PGI Soal Kasus Teroris MIT di Poso: Pelecehan Terhadap Kemampuan Aparat Keamanan 

0
Ibadah bersama keluarga, pemerintah dan masyarakat. (Foto: Tangkaan layar Youtube Pantekosta TV)

Jakarta – Selasa (11/5/2021) 4 orang petani warga desa Kalomago, Lore Timur, Poso, Sulteng menjadi korban kekejaman kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). 

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) geram dan menyebut peristiwa tersebut sangat sadis serta biadab sehingga tidak bisa ditolerir lagi. 

“Tindakan ini benar-benar di luar perikemanusiaan tak bisa ditolerir. Tindakan biadab ini kembali berulang setelah pembantaian sadis yang dilakukan oleh kelompok yang sama pada akhir tahun 2020. Kami mendesak Pemerintah dan aparat TNI dan Polri menyelesaikan peristiwa teror yang selama ini mengganggu di Poso. Pembantaian berulang pada kurun waktu yang pendek sungguh-sungguh mempertontonkan pelecehan terhadap kemampuan aparat keamanan kita yang seakan tak berdaya menghadapi kelompok teroris ini,” kata Sekum PGI Pdt. Jacky Manuputty dalam keterangannya yang diterima, Rabu (12/5/2021). 

Di sisi lain, PGI mengucapkan belarasa dan keprihatinan bagi keluarga yang berduka. PGI juga memberikan beberapa seruan kepada pemerintah maupun pihak yang terkait, seperti: 

Pertama, mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk meningkatkan upaya penanganan kelompok teroris ini, sehingga tidak lagi jatuh korban warga tak bersalah yang dibantai dengan cara-cara barbar. Masyarakat berhak atas jaminan keamanan dan ketentraman, serta bebas dari segala bentuk terror, dan pemerintah wajib memberikannya. 

Kedua, mengimbau masyarakat setempat untuk tetap waspada, sambil memperkuat ketahanan sosial dan memberi dukungan terhadap upaya-upaya pemerintah  untuk menangani kasus ini. Ketiga, mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersikap proaktif melawan gerakan ekstremisme yang melegalkan cara-cara kekerasan dan teror, karena sungguh melecehkan nilai-nilai luhur agama maupun kebangsaan. 

Diakhir, PGI terus mendoakan dan mendukung upaya pemerintah dalam memelihara keamanan dan ketentraman masyarakat di NKRI yang bebas dari aksi teror serta estremisme. 

GPdI Peduli 

Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdIPdt. Franky Rewah cepat merespon peristiwa tersebut dengan mengirimkan bantuan berupa 2 unit ambulans yang berisi 4 peti jenazah lengkap dengan jas serta perlengkapan untuk para korban. Sekaligus ada bantuan duka untuk para korban. 

“MD GPdI Sulteng secara cepat telah melakukan sentuhan perhatian dengan memberikan 4 Peti jenazah, jas, baju, sepatu bagi para korban meninggal. Serta memberikan santunan berupa uang bagi keluarga korban. Yang paling dibutuhkan saat ini adalah gereja bersatu dalam doa agar Tuhan yang Maha Kuasa segera bertindak sesuai dengan kehendak-Nya,” ungkap Pdt. Franky Rewah. 

Bantuan tersebu diserahkan oleh Sekda MD Pdt. Markus Sigalinging bersama tim kepada keluarga. “GPdI Sulteng memberikan dukungan moril terhadap Keluarga dan Desa yang di timpah duka karena keganasan Teroris. Pemberian bantuan ini sebagai tanda kepedulian dan turut berdukacita kami,” jelasnya. 

“Kami Berduka atas meninggalnya Petani sederhana berasal dari Toraja, pertama, Lukas Lesek (47). Kedua, Paulus Papa (41). Ketiga, Marten Solon (58). Keempat, Simson Susah (72). Doa kita, Tuhan hiburkan seluruh keluarga dan Tuhan lindungi masyarakat Kalimago dan Napu,” tambah Pdt. Franky Rewah. 

MD GPdI Sulsel mengecam keganasan dan tindakan tidak berkemanusiaan teroris MIT. “GPdI berharap dan mendesak TNI dan POLRI terus bergerak hingga meringkus mereka. GPdI juga tetap berdoa agar Tuhan melindungi masyarakat di Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi daerah operasi MIT,” katanya. 

Di sisi lain, Pdt. Franky Rewah turut menceritakan kondisi medan dan daerah kekuasaan teroris MIT yang sangat luas di Poso dan sekitarnya. 

“Hutan belantara kira-kira seluas 50 km X 100 km persegi, dengan luas  5000 km persegi, maka TNI dan POLRI mengalami kesulitan untuk membekuk sekitar 10 orang anggota MIT.  (Tapi) TNI Polri telah berupaya keras namun situasi lebatnya hutan biru yang membentang dari Parigi, Sigi  hingga Poso dan dari TambaranaSulewana hingga Napu sangat rawan dengan kondisi alam bergunung-gunung,” paparnya. 

Baca juga:  Banjiri Medsos dengan Konten Positif untuk Lawan Radikalisme

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here