Penting untuk Pemusik Gereja! Ini Cara Supaya Pujian dan Penyembahan Bisa Berdampak

0
Pemusik gereja
Ilustrasi: Pemusik memiliki peran vital dalam sebuah ibadah. (Foto: dok pri)

Jakarta – Song Leader, singer dan pemain musik dalam sebuah gereja memiliki peran yang vital dalam sebuah ibadah. Mereka memiliki tugas memimpin jemaat supaya ikut memuji Tuhan dan merasakan hadirat dari lagu yang dinyanyikan.

Penyanyi rohani tanah air sekaligus pemimpin pujian, Franky Kuncoro mengatakan keberhasilan dari dari sebuah pujian penyembahan terletak pada kerjasama dari para tim, bukan kehebatan individu.

“Powerful team work bisa tercipta bila semua bekerja sama (Pengkhotbah 4:9-10, Amsal 133:1-3 dan Mazmur 133:1-3). Satu orang hanya bisa mengerjakan satu, tapi satu tambah satu hasilnya bukan dua, bisa empat atau sepuluh. Pelipatgandaan yang besar bisa terjadi karena ada sinergi 2 orang (atau lebih),” katanya dalam webinar Workshop Pujian Penyembahan yang diadakan Sinode GBI, Sabtu (17/4/2021).

Lebih jauh, Franky membagikan cara bagaimana tim praise and worship (PW) dapat berdampak. Pertama, memiliki tujuan dan nilai yang sama. Tujuan dari tim PW adalah membantu jemaat untuk bisa ikut memuji dan menyembah Tuhan.

Baca juga:  Kalahkan Covid-19 dengan Imunitas Prima

“Untuk bisa membantu orang (jemaat) maka perlu ketahui dulu siapa yang kita bantu. Misalnya usia jemaat, bahasa, lagu yang mudah dan kemasan musik karena setiap gereja punya karakteristik yang berbeda-beda,” jelasnya.

Franky mengatakan ketika sudah mampu mengetahui karakteristik jemaat maka tim PW akan lebih mudah untuk menyusun atau mengaransemen sebuah lagu. “Pelayanan bukan soal lagu atau musik yang kita suka, tapi pelayanan bicara soal siapa yang kita layani. Miliki standar kualitas yang aman. Aman artinya bisa ngulik lagu dengan benar, kuasai kuncinya,” kata Franky.

Kedua, bangun hubungan sebelum membangun pelayanan. Ketiga, kenali peran setiap pelayanan. Keempat, bangun kultul persiapan yang kuat. “Ibarat pertandingan bola, semua harus bisa berperan dengan baik sesuai tugasnya masing-masing,” tegasnya.

Franky mengurai tugas dari setiap tim dalam PW. Seperti worship leader (WL) memiliki fungsi sebagai komunikator, konseptor dan konduktor. Kemudian singer memiliki fungsi sebagai pondasi, pendukung dan penyemangat. Lalu music director memiliki fungsi sebagai penerjemah bahasa musik dan penunjuk detil musik kepada para pemain.

Baca juga:  Gereja di Kanada di didenda karena menyelenggarakan Ibadah Tidak Menerapkan Protokol Kesehatan dengan Benar

“Misalnya untuk para WL saat ini, bisa pilih lagu yang sudah familiar, lalu lagu tersebut dikonsep (susun) dan jangan terlalu banyak memilih lagu karena lagu itu seperti firman Tuhan,” katanya.

Franky pun memberikan contoh aplikatif ketika dirinya akan melayani sebagai WL. “Saya pertama lihat dulu tema ibadahnya apa, kemudian mulai mencari tahu ayat yang berkesinambungan, lalu mulai mencari lagu yang sesuai dengan tema ibadah. Ini penting supaya lagu bisa tersusun dengan baik dan lagu-lagu tersebut bisa menjadi sebuah rangkaian cerita,” paparnya.

Ketiga, lanjut Franky selalu mengupgrade kemampuan serta memperkaya referensi di bidang musik. Kemudian keempat, jadilah ekspresif. Ekspresif berarti bersemangat ketika sedang memainkan laat musik atau bernyanyi. “Semua tim harus jadi ekspresif. Sebab kita menyembah Tuhan yang hidup, maka itu kita juga harus hidup juga,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here