Pertolongan Tuhan Datang Ketika Berserah

0

Hutang miliaran rupiah bisa lunas ketika benar-benar berserah pada Tuhan, itulah yang dialami Andy Iswanto Salim. Ia merupakan seorang pengusaha yang berhasil bangkit dari keterpurukan berkat kasih karunia Tuhan.

Pria kelahiran Palembang, 6 September 1967 ini merupakan anak dari keluarga yang mapan. Orang tuanya memiliki usaha yang cukup moncer pada zamannya. Hal tersebut membuat kehidupan Andy tercukupi dengan sangat baik, terutama dalam hal Pendidikan.

Ketika duduk di bangku SMA, Andy memiliki cita-cita ingin melanjutkan pendidikan tinggi di USA. Namun, keinginannya tersebut ditentang orang tuanya karena kondisi ekonomi keluarga sedang dalam pergumulan.

Kondisi tersebut membuat suami dari Yulia Idulfitri ini kecewa dan melampiaskannya dengan “kabur” ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan. Sayangnya, kampus incarannya di Jakarta sudah tidak lagi menerima mahasiswa baru.

Tapi Andy tidak menyerah. Ia langsung mencari informasi kampus mana yang masih menerima pendaftaran mahasiswa baru. Akhirnya, ia mendaftar di Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan lolos.

“Saya ingin masuk fakultas hukum tapi orang tua menginginkan masuk fakultas ekonomi. Sejak itulah saya terdaftar menjadi mahasiswa fakultas ekonomi UKI,” katanya dan menambahkan dirinya diwisuda tahun 1992 serta sejak tahun 1990 ia juga menempuh pendidikan di sekolah pedagang perantara efek.

Andy bersyukur bisa kuliah di UKI karena diajar oleh dosen yang memiliki kredibilitas, diantaranya mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) I Putu Gede Ary Suta, Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan V (1988-1993) Prof. Drs. Johannes Baptista Sumarlin, Menteri Muda Urusan Perumahan Rakyat di Kabinet Pembangunan III Cosmas Batubara, mantan Komisaris Utama PT Bursa Efek dan Menteri Kehutanan RI pada Kabinet Persatuan Nasional 2001 Marzuki Usman.

Baca juga:  Pandangan Gereja Bethel Indonesia Tentang Tritunggal.

Tuhan Tolong

Tahun 1990, ayah dari Jeresa ini bekerja di Bursa Efek Indonesia. 5 tahun setelah itu, ia memutuskan keluar dan membuka usaha sendiri yaitu menjual buah dan snack. Apa yang digelutinya berhasil dan usahanya berkembang pesat.

Sayangnya, tahun 1998 ketika kerusuhan ruko tempatnya berjualan ikut dijarah dan membuatnya rugi dan bangkrut serta memiliki hutang. Tidak mau lari dari tanggung jawab, Andy memilih bernegosiasi dengan bank dan importir untuk keringanan dalam pembayaran hutang. “Seperti kesamber petir di siang hari bolong. Saat itu yang tertinggal adalah hutang miliaran rupiah,” tuturnya.

Dalam masa yang sulit itu ia justru mengalami perjumpaan dengan Tuhan. “Tuhan tidak butuh uangmu. Tuhan butuh hatimu,” kira-kira kalimat itu yang ia dengar dari Tuhan.

Ayah dari Jeremy ini pun mulai menata kehidupan rohaninya. Tepatnya bulan Oktober 1998 ia mulai ikut ibadah tengah minggu di salah satu gereja yang berada di Jakarta Design Center, Jakarta.

Bersama Anton Abednego, temannya, Andy mulai aktif ikut ibadah dan pelayanan. Perlahan-lahan rohaninya pun bertumbuh dan belajar menyerahkan hidupnya pada rencana Tuhan.

Baca juga:  Begini Doa dan Puasa yang Benar dalam Ajaran Kristen

Puji Tuhan, apa yang diimani benar-benar terjadi. Tuhan memberikan cara-cara yang ajaib sehingga ia bisa melunasi hutang dan membangun bisnisnya seperti sedia kala hingga kembali meraih kesuksesan.

Ia mengakui bahwa keuntungan dari bisnis yang ia geluti setelah bersama dengan Tuhan jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Ia merasakan kasih Tuhan begitu besar.

Hanya saja, tahun 2010 berbagai aset yang ia miliki mendadak hilang dan dirinya dituduh menggelapkan sertifikat. Ayah dari Jesica ini pun berusaha mati-matian mempertahankan apa yang memang ia miliki. Namun, semua usahanya sia-sia. Secara hukum dirinya justru diputus bersalah sehingga harus masuk jeruji besi selama beberapa bulan.

Andi Salim, istri dan anak-anak.

Meskipun begitu, ia tetap setia dan berserah. Di balik jeruji besi ia tetap bersyukur dan mengampuni orang yang telah memfitnahnya. Di sisi lain, ia juga melakukan banding.

Hasilnya, setelah melewati serangkaian proses Tuhan memberikan kemenangan dan aset-asetnya kembali. Kejadian tersebut Andy anggap sebagai cara tuhan untuk menguji imannya dan ia berhasil menang dalam ujian tersebut.

Diakhir perbincangan, Andy mengajak umat untuk terus percaya dan mengandalkan Tuhan seperti ayat emas yang senantiasa ia pegang yaitu Yeremia 17:5-7. Tidak lupa terus menjadi teladan dalam pekerjaan maupun pelayanan. (Kontributor: LN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here