Peran Generasi Muda Dalam Gereja Memasuki Tantangan Pandemi Dan Era Digital Tahun 2021

0
Pdp. Yehuda So, M.Th, M.M, CLC dan istri.
Pdp. Yehuda So, M.Th, M.M, CLC dan istri.

JAKARTA- Pergerakan regenerasi gereja saat ini, khususnya di Indonesia berkembang dengan pesat. Seiring dengan perkembangan zaman dan munculnya generasi-generasi penerus rohaniawan muda, menunjukkan bahwa gereja yang sudah lama didirikan, memiliki penerus dalam melanjutkan tugas gereja menyiarkan kabar baik Injil, bukan saja di Indonesia saja,namun ke seluruh dunia.

Figur generasi tua yang membimbing generasi muda lama mengarahkan jalannya tugas gereja mempunyai peran penting,sehingga visi dan misi Gereja tersebut sesuai dan terarah kedepannya.

Peran rohaniawan muda di digereja saat ini,apalagi dimasa pandemi seperti, sangatlah diperlukan. Berkaca dari peran di gereja lokal masing-masing, para rohaniawan dan generasi muda yang aktif membangun visi dan misi sebuah gereja, anak muda saat ini sudah banyak dipakai Tuhan luar biasa. Mau tidak mau perubahan pandangan dari tradisional ke modern mengenai visi misi Gereja pasti terjadi. Namun perubahan tersebut tidak akan lari dari tujuan awal visi misi Gereja,karena generasi pendahulu memberikan pengarahan dan bimbingan yang baik dan benar sesuai tujuan dari Tuhan. Hal inilah yang diungkap oleh salah seorang rohaniawan muda, Pdp. Yehuda So, M.Th, M.M, CLC, Wakil Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia jemaat Ecclesia Green Lake City, yang juga anak dari gembala sidang GBI Ecclesia Pdt. Hengky So, M.Th disela-sela wawancara melalui voice messager WhatsApp Senin (28/12/2020).
“Peran gembala senior sangat besar dalam membina anak muda. Hal ini perlu karena anak muda memiliki pemahaman akan perkembangan jaman saat ini. Sekarang dari gembala apakah bisa memberi arahan dan kesempatan kepada para generasi muda menjalankan tugas dan tanggung jawab dari pelayanan. Tentu saja jika anak-anak muda diberikan kesempatan, tentunya sangat berperan besar, khususnya dimasa pandemi sepertinya,” ujar Yehuda menjelaskan.

Baca juga:  JPCC Worship Online Worship Night “Kau Ada”, Lebih dari 11 Ribu Orang Menyembah Tuhan Bersama

Menurut rohaniawan yang menyelesaikan program Magister Manajemen (M.M) dan Magister Teologia (M.Th) ini menerangkan bahwa setuju dan perlu regenerasi saat ini untuk pelaksanaan tugas gereja, apalagi memasuki era digitalisasi. Yehuda berpendapat,bahwa generasi senior dan junior harus berjalan bersama. ” Generasi Senior memiliki hikmat, sedangkan generasi junior memiliki ide. Maka jika keduanya digabungkan akan menghasilkan sesuatu yang besar bagi gereja tersebut,” ujarnya.

Ketika ditanyakan bagaimana saat ini generasi senior dari gereja apakah sudah banyak yang bisa mempercayakan rohaniawan muda dalam menjalankan organisasi gereja, tentunya sesuai kebijakan dari gembala senior tersebut. Tentu saja jika gembala senior insecure (tidak nyaman), tentunya tidak akan berkembang dan maju generasi muda dari gereja tersebut. Oleh sebab itu perlu kolaborasi antara generasi tua dan muda.

Yehuda juga memaparkan banyak contoh-contoh kegiatan atau tindakan yang sudah dilakukan rohaniawan muda dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya untuk gereja dan Negara ini. Tidak saja bidang kerohanian, bidang sekuler dan marketplace sudah banyak diberi kesempatan untuk anak muda berkarya. “Jika anak muda diberikan tanggung jawab dan jabatan yang bisa dipertanggungjawabkan, melalui proses, maka proses itulah yang bisa mengangkat anak muda menciptakan suatu tujuan atau goal sesuatu hal yang luar biasa,” katanya.

Baca juga:  Pentingnya Mengelola Konflik Rumah Tangga Secara Konstruktif

Dimasa pandemi seperti ini, gereja sudah banyak melihat potensi anak muda yang tahu akan teknologi dan informasi untuk menjalankan ibadah gereja secara online dikarenakan pembatasan pertemuan ibadah secara tatap muka. Yehuda melihat sudah banyak anak muda terlebih dalam proses produksi dari suatu produk digital sebuah ibadah yang disalurkan melalui media sosial. Di gereja dimana tempat Yehuda melayani, juga sudah melibatkan anak muda.

Bahkan kesempatan untuk berkarya, walaupun dijalan dirinya mengakui ada saja beberapa kekurangan dan kesalahan, namun para pelayan Tuhan muda diberi kesempatan untuk memperbaiki, sehingga dapat memberikan suatu hal yang lebih baik ke depannya.

Yehuda So yang juga banyak membuat karya-karya tulis melalui buku-buku memberikan saran kepada para rohaniawan dan pelayan generasi muda untuk tetap semangat melayani dan berkarya. Bahkan Yehuda terus memberikan motivasi agar semua generasi muda terus menjaga kesehatan, berkarya dan bertumbuh di gereja lokal mereka. “Tetap semangat, berkarya dan juga menjaga Keluarga di tengah pandemi yang sedang kita lalui saat ini,” katanya dengan ramah dan juga suami dari Pdp. Sheila Natassya S.I.Kom, M.Th serta keluarga.(Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here