Pimpinan Katolik Amerika Bersyukur Gubernur Virginia Resmi Melarang Hukuman Mati

0
Gubernur Virginia Ralph Northam, yang duduk di tengah, menandatangani RUU yang menghapus hukuman mati saat dikelilingi oleh legislator dan aktivis di Pusat Pemasyarakatan Greensville di Jarratt, Virginia, pada 24 Maret 2021. (Foto : dok. AP/Steve Helber).

Jakarta –  Gurbernur Virginia, Ralph Northam secara resmi melarang hukuman mati pada Rabu (24/3/2021), dengan dituangkan dalam undang-undang. Alasan yang digunakannya, hukuman mati pada dasarnya cacat, tidak adil, dan tidak efektif.

“Selama 400 tahun sejarah kami, Virginia telah mengeksekusi lebih banyak orang daripada negara bagian lain. Virginia datang dalam beberapa hari untuk mengeksekusi orang yang tidak bersalah, dan terdakwa Black telah dijatuhi hukuman mati secara tidak proporsional,” ungkap Gebernur Virgina, Ralph Northam, seperti dikutip dari laman web Religion News Service (RNS).

Pemimpin penyelenggara di Virginia Interfaith Center for Public Policy, Pdt. Lakeisha Cook yang hadir dalam penandatanganan itu bersyukur karena hukuman mati telah secara resmi dilarang. “Virginia Interfaith sangat senang bisa bergabung secara resmi dalam perjuangan untuk penghapusan ini. Hari ini kita membalik halaman dalam buku sejarah persemakmuran besar ini, saat kita merayakan berakhirnya hukuman mati,” katanya.

Baca juga:  Natal Bersama GKE DKI Jakarta dirayakan warga Dayak secara online

Cook mengungkapkan, sebelum resmi dilarang, para komunitas iman di Virginia sering mengadakan doa di berbagai tempat hukuman mati. Dan pada bulan Januari untuk menyoroti hubungan historis antara pembunuhan rasis awal dan hukuman mati modern. Pada bulan Februari, hampir 430 pemimpin agama menandatangani tentang surat yang menentang hukuman mati.

Pdt. Cook mengungkapkan pernyataan dari Konferensi Katolik Virginia yang menyuarakan dukungan terhadap undang-undang melarang hukuman mati. Uskup Michael F. Burbidge dari Keuskupan Arlington dan Uskup Barry C. Knestout dari Richmond merilis pernyataan yang mengutip Paus Francis tahun 2020 berjudul “Fratelli Tutti

Baca juga:  Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman: Antara Pandemi dan Gereja, Bersyukur di Tengah Tantangan

“Melalui Konferensi Katolik Virginia kami, kami mendukung undang-undang bersejarah ini yang berkembang melalui Majelis Umum karena semua kehidupan manusia adalah sacral. Kami berterima kasih kepada mereka yang bekerja untuk mewujudkan ini,” demikian pernyataan dari Burbidge dan Knestout.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here