Penyataan Dewan Gereja Dunia dan Konferensi Kristen Asia Terhadap Mayanmar

0
Kudeta di Myanmar
Demo anti kudeta di Myanmar. (Foto: AP)

Jakarta – Mengingat hal kekerasan brutal yang dilakukan oleh pasukan militer serta pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa damai di Myanmar, Dewan Gereja Dunia dan Konferensi Kristen Asia mengutarakan kekecewaannya. Hal ini terungkap dalam pernyataan bersama tanggal 31 Maret 2021.

“Penentangan terhadap kudeta didukung oleh sebagian besar orang di seluruh negeri yang hidup dalam kebebasan dalam situasi yang relatif damai selama satu dekade. Seluruh lapisan masyarakat seperti pegawai negeri, pelajar, kelas pekerja serta pemimpin agama, termasuk biksu Buddha, menjadi bagian dari protes nasional dan kampanye pembangkangan sipil massal terjadi terhadap junta,” bunyi dari pernyataan bersama.

Baca juga:  Harapan PGI Terhadap GPM di Bawah Kepemimpinan Pdt. E.T. Maspaitella

Dewan Gereja Dunia dan Konferensi Kristen Asia meminta Dewan Keamanan PBB serta Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara bertindak. Salah satunya dengan cara meminta pertanggungjawaban rezim militer untuk melindungi martabat dan hak asasi manusia yang berada di Myanmar.

“Komunitas internasional perlu segera bertindak dengan tindakan konstruktif untuk meningkatkan tekanan pada militer Myanmar untuk melepaskan diri dan menarik diri dari tindakan biadab. Kami percaya bahwa sangat penting untuk membebaskan semua tahanan, dan menghormati hasil pemilihan, dan memungkinkan transisi demokrasi di negara ini.”

Baca juga:  Wisuda XIII dan Dies Natalis XXI STT REM : Kepemimpinan Yang Berkarakter Kristus

“Semoga solidaritas internasional dengan doa dan tindakan, menjadi tanda harapan, diilhami oleh Kristus yang bangkit, untuk membebaskan rakyat Myanmar dari penindasan dan penderitaan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here