PGI Menghimbau Warga Gereja Terus Ikut Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19

0
Ilustrasi : PGI Menghimbau ibadah natal lewat virtual untuk memutus rantai persebaran Covid 19

Majelis Pengurus Harian (MPH) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengeluarkan surat himbauan terkait Persidangan Gerejawi dan Perayaan Natal di masa Pandemi.

Surat himbauan dengan nomor : 84/PGI-XVII/2020 ini ditulis bersifat penting dan segera, ditujukan kepada Pimpinan Gereja Anggota PGI, Pimpinan PGOIMW/SAG, Pimpinan Jemaat-jemaat POUK, Pimpinan Lembaga Mitra PGI.

Dibuka dengan salam sejahtera dalam kasih Kristus! Di tengah sukacita pengharapan, PGI menyapa Bapak/Ibu yang sampai saat ini masih bergumul menghadapi pandemi Covid-19; Kiranya penyertaan dan penghiburan dari Tuhan senantiasa bersama Bapak/lbu.

PGI sangat menghargai upaya Bapak/Ibu dalam memutus mata rantai penularan virus yang
telah melanda negeri ini, terutama dengan menahan diri untuk tidak melakukan persekutuan secara ragawi selama beberapa bulan terakhir ini.

Hingga kini, masyarakat masih menyaksikan laju penambahan kasus yang terus meningkat, Lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia kini telah meninggal karena virus tersebut. Di Indonesia sendiri penambahan kasus baru terus terkonfirmasi dengan angka – angka kematian.

“Kita semua sangat berduka dengan itu. Kita pun tentu telah melihat dan merasakan dampak pandemi ini di jemaat serta tekanan dan ketegangan yang ditimbulkannya bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari,”tulis dalam surat himbauan ini.

Kurva epidemiologi belum memperlihatkan tanda-tanda bahwa Indonesia telah melewati puncaknya. Berdasarkan data terakhir Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nasional, total kasus aktif yang sempat turun pada awal September 2020 tetapi kembali mengalami kenaikan ke lagi. Tentunya tren kenaikan kasus aktif ini menyulitkan untuk memprediksi kapan pandemi ini akan berakhir. Juga diperhadapkan dengan masalah pelik dengan fenomena orang positif covid tetapi tidak menunjukkan gejala klinis.

Baca juga:  Ignatius Suharyo Pimpin Perayaan Paskah ASN Katolik, Menag Berikan Sambutan

Sementara itu, umat (gereja) pada 29 November 2020 ini akan memasuki masa-masa Adven sebagai bagian dari rangkaian empat minggu Adven menjelang hari raya Natal. Peristiwa Natal seringkali dilukiskan sebagai kenosis: Allah mengosongkan diri dari keilahian-Nya untuk menjadi manusia, sehingga manusia bisa,pada gilirannya, menghampiri hadirat Ilahi. Merayakan masa Adven di tengah pandemi ini hendaknya
mengingatkan akan solidaritas Allah terhadap kemanusiaan yang penuh dengan penderitaan, kepura-puraan, keserakahan, keegoisan dan kebencian yang mengganggu manusia, sehingga dengan demikian manusia menemukan makna tujuan Allah hadir menyapa. Oleh karenanya, rangkaian ibadah perayaan Adven hingga perayaan Natal mestinya dapat meneladani Kristus yang mengosongkan diri dengan menghindari perayaan-perayaan yang sifatnya berlebihan dan hanya bertujuan memuaskan keinginan
jasmani semata.

Dalam terang itu, PGI mengimbau Pimpinan-pimpinan Gereja, pertama, hendaknya terus mendorong warga untuk senantiasa mengembangkan habitus baru sebagai
bagian dari adaptasi kita terhadap pandemi ini dengan: a), meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mengkonsumsi gizi seimbang, banyak berolah-raga, berjemur matahari pagi atau sore dan hal-hal lain yang bertalian dengan pola hidup bersih dan sehat;

Kedua, terus-menerus menaati protokol kesehatan dengan 3M: memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak.

Ketiga, terkait dengan menjaga jarak ini, PGI mengimbau gereja-gereja sedapat mungkin menghindari pengumpulan umat secara ragawi, termasuk persidangan-persidangan gerejawi. PGI sangat menghargai inisiatif beberapa gereja anggota PGI yang dengan bijak telah melaksanskan persidangan sinode secara virtual, termasuk persidangan sinode dengan pergantian kepemimpinan. Fasilitas yang tersedia dan SDM jemaat yang mumpuni di bidang ini, sangat mampu mendukung penyelenggaraan persidangan sinode secara virtual.

Baca juga:  Sekum PGI Pdt. Jacky Manuputty: Pentingnya Transformasi Pelayanan dan Kepemimpinan di Era Digital

Keempat, untuk perayaan adven dan natal 2020, PGI mengimbau untuk mengutamakan ibadah secara virtual, sehingga setiap keluarga dapat mengikutinya melalui persekutuan yang kecil. Dengan ini diharapkan para anggota keluarga dapat merasakan bahwa rangkaian perayaan Adven hingga malam Natal tidak terletak pada dekorasi mewah maupun semarak cahaya namun pada hati yang terbuka untuk menyambut Sang Juruselamat.

Pada kenyataannya PGI pun menyadari bahwa hal ini tidak mudah karena selama ini persekutuan kita terbentuk dan bertumbuh melalui perjumpaan-perjumpaan ragawi. Namun PGI tetap berharap Gereja-gereja bertahan dalam beragam upaya untuk membela kehidupan dengan ikut serta menghentikan penularan virus yang mematikan ini, meskipun harus mengorbankan banyak kepentingan.

MPH PGI menyatakan terus berdoa agar setiap warga gereja dapat melalui tahun yang berat ini dengan penuh sukacita dan kebesaran hati. Pada akhirnya tetap mengutamakan kasih Kristus sebagai perekat di setiap pekerjaan dan pelayanan yang dilakukan. Yosua 1:9 berkata: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

PGI mengakhiri himbauannya dengan menuliskan, Atas segala upaya dan kerja keras Bapak/Ibu, PGI ucapkan terima kasih. Selamat memasuki dan menghayati minggu-minggu Adven. Imanuell!

Demikian surat himbauan PGI kepada warga gereja di Indonesia, yang ditandatangani oleh Ketua Umum, Pdt. Gomar Gultom dan Sekretaris Umum, Pdt. Jacklevyn F Manuputty. (Vifa5/Vifa6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here