PGLII: Bom Gereja di Makassar Dilakukan Orang yang Membenci Kehidupan

0
Situasi di depan Gereja Katedral di Makassar setelah adanya ledakan bom bunuh diri (Foto: tangkapan layar Metro TV)

Jakarta – Pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, diungkap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, terafiliasi dengan kelompok yang terlibat peristiwa serupa di Jolo, Filipina.

Ditambahkan, Listyo Sigit Prabowo, salah satu anggota bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, dari Jemaah Ansharut Daulah (JAD). 

Akibat aksi terror tersebut, Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) mengeluarkan pernyataan pers. Pertama, mengecam keras tindakan bom bunuh diri tersebut sebagai kekejian yang hanya dapat dilakukan oleh yang membenci kehidupan dan menghasrati maut dalam keseharian. 

“PGLII meyakini rasa cinta yang hakiki kepada Tuhan akan mewujud dalam sikap saling mengasihi dan menghargai sesama makhluk-Nya yang diciptakan dalam kepelbagaian untuk saling mengenal, serta untuk menjadi insan yang berguna bagi kehidupan bersama.”

Baca juga:  Konser Panggilan "Beyond Normality", Melihat Para Romo, Frater, Bruder dari Sisi yang Berbeda

Kedua, mendoakan para korban luka-luka dan keluarganya, agar kiranya Tuhan memberi kekuatan dalam mengadapi kejadian ini. Serta sekaligus menghimbau umat Kristiani dan Katolik untuk tetap bersikap tenang, menyerahkan proses investigasi kepada aparat pemerintah, sembari merenungkan kasih, pengorbanan dan karya penebusan yang dilakukan Yesus Kristus dalam memasuki pekan suci dan Paskah tahun ini. 

Ketiga, PGLII menegaskan, kebebasan beragama dan beribadah adalah suatu hak yang diyakini oleh semua agama dan kepercayaan. Bahkan mendahului berbagai bentuk dokumen internasional maupun instrumen hukum tertulis yang mengakuinya, karena hak ini datangnya dari Tuhan sendiri. Hal ini menjadikannya bersifat tak dapat dikurangi (non- derogable) dalam kondisi apapun. 

Keempat, mendukung sepenuhnya usaha-usaha keamanan dan hukum yang dilakukan pemerintah untuk mengusut tuntas kejadian ini, serta untuk memberantas terorisme di Indonesia sampai ke akar-akarnya, baik dari segi pelaku, penganjur sampai kepada penyedia dana dan fasilitas. 

Baca juga:  Pihak Sekolah SMA Gidion Lapor Polisi Blanko Ijazah Hilang, Berharap yang Menemukan Dapat Mengembalikan

Kelima, menghimbau tiap pimpinan warga serta masyarakat umum untuk terlibat aktif membantu pemerintah dalam usaha-usaha pemberantasan terorisme, baik melalui pelaporan atas kehadiran orang-orang asing mencurigakan di daerahnya, atau melalui tindakan-tindakan penolakan secara proaktif segala bentuk persuasi dan manipulasi massa yang berupaya menciptakan permusuhan sesama anak bangsa atas dalih apapun. 

Itulah lima point pernyataan PGLII, yang dikeluarkan di Jakarta, 28 Maret 2021, dan ditandatangani Ketua Umum PGLII,  Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th. dan Sekretaris Umum, Pdt. Tommy Lengkong, M.Th. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here