Perayaan Imlek Ibarat “Persekutuan” dalam Ajaran Kristen

0
Perayaan Imlek
Ilustrasi : Lampion identik dalam perayaan Imlek (Foto : pexels.com) pexels-mentatdgt-1167160

Jakarta – Besok tanggal 12 Februari, seluruh masyarakat keturunan Tionghoa akan merayakan tahun baru Imlek 2572. Tradisi ini mulanya adalah perayaan yang dilakukan para petani di Cina dalam menyambut musim semi. Jadi Tahun Baru Imlek disebut juga hari raya panen atau hari musim semi.

Di kalangan umat Kristen keturunan Tionghoa, masih banyak yang ikut merayakan tahun baru Imlek ini. Biasanya malam hari sebelum Imlek, mereka kumpul bersama keluarga besar untuk makan malam bersama.

Menurut Gembala Area Abbalove BSD, Rudi Setiawan orang Kristen keturunan Tionghoa sah-sah saja merayakan Imlek. Sebab Imlek tidak menyangkut pada perayaan agama manapun. Jika dilihat dalam ajaran Kristen, Imlek tak ubahnya seperti “persekutuan” karena ada acara kumpul bersama.

BACA JUGA  UPH Sambut Mahasiswa Baru dengan Program Kreatif dan Interaktif

“Kita jadikan momen itu untuk berkumpul dan menjadi saksi serta memberikan teladan lewat menyatakan kasih,” ungkapnya.

Selain kebersamaan, hal positif lainnya dalam perayaan Imlek yang sesuai dengan kebenaran Alkitab diantaranya menghormati orang tua, kerukunan dan saling berbagi.

Menurutnya, tradisi perayaan Imlek perlu dilestarikan. Rudi mengatakan umat Kristen dipanggil untuk mentransformasikan budaya seperti dalam kitab 1 Korintus 9 : 19, 23 dan Yohanes 17 : 15-19. “Kita terpanggil untuk menunjukkan keunggulan nilai-nilai Kristiani dengan memasukkan dalam praktik budaya tertentu dan memberi landasan atau dasar firman Tuhan pada masing-masing elemen budaya (Kisah Para Rasul 1:8),” paparnya.

BACA JUGA  Pemenang PILKADA Sudah Bisa Diketahui Lewat Hitung Cepat

Namun, lanjut Rudi yang perlu diperhatikan dalam perayaan Imlek adalah umat Kristen jangan ikut untuk menyembah (sembahyang) yang bertentangan dengan ajaran Tuhan (Kejadian 20 : 3 dan 5). “Kita sudah tidak boleh ikut lagi karena bertentangan dengan iman dan kepercayaan kita,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here