadir sebagai narasumber dalam kongres pelantikan sekaligus peluncuran Akademi Ekonomi dan Politik Indonesia (Aletheia) dengan tema “Kebangkitan Generasi Muda menuju transformasi Indonesia”, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi dan Stafsus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Romo Benny Susetyo.

Baca juga:  Ini Pesan Ridwan Kamil untuk Para Milenial

Romo Benny dalam materinya menjelaskan Pancasila adalah roh dan jiwa serta menjadi dasar nilai demokrasi bangsa Indonesia. Sebab dalam era digital ini nilai kebangsaan mendapatkan banyak tantangan, sehingga dibutuhkan sebuah nilai yang mampu membendungnya.

“Dengan nilai nilai pancasila maka demokrasi akan menjunjung martabat manusia,Demokrasi kita adalah yang memperhatikan keutamaan kemanusiaan, bukan sekedar dominasi,” katanya.

Romo Benny meminta para pemuda dapat terus menjunjung tinggi nilai Pancasila dan dapat menjadi agen yang menebarkan kabar baik. Pemuda juga harus dapat memutus hoaks dan ujaran kebencian yang dapat memecah bangsa.

“Posisi penting Pancasila adalah ketika kita melaksanakannya dan menjadikannya sebagai dasar hidup berbangsa yang tercermin dalam politik, ekonomi dan budaya hingga Indonesia bisa menjadi taman sari dunia dan menjadi contoh nyata bagi dunia tentang bagaimana hidup harmonis dalam perbedaan,” tegasnya.

Sementara itu, Wamenag Zainut Tauhid mengajak Pengurus Pusat Gempar untuk bersinergi dalam memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat. Sebab, moderasi beragama adalah upaya untuk menyatukan dua kelompok liberalisme dan konservatif dalam memahami agama agar bisa harmonis.

Baca juga:  Mupel XV Moria GBKP Digelar Secara Hybrid, Pdt. Suenita Sinulingga Terpilih Menjadi Ketua Umum

“Moderasi beragama bukan alasan bagi seseorang untuk tidak menjalankan ajaran agamanya secara serius. Sebaliknya, moderat dalam beragama tidak hanya berarti percaya diri dengan esensi ajaran agama yang dipeluknya, yang mengajarkan prinsip adil dan berimbang, tetapi juga berbagi kebenaran sejauh menyangkut tafsir agama,” paparnya.

“Karakter moderasi beragama meniscayakan adanya keterbukaan, penerimaan, dan kerjasama dari masing-masing kelompok yang berbeda,” tambah Zainut.

Sikap ekstrem, kata Zainut hanya akan merusak berbagai sendi di Indonesia. Untuk itu diperlukan moderasi beragama dalam upaya menumbuhkan cara pandang yang lebih baik bagi setiap insan pemeluk agama.

“Nilai-nilai agama dijaga, dipadukan dengan nilai-nilai kearifan dan adat-istiadat lokal. Beberapa hukum agama juga dilembagakan oleh negara. Ritual agama dan budaya berjalin berkelindan dengan rukun dan damai. Itulah sesungguhnya jati diri Indonesia, negeri yang sangat agamis, dengan karakternya yang santun, toleran, dan mampu berdialog dengan keragaman. Ekstremisme niscaya akan merusak sendi-sendi keindonesiaan kita, jika dibiarkan tumbuh berkembang,” kata Zainut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here