Perayaan HUT GPdI Gratia Cibubur, Ada Peluncuran Buku “Anak Taopekong Menjadi Anak Tuhan

0
Cover buku yang "diluncurkan disaat perayaan HUT GPdI Gratia ke 22 dan HUT Pdt. DR. Subagio Sulistyo"

Jakarta – Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Gratia, Cibubur merayakan HUT GPdI Gratia ke 22, Minggu ( 23 Mei 2021), bersamaan dengan memperingati Satu Abad GPdI dan HUT gembala jemaat GPdI Gratia, Pdt. DR. Subagio Sulistyo ke 62, diselenggarakan di aula GPdI Gratia, Cibubur, Jawa Barat.

Perayaan HUT dan Peringatan 1 Abad GPdI ini dihadiri undangan baik, jemaat, hamba – hamba Tuhan lintas denominasi Gereja yang ada di sekitar Gereja berdiri. Juga perwakilan-perwakilan pimpinan Gereja di lingkungan GPdI, dari Majelis Pusat – Majelis Daerah dan Majelis Wilayah dan perwakilan dari organisasi – organisasi Gereja yang ada di tingkat Kota Bekasi.

Panitia dalam menyelenggarakan perayaan HUT ini benar-benar menerapkan protokol Kesehatan (Prokes) ketat. Sejak para undangan di pintu masuk lobby, langsung diperiksa suhu tubuh dan diminta cuci tangan serta diminta untuk tidak melepas masker selama berada di dalam ruangan. Bahkan dalam lobby sampai ruangan perayaan sudah ditempelkan kertas pengumuman yang berbunyi “Mohon tidak melepas (membuka) masker selama berada di dalam ruangan.”

Memasuki ruangan perayaan, para tamu diminta untuk mengisi daftar hadir sesuai nama undangan. Bila tidak ada nama, maka tamu diminta untuk menunggu. Alasannya kuota kursi yang disediakan mengikuti peraturan Satgas Covid-19.

Baca juga:  Perayaan Imlek Ibarat “Persekutuan” dalam Ajaran Kristen

Pantauan media ini, sejak awal ibadah perayaan HUT GPdI Gratia ke 22, panitia menaikkan lagu-lagu rohani yang GPdI banget. Diantaranya lagu yang dinyanyikan, “Api Pentakosta ku Punya…”. Sampai membuat seorang tamu undangan, yang dapat dipastikan bukan dari lingkungan GPdI, berkata “Ini lagu-lagu baru, aku belum pernah dengar,”katanya.

Firman Tuhan dalam ibadah perayaan HUT GPdI Gratia dan HUT Gembala Jemaat GPdI Gratia, Pdt. DR. Subagio Sulistyo, akan disampaikan yang mewakili Ketua Majelis Daerah GPdI Jawa Barat, Pdt. Ferdinand Rompas, yaitu Pdt. Eddy Tampi.

Dengan khas bicara dan logatnya, Pdt. Eddy Tampi menyampaikan firman Tuhan tentang ucapan syukur dan keterlibatan Tuhan menolong dalam setiap Langkah umat yang percaya termasuk, GPdI Gratia bisa mencapai HUT ke-22 dan Pdt. DR. Subagio Sulistyo diberikan Tuhan usia ke-62.

Usai firman Tuhan, ada penampilan pujian dari Komsel-Komsel GPdI Gratia, yang sudah direkam terlebih dahulu dan ditayang didepan para undangan yang hadir. Menariknya lagi, anggota-anggota Komsel saat bernyanyi tidak berkumpul dalam satu ruangan tetapi dilakukan via aplikasi video yang lagi trend saat ini. Itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan, dan supaya ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca juga:  UIE “Ikat” Tali Persaudaraan Yahudi, Kristen dan Islam dengan Mendirikan Rumah Abrahamik

Perayaan HUT GPdI Gratia makin sempurna lagi dengan gembala jemaat GPdI Gratia, Pdt. DR. Subagio Sulistyo, meluncurkan buku dengan judul “ANAK TAOPEKONG MENJADI ANAK TUHAN”.

Setiap perwakilan organisasi yang hadir dipanggil ke depan untuk menerima buku yang diserahkan secara langsung oleh Pdt. DR. Subagio Sulistyo. Dalam setiap buku yang diberikan sudah diberikan nama penerima dan juga sudah ditandatangi Pdt. DR. Subagio Sulistyo.

Perayaan ditutup dengan doa berkat oleh perwakilan dari Majelis Pusat GPdI, bidang Pendidikan dan teologia. Dan undangan kembali dengan dibagikan makanan dus yang sudah disiapkan panitia. Untuk undnagan perwakilan organisasi-organisasi diberikan ruang makan di lantai 2.

Sekali lagi, perayaan HUT ini perlu menjadi contoh bagi yang ingin menggelar acara di tengah situasi dan kondisi masih pandemi Covid-19. Untuk mengindari terjadinya penularan Covid-19, para undangan, langsung diberikan piring dan sendok oleh panitia yang sudah disterilkan terlebih dahulu.

Para undangan kemudian mendatangi setiap menu makanan yang ada, dengan setiap menu satu orang penjaga yang sudah siap memberikan sesuai keinginan. Dengan begitu, sendok menu makanan terhindar dari sentuhan banyak orang. Salam sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here