Pimpin KKR-KI Healing Movement Ministry, Ini Pesan Pdt. Niko Njotoraharjo

0
KKR Pdt Niko Njotorahardjo
Para umat yang sedang sakit dan mengikuti KKR-KI melalui Zoom. (Foto-foto: Tangkapan layar Youtube HMM)

Jakarta – Healing Movement Ministry (HMM) yang biasanya melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani-Kesembuhan Ilahi (KKR-KI) dengan cara keliling Indonesia mengubah format acara menjadi secara virtual karena pandemi. Kini yang menjadi tempat KKR-KI HMM Online bukan lapangan terbuka melainkan Youtube, Facebook dan Zoom.

Seperti pada HMM Online, Kamis (15/4/2021). Nampak para pemusik maupun WL menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker dan menjaga jarak. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat dari para pemusik ini. Mereka tetap bersemangat dan bersukacita mengajak umat memuji Tuhan.

Memulai khorbahnya, Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo mengajak umat kembali mengingat cinta kasih Tuhan lewat momentum Paskah. “Di bulan April ini bicara soal Paskah. Pasah berbicara soal kasih Yesus yang luar biasa untuk kita semua. Alkitab berkata Yesus mati karena dosa kita, Dia dikuburkan dan pada hari ketiga, Dia dibangkitkan,” katanya.

Malam itu Pdt. Niko menceritakan runutan peristiwa mulai Tuhan Yesus berdoa di taman Getsemani, hingga ditangkap, disalibkan, mati, dan bangkit kembali. “Proses kematiannya dimulai dari taman Getsemani, pada waktu itu Tuhan sangat ketakutan untuk menghadapi kematian, sampai peluh-Nya jadi seperti titik darah. Ingat, Dia selain 100% Allah, Dia juga 100% manusia,” jelasnya.

Baca juga:  Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Pdt. Timotius Arifin, Pdt. Dr. Rubin Adi dan Pdt. Gilbert Lumoindong Ikut Menyemarakkan HUT GBI Victorious Family ke-29

Takut, kata Pdt. Niko juga sering dialami umat terlebih di tengah situasi pandemi. Hal itu wajar, tapi ketakutan itu juga perlu dilawan dengan datang kepada Tuhan. “Hidup dan mati kita di tangan Tuhan, bukan karena covid, bukan karena krisis. Saya mau katakan, bagi yang ketakutan datang kepada Tuhan dan katakan ‘Tuhan Yesus tolong saya, lepaskah saya dari rasa ketakutan ini’, Tuhan Yesus pasti mau membantu saudara,” tegasnya.

Lebih jauh, Pdt. Niko berkata umat perlu meniru apa yang dilakukan Tuhan ketika berdoa di taman Getsemani. “Kadang ada orang yang berdoa dan berkata ‘Saya beriman pasti Tuhan mengabulkan doa saya’ pertanyaannya, doa itu keinginan sendiri atau karena Tuhan yang memberikan iman? Sebab Tuhan berkata, percayalah apapun jawaban doa yang diberikan, itu pasti yang terbaik,” katanya dan menyitir ayat dari kitab Roma 8:28 serta Yesaya 55:8-9.

Pdt. Niko juga meminta umat memiliki pengampunan. Seperti yang Tuhan Yesus lakukan setelah ditangkap dan dibawa ke imam besar Kayafas yang sudah bersama para ahli taurat. Sekalipun Dia difitnah, diludahi, disiksa, dan dipukul, tapi Yesus tidak membalas hingga Dia disalibkan dan mati.

“Di atas kayu salib Dia berkata ‘ya Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.’ Mungkin diantara kita ada yang sedang sakit, punya masalah yang datang bertubi-tubi karena hati kotor, tidak bisa mengampuni orang, Alkitab berkata ‘jagalah hatimu dengan kewaspadaan….’,” katanya.

Baca juga:  PGPI dan PGPI-P Dukung Kebijakan Pemerintah “New Normal” dan Menghimbau Gereja Lakukan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Kenapa Dia harus mati dengan cara demikian? Alkitab katakan, tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa,” tegasnya.

Pdt. Niko mengatakan, mukjizat Tuhan dari dulu sampai sekarang masih ada dan akan terus ada. Hal itu yang ia saksikan selama pelayanan KKR-KI sejak tahun 2006-2019 atau sebanyak 318 kali. “2 hal yang dikatakan Yesus supaya umat bisa memperoleh mukjizat kesembuhan yaitu percaya dan bertobat,” tuturnya.

Usai menyampaikan firman Tuhan, Gembala senior GBI Jl. Gatot Subroto ini mengajak umat memuji dan menyembah Tuhan serta diminta mengikuti doa yang diucapkannya. “Ampuni saya Tuhan, ampuni. Tuhan Yesus saya percaya atas korbanMu dan oleh bilur-bilur-Mu saya disembuhkan. Tuhan Yesus saya percaya, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan juru selamat saya, masuklah dalam hatiku, sekarang, ya Tuhan, sembuhkan saya,” demikian doanya.

Setelah itu, Pdt. Ferry memimpin dan medoakan para umat khususnya yang ikut melalui Zoom agar mengalami kesembuhan secara mukjizat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here