PSBB diperpanjang, Sistem Ganjil Genap Masih Belum Berlaku

0
ilustrasi : peraturan ganjil genap yang diterapkan pemda DKI saat initidak berlaku selama masa perpanjangan PSBB. Sumber : mobilmoto.com

Jakarta– Diberlakukannya Perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dari tanggal 26 Januari hingga tanggal 08 Februari 2021 nanti, Dinas Perhubungan DKI Jakarta kembali meniadakan sistem Ganjil Genap di lalulintas DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo. Sumber : beritajakarta.id

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, bahwa sistem Ganjil Genap ditiadakan sampai batas waktu yang belum ditentukan.  

“Sistem Ganjil Genap ditiadakan selama masa PSBB ketat dan diberlakukan sampai batas waktu yang akan diinformasikan kemudian,” ujarnya, Senin pagi (25/01/2021) seperti dilansir melalui media beritajakarta.id.

Syafrin menjelaskan, aturan berlalu lintas  tersebut mengacu kepada Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor 177 Tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi untuk Pencegahan COVID-19 Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

“SK tersebut mengatur pembatasan penumpang, jam operasional, dan mobilitas transportasi umum, kendaraan pribadi, termasuk ojek online dan pangkalan,” tandasnya kepada awak media online.

Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor 177 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Sektor Transportasi untuk Pencegahan Covid-19 Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif berisi beberapa hal sebagai berikut :

1. Pencegahan COVID-19 sektor transportasi pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif meliputi;

a. Pengendalian kapasitas angkut bagi penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

b. Pengaturan waktu operasional sarana transportasi umum.

c. Pengaturan waktu operasional prasarana transportasi umum.

d. Pengaturan operasional ojek online dan ojek pangkalan.

e. Pengendalian mobilitas penduduk melalui pengutamaan penggunaan transportasi pesepeda dan berjalan kaki.

f. Perlindungan terhadap penumpang, awak dan sarana transportasi.

Baca juga:  Hukum Bagi Orang Kristen yang Bertato, Dihapus atau Dibiarkan?

2. Pengendalian kapasitas angkut bagi pengguna moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang sebagaimana dimaksud dalam poin 1 huruf a yang mengangkut orang atau barang dilakukan dengan pembatasan jumlah orang maksimal 50% (lima puluh persen) dari kapasitas angkut pada setiap jenis sarana transportasi dengan batasan jumlah orang sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

3. Pengaturan waktu operasional sarana transportasi umum sebagaimana dimaksud pada poin 1 huruf b pada masing-masing moda sebagai berikut;

a. Transjakarta: 05.00 – 20.00 WIB.

b. Angkutan Umum Reguler: 05.00 – 20.00 WIB.

c. Moda Raya Terpadu (MRT): 05.00 – 20.00 WIB.

d. Lintas Raya Terpadu (LRT): 05.30 – 20.00 WIB.

e. Angkutan Perairan: 05.00 – 18.00 WIB.

f. KRL Jabodetabek: sesuai pola operasional KRL.

4. Pengaturan waktu operasional prasarana transportasi umum beserta fasilitas penunjangnya sebagaimana dimaksud pada poin 3 meliputi terminal bus, stasiun MRT, stasiun LRT, stasiun KRL, dermaga/pelabuhan kapal dan halte bus, menyesuaikan dengan pengaturan waktu operasional sarana transportasi umum.

5. Pengaturan operasional Ojek Online dan Ojek Pangkalan sebagai berikut;

a. Ojek Online dan Ojek Pangkalan diperbolehkan mengangkut penumpang dan wajib menerapkan protokol Kesehatan.

b. Pengemudi Ojek Online dan Ojek Pangkalan dilarang berkerumun lebih dari 5 (lima) orang.

c. Pengemudi Ojek Online dan Ojek Pangkalan saat menunggu penumpang wajib menjaga jarak antar pengemudi dan parkir antar sepeda motor minimal 1 (satu) meter.

d. Perusahaan aplikasi Ojek Online wajib menerapkan Teknologi Informasi Geofencing agar pengemudi tidak berkerumun sebagaimana dimaksud pada huruf b, dan menerapkan sanksi terhadap pengemudi yang melanggar.

6. Pengendalian mobilitas penduduk melalui pengutamaan penggunaan transportasi sepeda dan berjalan kaki sebagaimana dimaksud dalam poin 1 huruf e dilakukan dengan: a. Setiap perkantoran dan pusat perbelanjaan wajib menyediakan: 1) fasilitas parkir khusus sepeda sebesar 10% (sepuluh persen) dari kapasitas parkir tersedia; 2) fasilitas parkir khusus sepeda wajib berada dekat pintu masuk utama gedung, diberi tanda khusus parkir sepeda serta dilengkapi dengan penunjuk arah lokasi; 3) fasilitas shower bagi pengguna sepeda. b.Penyediaan fasilitas parkir khusus sepeda pada halte Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta, terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan/dermaga dan bandar udara yang disesuaikan dengan ketersediaan ruang pada masing-masing prasarana dan diberi tanda khusus parkir sepeda serta dilengkapi dengan penunjuk arah lokasi.

Baca juga:  Banyak Gereja Lokal Tidak Dapat Bertahan Keuangannya di Masa Pandemi Covid-19

7. Perlindungan terhadap penumpang, awak dan sarana transportasi sebagaimana dimaksud dalam poin 1 huruf f, menjadi tanggung jawab operator melalui;

a. menyediakan hand sanitizer yang dapat digunakan oleh penumpang saat menggunakan sarana transportasi.

b. menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) sekurang-kurangnya berupa masker bagi pegawai dan awak sarana transportasi;

c. melakukan disinfeksi sarana transportasi sebelum dan sesudah beroperasi.

8. Pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam poin 2 sampai dengan poin 7 dikenakan sanksi sesuai Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Diharapkan dengan peraturan berlalulintas ini, bisa menekan juga angka persebaran Covid 19 dan pengendalian lalulintas bisa berjalan normal kembali. (Jaya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here