PGI Imbau Gereja – Gereja Berdoa dan Membantu Korban Bencana

0
Dari gedung ini imbauan PGI disebarkan ke Geraja - gereja dan umat Kristiani ( foto : tabloidmitra.com)

Jakarta – Awal tahun 2021 Indonesia dilanda “duka” dengan banyaknya bencana. Situasi itu semakin membuat miris karena terjadi di tengah pandemi Covid-19.  

Majelis Pekerja Harian (MPH), Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sebagai lembaga keumatan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas sejumlah bencana, dan mengungkapkan belarasa terhadap keluarga-keluarga yang terdampak dan duka mendalam atas korban jiwa.

Rabu, (20/01/2021), PGI mengeluarkan siaran pers, yang berisi imbauan. Pertama, agar gereja – gereja membawakan dalam doa-doa syafaat di keluarga maupun komunitas, seraya juga menopang para korban dengan mengumpulkan bantuan sebagai wujud kepedulian sesama anak bangsa. Secara khusus PGI telah mendorong PGIW Kalsel dan PGIW Sulselbara untuk mengkoordinasikan bantuan bagi korban banjir di Kalsel dan korban gempa bumi di Sulbar. Selain emergensi respons, gereja perlu melibatkan diri dalam program trauma healing serta program pemulihan dan pemberdayaan ekonomi warga;

Baca juga:  Ketum GBI Ajak Umat Kristiani Bersatu, Berdoa Untuk Keluarga Korban Pembunuhan Sadis di Sigi

Kedua, MPH-PGI meminta perhatian pemerintah, khususnya BNPB untuk turun tangan dan agar tak seorang pun korban yang terabaikan. Pemerintah juga perlu segera merekonstruksi kerusakan – kerusakan yang terjadi agar roda kehidupan masyarakat segera pulih;

Ketiga, rentetan bencana yang terjadi, selain murni bencana alam, juga terjadi karena ulah manusia yang telah memperlakukan alam secara tidak proporsional. Selama ini kita telah begitu lama memunggungi sungai, laut, sungai dan rawa-rawa. Dan alam memiliki caranya sendiri untuk meneriakkan rintihannya, antara lain dengan banjir, longsor dan lain-lain. Ragam bencana ini mengajak kita untuk introspeksi dalam memperlakukan alam;

Baca juga:  Pdt.Sadikun Lie : Rohaniawan Menjadi Pewarta Kabar Sukacita disaat Pandemi

Keempat, di sisi lain, menyaksikan respons masyarakat terhadap ragam bencana ini, terlihat sekali masih kurangnya kesiapan masyarakat perihal mitigasi bencana. Hal ini mengingatkan kita untuk lebih waspada terhadap berbagai kemungkinan bencana mengingat kepulauan nusantara ini sangat rentan akan bencana alam. Ke depan, seluruh elemen masyarakat harus dipersiapkan sungguh- sungguh untuk deteksi dini dan kewaspadaan menghadapi bencana.

Demikian siaran pers yang berisi imbauan ditandatangani, Humas PGI, Philip Situmorang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here