Pesan Perdamaian Paus Fransiskus Saat Lawatan ke Irak

0
Saat kunjungan Paus Fransiskus di Irak untuk menyapa otoritas sipil

Jakarta – Pemimpin tertinggi Katolik Paus Fransiskus, mengunjungi Irak, Jumat (05/03/2021), dalam rangka menyemangati masyarakat Kristen Irak yang selama ini sudah menderita bersama warga Irak umumnya. 

Di depan otoritas Irak, korps diplomatic dan perwakilan masyarakat sipil di Istana Presiden, di ibu Kota, Baqhdad, Paus Fransiskus mengatakan krisis yang dihadapi Irak dapat diatasi dengan membangun masyarakat berdasarkan persatuan persaudaraan, solidaritas dan kerukunan melalui tindakan nyata kepedulian dan pelayanan.

“Lebih baik dari sebelumnya, dan dengan membentuk masa depan lebih berdasarkan pada apa yang menyatukan kita daripada apa yang memisahkan kita.” Katanya. 

Bagi Paus Fransiskus, dampak bencana perang, momok terorisme, dan konflik sektarian yang telah melanda Irak selama beberapa dekade, sering kali didasarkan pada fundamentalisme yang tidak mampu menerima hidup berdampingan secara damai dari kelompok etnis dan budaya yang berbeda. Itu yang menimbulkan kematian, kehancuran, dan kehancuran. Tidak hanya secara materi tetapi juga menyebabkan patah hati dan luka yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sembuh. 

 “Korban tak berdosa dari kekejaman brutal dan tidak masuk akal, dianiaya dan dibunuh karena agama mereka, dan yang identitas serta kelangsungan hidupnya terancam.”tutur Paus Fransiskus

BACA JUGA  PGI Mengimbau Gereja – gereja di Indonesia Merayakan Natal Virtual dan Hindari “Open House”

Pada kesempatan itu, Paus Fransiskus, mengatakan dengan cara memandang antar sesama sebagai anggota keluarga dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis yang efektif dan melahirkan generasi masa depan dunia yang lebih baik, lebih adil serta lebih manusiawi.

Sebagaimana yang dilansir dari laman resmi Vanticannews.com, Paus Fransiskus mengatakan masyarakat yang menghayati kesatuan persaudaraan dalam solidaritas satu sama lain akan menjadi lebih baik. 

Paus Fransiskus, menyatakan kesedihannya yang mendalam atas kehancuran dan kekejaman yang tidak terhitung yang dialami rakyat Irak. Dan bersaman dengan itu 

Bapa Suci menegaskan ia ada di antara rakyat Irak, sebagai peziarah perdamaian dalam nama Kristus, Pangeran Damai. 

“Semoga tindakan kekerasan dan ekstremisme, faksi dan intoleransi berakhir! Semoga ada ruang bagi semua warga negara yang berupaya untuk bekerja sama dalam membangun negara ini melalui dialog dan melalui diskusi yang jujur, tulus, dan konstruktif. “harapnya.

Paus Fransiskus juga mengingatkan komunitas internasional untuk mempromosikan perdamaian di Irak dan di Timur Tengah secara keseluruhan. Sekaligus berterimakasih kepada negara-negara dan organisasi internasional, termasuk badan-badan Katolik yang bekerja di Irak untuk membangun Kembali dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi.

BACA JUGA  Perjalanan Pdt. Yusak Itong Surjana Terpapar Covid-19

Paus Fransiskus mengingatkan, komunitas internasional untuk terus bertindak dalam semangat tanggung jawab bersama dengan otoritas lokal, tanpa memaksakan kepentingan politik atau ideologis.

Disis lain Paus Faransiskus menjelaskan Agama pada hakikatnya melayani perdamaian dan persaudaraan. Karenanya, nama Tuhan tidak dapat digunakan untuk membenarkan tindakan pembunuhan, pengasingan, terorisme, dan penindasan.

Diakhiri, Paus Fransiskus mengatakan, Gereja Katolik di Irak ingin bekerja sama secara konstruktif dengan agama lain dalam melayani tujuan perdamaian, “Kehadiran orang-orang Kristen di tanah ini, untuk berkontribusi bagi kehidupan bangsa karena merupakan warisan yang kaya yang ingin terus mereka tempatkan untuk melayani semua,”katanya.

“Partisipasi mereka dalam kehidupan publik, sebagai warga negara dengan hak, kebebasan dan tanggung jawab penuh, akan menjadi kesaksian bahwa pluralisme yang sehat dari keyakinan agama, etnis, dan budaya dapat berkontribusi pada kemakmuran dan kerukunan bangsa.”tegasnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here