Pentingnya Membangun Keintiman Finansial Sejak Dini

0
Ilustrasi keuangan
Ilustrasi keuangan. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Bicara soal finansial keluarga bisa dibilang susah-susah gampang. Dibutuhkan pengaturan dan konsistensi agar kesehatan finansial selalu dalam keadaan yang prima. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Family First Indonesia Himawan Hadirahardja.

“Dalam keluarga diperlukan pengaturan dan kesepakatan untuk pengelolaan keuangan. Ada beberapa prinsip dasar yang harus diaplikasikan, tapi ada juga beberapa kelenturan (yang disesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga). Intinya dalam tata kelola itu dimulai dengan keterbukaan dan kesepakatan diantara pasangan dengan tujuan kesehatan keuangan dapat dibangun dan dijaga,” ungkap Himawan dalam acara “Makan Gak Makan Asal Kumpul – Membangun Keintiman Finansial”, Kamis (4/3/2021).

Himawan mengatakan perbincangan finansial sebenarnya harus dilakukan sejak dini, tepatnya ketika akan melangkah ke jenjang pernikahan. “Ini penting, uang memang bukan yang dasar tapi uang ini penting untuk dibicarakan terutama soal tata kelolanya,” kata Hiwaman yang juga seorang penulis buku.

Baca juga:  Presiden Joko Widodo Buka Perayaan HUT Satu Abad GPdI

Lebih jauh, salah satu yang perlu dibicarakan adalah soal pengelolaan keuangan yang biasanya dilakukan. Termasuk bila ada hutang, cicilan maupun “kesepakatan” keuangan dalam keluarga besar. Misalnya, dalam keluarga besar ada kesepakatan bahwa setiap anak harus membantu orang tua atau saudara kandungnya bila mengalami masalah keuangan.

“Sebab dalam pernikahan itu kan dua orang bersatu. Bersatu ini berarti juga harus bersatu dengan ‘habit’ yang ada. (Supaya) bisa mengurangi kerikil-kerikil yang mungkin bisa jadi penghambat dalam dunia pernikahan,” jelasnya.

Soal gaya hidup, lanjut Himawan juga perlu dibicarakan agar tidak mengganggu kondisi finansial keluarga. “Karena banyak orang yang konseling mereka merasa puas dengan memenuhi gaya hidupnya tapi setelah itu menyesal karena keuangan keluarganya menjadi terpakai untuk hal yang sebenarnya tidak perlu. Jadi pikirkan jangan hanya beli untuk memuaskan kepuasan sendiri karena itu semu,” paparnya.

Baca juga:  Kemensos Siapkan Berbagai Fasilitas Kepada Pengungsi di Majene - Mamuju

Himawan mengungkapkan mengatur finansial ibarat belajar menahan diri yaitu latihan untuk mendewasakan diri sehingga membuat tidak gelap mata sehingga mendatangkan menfaat yang positif kedepan.

“Di masa pandemi ini contohnya, banyak orang yang survive karena sebelum pandemi mereka sudah mengerem gaya hidupnya. Misalnya low profile tapi high profit. Belajar untuk berpikir jangka panjang bukan pendek,” pintanya.

Terkait soal siapa yang harus memegang keuangan, hal ini dikembalikan lagi ke masing-masing pasangan. Sebab itu tidak bisa digeneralisasikan. Hanya saja intinya, tergantung kenyamanan bersama.

“Ini perlu dibicarakan dan diputuskan apa yang terbaik. Tapi lagi-lagi tergantung siapa diantara pasangan yang lebih pintar mengelola keuangan atau menahan diri mengelola keuangan. Dan intinya lagi dalam pelaksanaannya harus konsisten,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here