Pernah Dalam Titik Terendah, Desainer Muda Ini Sadar Tuhan Punya Tujuan Yang Besar

0

Jakarta – Keisya Natalia Tanusi adalah salah satu anak muda dan juga desainer muda yang selalu aktif dan enerjik. Tapi siapa sangka diusianya yang masih terbilang muda, Keisya pernah mengalami titik terendah dalam hidupnya.

Anak semata wayang dari pasangan Okky Tanusi dan Moeljati, SH ini menceritakan pengalamannya saat remaja dan duduk di bangku SMP. “Aku merasa ada lubang yang kosong di dalam diri aku yang tidak bisa diisi dengan apapun,” ungkap gadis berusia 25 tahun ini kepada vifamedia.

Keisya menceritakan akibat ulahnya saat masih duduk di bangku SMP itu membuat orang tuanya dipanggil pihak sekolah, dan sampai mendapat skorsing.

Gadis yang hobby dengan dunia fashion sejak kecil ini mengungkapkan dengan melakukan keinginannya menjadi kepuasan tersendiri baginya. Oleh karena kasih karunia Tuhan, dan peran dari lingkungan keluarga disertai dengan kesadaran diri sendiri. Wanita lulusan Universitas Pelita Harapan ini mengaku bisa mengatasi kepuasannya (kekosongan) tersebut dengan melibatkan Tuhan Yesus. “Somehow aku tahu cuma Tuhan Yesus yang bisa mengisi kekosongan ini,” katanya.

“Aku sudah merasa kehidupan aku yang lama itu sudah tidak relevan,”tegasnya. Keisya yang saat ini juga mengenyam pendidikan di Hillsong College Australia ini menambahkan setelah memutuskan untuk “putar balik” dari kehidupan yang lama, dan saat itu juga Keisya memberi diri untuk dibaptis dan juga semakin giat dengan Tuhan.

Baca juga:  Ini Kunci untuk Memperoleh Pemulihan

Sekedar informasi, Keisya memulai pelayanannya dengan aktif di komunitas anak muda, seiring berjalannya waktu, Keisya menjadi ketua youth dan guru sekolah minggu, dan hingga kini Keisya aktif melayani sebagai worship leader.

Desainer muda ini mengungkapkan meski telah memberi diri kepada Tuhan, tidak membuat hidupnya menjadi di atas angin tapi ada proses kehidupan bahkan air mata yang harus dilewatinya.

Pemilik brand fashion K E N A T A yang saat ini dapat ditemui di Metro Plaza Senayan Jakarta dan Metro Ciputra World Surabaya, percaya Tuhan pasti memberi kekuatan dan tidak akan meninggalkan dirinya. “Tuhan pasti punya suatu purpose yang luar biasa dalam hidup aku,” ungkapnya sambil mengenang sang mama yang sempat diagnosa penyakit yang berat sebelum melahirkan Keisya.

Menurut dokter yang saat itu menangani sang mama tercinta didiagnosa tidak bisa punya anak. Tetapi ada mujizat dari Tuhan, sehingga mama dari Keisya mengalami kesembuhan secara total, dan lahirlah Keisya.

Baca juga:  Umat Katolik Pulogebang Ikuti Novena Pertama Santo Yusuf

Perempuan yang pernah bergabung dalam tim Elfa Secioria untuk World Competition Choir di Austria ini menyadari bahwa Tuhan yang telah memberi kehidupan bagi diri dan keluarganya sehingga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan. “Maka dari itu aku boleh ada sampai saat ini. Itu sebabnya aku mau membangun komitmen dengan memberi diri lebih lagi buat Tuhan sampai saat ini,”seru wanita yang pernah bekerja di perusahan multinasional periklanan Jakarta ini.

Sebagai wujud lebih giat lagi dengan Tuhan, Keisya saat ini aktif melayani sebagai Worship Leader. Untuk meingkatkan talentanya dan kualitas pelayanan, Keisya mengambil studi di Hillsong College Australia jurusan Worship Music dengan bidang keahlian vokal.

Di luar pelayanan gereja, bersama sang ayah yang berprofesi sebagai pebisnis garment dan kuliner ini aktif dalam pelayanan anak – anak berkebutuhan khusus yang berada dalam naungan Departemen Sosial Bogor.

Selain itu, gadis yang pernah ikut serta dalam pelayanan World Women Conference tahun 2019 bersama beberapa penyanyi rohani ternama Indonesia ini juga aktif sebagai volunteer di salah satu panti asuhan dan panti Jompo yang berada di Bogor, Jawa Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here