Polres Pandeglang Gandeng GPR Gelar Ibadah Seminggu Sekali

0
ilustrasi Anggota polres Pandeglang dan istri sedang menyanyikan lagu pujian dan penyembahan
ilustrasi Anggota polres Pandeglang dan istri sedang menyanyikan lagu pujian dan penyembahan

PANDEGLANG – Untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan yang maha esa, paraanggota Polres Pandeglang yang beragama Kristen menggelar ibadah Kristiani sekali seminggu yaitu setiap hari Kamis pukul 08.00 – 09.30 WIB. Penyelenggaraan ibadah ini bekerjasama
dengan Gereja Pentakosta Rahmat (GPR) Pandeglang sudah memasuki tahun ke-4.

Menjelang HUT RI ke-75, persekutuan doa Kristiani kembali dilakukan di ruang Wakapolres. Turut hadir Wakapolres Pandeglang Kompol Adrian Tuuk, SIK., MH dan istri, para Kapolsek, dan anggota Polres Kristiani lainnya beserta istri. Jumlah keseluruhan yang bisa hadir sebanyak 22
orang.

Pada ibadah Kamis (13/8/2020), firman Tuhan disampaikan oleh gembala sidang GPR Pandeglang Pdt. Kasedu Niga, M.Th dengan mengusung tema “Kemerdekaan Kristen” dan nats pendukung diambil dari Galatia 5:1.
Di awal khotbahnya, Pdt. Niga mendefinisikan kemerdekaan yang berarti bebas dan tidak ada yang menghalangi untuk melakukan yang diinginkan. Namun kemerdekaan itu pasti disertai oleh perjuangan. “Meski kita sekarang sudah merdeka dari belenggu penjajahan, apakah kita
sudah dimerdekakan dari belenggu dosa? Sebagai orang percaya, kita harus mengerti bahwa Kristus telah memerdekakan kita dari belenggu dosa,” tanya Pdt. Niga.

Baca juga:  Pesan Profetik dari Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Pdt. Timotius Arifin dan Pdt. Dr. Rubin Adi untuk GBI Victorious Family di Usia yang ke-29
Pdt. Kasedu Niga, M.Th ketika menyampaikan firman Tuhan.

Selanjutnya, Pdt. Niga menerangkan bahwa setiap orang percaya sudah dimerdekakan Kristus dari belenggu dosa asal dari Adam dan dosa turunan dari orang tua dan kakek yang bisa berdampak sampai pada keturunan ke-3 dan ke-4.

“Upah dosa adalah maut maka dosa tidak bisa diselesaikan oleh manusia karena dosa menyangkut hubungan kita dengan Tuhan. Jadi hanya Tuhan lah di dalam Kristus Yesus yang bisa menebus dan memerdekakan kita dari belenggu dosa. Oleh karena itu, mari kita taat berdiri teguh di dalam Tuhan dan jangan pernah meninggalkan Yesus karena Dialah yang memerdekakan kita dari ikatan dosa,” pungkasnya.

Baca juga:  Manfaat Quality Time dan Mindful Parenting Dibahas dalam Webinar Keluarga Muda HKBP Tebet

Kepada Vifamedia, Wakapolres Pandeglang Kompol Adrian Tuuk, SIK., MH menjelaskan landasan diadakannya ibadah Kristiani bagi anggota polres Pandeglang yang beragama Kristen.
“Adapun yang melandasi Pembinaan rohani dan mental (Binrotal) di Polres Pandeglang adalah surat dari Mabes Polri dan ditindaklanjuti dengan surat telegram dari Kapolda Banten,” jelas Kompol Adrian.

Wakapolres Pandeglang Kompol Adrian Tuuk, SIK., MH sedang mendengarkan firman Tuhan.

Selain itu, tambah Adrian, juga dituangkan dalam rencana kerja bahwa Binrotal terhadap umat beragama baik Islam maupun Kristen wajib dilaksanakan di masing-masing Polda dan Polres dengan mengundang pendeta atau pemuka agama lain sesuai dengan agama dan kepercayaannya. “Dengan adanya Binrotal ini, bisa membentuk karakter dan kepribadian anggota Polri yang mempunyai jiwa penolong, pelayan, dan pengayom masyarakat sehingga ke depannya institusi Polri semakin dicintai masyarakat dan memberi manfaat kepada pembangunan baik bagi masyarakat kabupaten Pandeglang, juga lebih luas lagi bagi negara Indonesia,” kata Adrian. (Kontributor: HR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here