Pesan Webinar Dies Natalis ke-33 Yayasan Bhumiksara: Pentingnya Integritas

0
Yayasan Bhumiksara
Para pendiri Yayasan Bhumiksara. (Foto: dok laman Yayasan Bhumiksara)

Jakarta – “Kepemimpinan Berintegritas dalam Menyongsong Tatanan Masyarakat Baru” merupakan tema yang diangkat dalam webinar dalam rangka Dies Natalis ke-33 Yayasan Bhumiksara, Sabtu (17/4/2021).

Hadir tiga pembicara yang berkompeten, Deputi Kepala Staf Kepresidenan periode 2015-2019 Yanuar Nugroho, Rektor Unika Atma Jaya Jakarta Agustinus Prasetyantoko dan akademisi serta praktisi bisnis Rhenald Kasali.

Membuka seminar, Ketua Pengurus Yayasan Bhumiksara, Ery Seda berharap seminar (webinar) ini bisa menjadi refleksi bagi Yayasan Bhumiksara diusia yang ke-33. Harapannya, pesan dari para pembicara dapat menjadi bekal bagi para pengurus Bhumiksara dalam mewujudkan kepemimpinan yang berintegritas, melayani, unggul, berbelarasa dan inklusif.

“Keluarga besar Bhumiksara merasa penting untuk mendiskusikan bagaimana kepemimpinan beritegritas dapat diwujudkan oleh masing-masing pribadi,” pesannya.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-33 dan Reuni Nasional Bhumiksara, Paulus Januar menjelaskan webinar ini dilakukan dalam rangka memperkuat jaringan. Ia percaya webinar ini akan memiliki dampak besar bagi Bhumiksara.

Sementara itu dalam pemaparannya, Yanuar mengatakan bahwa pemimpin pada dasarnya harus memiliki integritas. Ciri dari seorang pemimpin yang berintegritas yaitu pemimpin yang mau turun ke bawah dan memandang semua sama serta memiliki sikap yang adil.

Baca juga:  Begini Cara Penyanyi Rohani Maria Shandi Sembuh dari Covid-19

Seorang pemimpin, lanjut Yanuar juga harus memiliki rohani yang baik dan seorang pembimbing rohani. Ini penting untuk menjadi pengontrol sekaligus memberikan masukan maupun kritik.

Kemudian pembicara kedua, Agustinus mengatakan pemimpin harus mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi dunia. Pemimpin juga harus selalu belajar untuk meningkatkan kemampuan diri. “Dalam dunia yang berubah aspek-aspek terkait teknologi tidak bisa dihindari. Skill pemimpin harus terus diupgrde,” katanya.

Lebih jauh, pemimpin juga memerlukan pegangan. Pegangan yang dimaksud Agustinius adalah dua dokumen yang dikeluarkan Paus Fransiskus yiatu Ensiklik Laudato Si’ (Puji Bagi-Mu) dan Fratelli Tutti (Saudara Sekalian).

Di sisi lain, pembicara ketiga, Rhenald Kasasli menyoroti pentingnya peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai integritas kepada anak sejak dini. Pasalnya, rumah tangga merupakan dasar bagaimana integritas ditanamkan pada diri seseorang.

Nilai-nilai integritas tersebut, kata Rhenald akan menjadi bekal bagi seorang anak dalam menyongsong masa depannya. “Manusia tengah mengalami disinformasi karena kelebihan informasi dan kesulitan memvalidasi, kesulitan membedakan mana yang benar dan tidak benar. Integritas yang dimiliki sejak dini diperlukan sebagai bekal di masa depan,” tuturnya.

Baca juga:  Millenials Family Conference, Perlengkapi Pasangan Milenial dalam Membangun Kehidupan Pernikahan

Sekilas Yayasan Bhumiksara

Dilihat dari laman resminya, Yayasan Bhumiksara didirikan tanggal 20 Maret 1988 oleh para cendekiawan Katolik yang tergabung dalam Forum Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK). Para cendekiawan tersebut seperti Romo Prof. Dr. AM Kuylaars Kadarman SJ, Drs. Frans Seda, Prof. Dr. Anton N Moelino, Romo FX Danuwinata SJ, Jonahes Sadiman dan tokoh lainnya.

Kata “Bhumiksara” berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya garam dunia. Yayasan ini mendapatkan legitimasi hukum berdasarkan akte notaris Miryam Magdalena Indriyani Wiardi, SH, No. 50 bertanggal 22 April 1988 di Jakarta.

Yayasan ini menjalankan program pendampingan kader dengan fokus pada pengembangan spiritualitas dan integritas pribadi serta kualitas kepimimpinan para cendekia. Seperti program kaderisasi orang muda melalui Bantuan Beasiswa Pemapan (Pemimpin Masa Depan) dan lokakarya kepemimpinan berintegritas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here