PGLII Kunjungi Papua Bahas Berbagai Isu dengan Para Pimpinan Gereja

0
PGLII di Papua
Pdt. Ronny Mandang menyampaikan pesan dalam perayaan Paskah bersama di Papua. (Foto-foto: dok PGLII)

Papua – Pengurus Pusat Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PP PGLII) mengadakan diskusi dan dialog terbatas dengan para pimpinan gereja Papua di sebuah rumah makan, di Jayapura, Selasa (6/4/2021).

Ikut dalam rombongan PP PGLII, Ketum PGLII Pdt. Ronny Mandang, Ketua III PP PGLII Bidang Lintas Agama dan Hubungan dengan Pemerintah Pdt. Deddy Madong dan Wasekum PGLII Pdt. Robby Repi.

Diskusi yang membahas berbagai persoalan di tanah Papua ini diikuti tokoh dari Keuskupan Gereja Katolik Papua, Sinode GIDI, GKII, GKI Tanah Papua GBI, PGPI, GOI, dan lain-lain. Hasilnya, para tokoh sepakat akan mengadakan aksi nyata untuk memberikan masukan bagi pemerintah, pelatihan dan konferensi.

Ketum PGLII Pdt DR Ronny Mandang mengatakan PGLII terpanggil memberikan masukan dalam rangka penyelesaian berbagai isu Papua dengan berpedoman pada dialog yang tulus dan terbuka.

Papua, lanjut Pdt. Ronny harus didalami dalam dalam kemajemukan dan keberagaman dengan paradigma lintas sektoral, lintas budaya, lintas suku dan lintas agama.

“Penting untuk memperhatikan suara dan harapan dari tokoh agama di level grassroot yang dihormati oleh masyarakat, bukan hanya dilevel struktur atau elit,” ungkap Pdt. Ronny dalam keterangan tertulis yang diterima Vifamedia, Kamis (8/4/2021).

Di sisi lain, Pdt. Deddy Madong mengatakan diperlukan upaya bersama untuk membangun paradigma inklusif di tanah Papua. Ini penting karena masyarakat Papua masih belum terbiasa dengan kemajemukan.

Baca juga:  PGI Mendukung Keberadaan Majelis Rakyat Papua yang Luput dari Perhatian

“Permasalahannya bukan pada ketiadaan konsep dan teknologi untuk mencegah hidup yang eksklusif, tetapi masalahnya ada dalam keengganan kita dalam mempraktekkan konsep dan tehnologi hidup yang inklusif,” katanya.

Pdt Deddy menjelaskan bahwa Kristus yang inklusif merangkul semua; kekayaan gereja digunakan sebagai sarana kesaksian akan kasih-Nya ditengah dunia yang majemuk di Indonesia. Kemudian, umat Kristen percaya pada Kristus yang menganugerahkan kehidupan, bahkan umat lain menjalani imannya yang juga didalam pemeliharaan kasih Allah.

“Karenanya PGLII mengupayakan untuk mengembangkan secara bersama dengan pimpinan gereja untuk membangun paradigma inklusif. Papua merupakan contoh bagaimana toleransi beragama sangat baik. Oleh karenanya pengembangan melalui pembelajaran akan memadukan prinsip-prinsip Alkitabiah serta prinsip Local Capasities for Peace. Diperkaya juga dengan pengalaman berbagai tokoh gereja di Papua,” paparnya.

“Solusi kongkrit yang konsisten, tulus dan berproses diperlukan karena selama ini hanya menjadi wacana seperti Otsus, Pokja Papua, Penelitian LIPI tentang 4 akar masalah di papua, dan lain-lain. Oleh karenanya diperlukan pelatihan, pemahaman dan perangkat aksi bersama dengan sasaran adalah tokoh agama yang didengar, dihormati, diikuti teladannya oleh masyarakat,” tambah Pdt. Deddy.

Baca juga:  DPP PIKI Minta Pengurus Daerah Terlibat dalam Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi

Pdt. Deddy mengatakan diskusi terbatas tersebut diadakan dalam rangka perayaan Jubileum PGLII yang jatuh tahun 2021 ini. Rencananya, puncak perayaan Jubileum akan diadakan di kota Batu, Malang tanggal 17 Juli 2021. Setiap pengurus Wilayah dan Daerah juga diminta mengadakan perayaan Jubilem di lingkup provinsi atau kabupaten atau kotanya masing-masing.

Pada perayaan Jubilem PGLII juga direncanakan akan diluncurkan buku “50 Tahun Jejak Pekabaran Injil PGLII.”

Kemudian, masih dalam rangkaian perayaan Jubilem, PGLII akan menggelar Pelatihan Program Membangun Paradigma Inklusif “Aku Papua” di bulan Juni 2021, Konferensi Pekabar Injil pada bulan Agustus 2021 di Jayapura dan Simposium Misi yang direncanakan akan di selenggarakan bulan November 2021 di Makassar atau Yogyakarta.

Sebagai informasi. Sebelum diskusi terbatas, PP PGLII bersama para pimpinan gereja di Papua dan FKUB Papua merayakan Paskah di Sentani yang difasilitasi Tokoh Agama di Papua Pdt. Lipiyus Biniluk, Senin (5/4/2021).

PP PGLII juga bertemu dengan Wakapolda Papua, Kajati Papua, berdoa sekaligus memberikan sumbangan bagi pembangunan Gereja GIDI di Papua.

Selain itu PGLII bersama Persekutuan Gereja Gereja Di Papua (PGGP) berdoa dan memberikan sumbangan dana bagi saudara-saudara korban bencana alam di NTT dan NTB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here