Ps Levina Supit: Iman Kristen Tidak Mengenal Takut

0
Ps Levi Supit
Ps Levi Supit. (Foto: istimewa)

Jakarta – Merujuk pada kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) takut memiliki arti merasa gentar, gelisah atau khawatir. Secara manusiawi hal itu wajar, tapi bagaimana secara iman Kristen?

Ps Levi Supit dalam ibadah Minggu (20/6/202) GBI Victorious Family yang disiarkan secara online melalui kanal Youtube resminya menjelaskan, secara kacamata iman, orang Kristen tidak boleh takut. 

“Saat ini kita mengalami gelombang kedua dari pandemi Covid-19. Rumah sakit sudah penuh, ada banyak keluarga atau kerabat terkena Covid-19. Dampak pandemi ini juga membuat orang terkena PHK, ada masalah suami istri, kesehatan secara emosi juga terpengaruh (stres). Berita itu tentu membuat kita menjadi semakin takut,” katanya mengawali khotbahnya.

“Kita takut melihat keuangan, takut melihat segala sesuatu. Padahal pada saat kita takut, maka apapun yang kita kerjakan berdasarkan takut, kita akan menjadi ragu. Perkataan yang keluar juga perkataan ketakutan,” lanjut Ps Levi. 

Lebih jauh, Ps Levi menyitir ayat dari Habakuk 3:17-18. Dari ayat tersebut Ps Levi ingin mengajarkan tentang sukacita yang dialami seorang Habakuk. 

“Sekalipun dia (Habakuk) mengalami kesusahan, dia tetap bersorak sorai. Kenapa? Karena dia punya iman percaya pada Tuhan,” jelasnya.

Baca juga:  Terus Bertumbuh dan Menjadi Berkat, Refleksi HUT ke-23 GKJ Depok

Ps Levi menuturkan bahwa iman merupakan dasar dari kehidupan orang percaya. Untuk itu, iman yang dimiliki harus kuat dengan cara melekat pada Tuhan lewat doa dan pembacaan firman Tuhan. 

“Iman adalah dasar dari segala yang kita harapkan dan tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Yang  harus tetap kita pegang adalah sesuatu yang belum kita lihat, itu adalah iman percaya kita,” tuturnya. 

Lanjutnya, dalam 1 Tesalonika 3:3 mengingatkan agar apapun kondisinya, Tuhan ingin umat tetap teguh. Ps Levi menegaskan keteguhan bisa didapatkan bila memiliki iman yang kuat.

“Tuhan tidak pernah menjanjikan tidak akan ada masalah dalam hidup kita, Tuhan tidak menjanjikan bahwa langit selalu biru, Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa jalanan kita selalu mulus. Tapi Tuhan berjanji Dia akan menyertai hidup saya dan saudara,” kata Ps Levi.

Menurutnya ada 3 alasan kenapa orang Kristen tidak boleh takut. Pertama, Tuhan akan menyertai di setiap masa. Kedua, Tuhan menyiapkan kemenangan dari setiap kesusahan (Mazmur 23:5). “Dia mengurapi kita dengan perlindungan. Jadi jangan takut dan akan ada kemenangan yang sudah Tuhan berikan,” paparnya.

Ketiga, Tuhan memegang kendali atas kehidupan. Ps Levi menganalogikan bahwa hidup manusia ibarat mobil. Ketika supir yang mengendarai mahir, maka mobil akan berjalan secara baik tanpa ada kecelakaan.

Baca juga:  Ps Conrad Supit dan Visi “Victorious Family” Sejak Tahun 1992

“Ketika kita izinkan Tuhan yang mengendalikan setir, kenapa kita harus takut? Kita tahu Dia ahlinya. Sekalipun jalanan yang tidak bagus, tapi selama yang menyetir Yesus maka kita tidak perlu takut,” katanya. 

Ps Levi meminta umat untuk menguatkan iman dan tidak lagi takut. Sebab, Tuhan selalu merancangkan kebaikkan untuk para umat yang percaya.

“Kita tidak pernah tahu akan masa depan, tapi Tuhan sudah tahu, Dia yang pegang kendali. Dia tahu persis apa yang menajdi kebutuhan saya dan Anda. Untuk itu banyak berdoa untuk keluarga, orang-orang yang kita kenal,” pesannya.

Sebagai informasi. Mulai Minggu 20 Juni 2021 ibadah onsite di GBI Victorious Family di semua cabang ditiadakan. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang meningkat akhir-akhir ini.

Ibadah di semua cabang kemudian dialihkan secara online melalui kanal Youtube GBI Vifa TV pukul 09.00 WIB. Kecuali GBI Victorious Family cabang Bogor, ibadah diadakan melalui Zoom pukul 07.00 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here