Prison Fellowship, Konsen Melayani Para Narapidana dengan Membagikan Alkitab

0
Foto: Istimewa

JakartaPrison Fellowship, sebuah pelayanan kristen yang bebasis di Washington DC, Amerika Serikat, memiliki konsen untuk melayani para narapidana. CEO Prison Fellowship, James Ackerman mengungkapkan salah satu pelayanan yang dilakukan adalah membagikan Alkitab kepada para narapidana.

Menurut James, hal tersebut dilakukan karena ingin memberikan kekuatan kepada para narapidana secara rohani. Sejak bermitra dengan Tyndale pada 2018, Prison Fellowship telah mendistribusikan lebih dari 162.000 Alkitab kepada pria dan wanita di penjara.

Tuhan memberi kami semua yang kami butuhkan untuk memenuhi permintaan untuk memasok 100.000 Alkitab itu. Itu, bagi saya hanya menunjukkan kepada Anda ketika Tuhan berada dalam sesuatu, Dia tidak hanya membuka pintu untuk menciptakan permintaan, tetapi Dia menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk memenuhi harapan,” ungkap James.

Baca juga:  Acara Silaturami Nasional Ditjen Bimas Kristen : Pelayanan kepada Umat harus ditingkatkan

Alkitab yang dibagikan adalah The Life Recovery Bible yaitu Alkitab pemulihan terlaris Tyndale. Life Recovery Bible yang berada di bawah New Living Translation, berisikan renungan yang unik berdasarkan pemulihan 12 langkah. Sampai saat ini setidaknya sudah lebih dari 3 juta eksemplar The Life Recovery Bible dicetak dan tersedia dalam bahasa Inggris dan Spanyol.

Baca juga:  Natal Nasional 2020 Dilangsungkan Secara Daring, Penuh Optimis Corona Pasti Berlalu

“Memiliki Alkitab yang berbicara tentang pemulihan dan kebutuhan kecanduan juga menjadi prioritas kami. The Life Recovery Bible oleh Tyndale sangat cocok untuk apa yang kami jelajahi,” kata James.

Dirinya berharap, Alkitab yang diberikan dapat memberikan pencerahan kepada para narapidana sehingga hidupnya menjadi lebih baik. Juga ingin memeberikan pesan bahwa Yesus mampu menyembuhkan dan membawa mereka dalam kehidupan yang baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here