Rabu Abu, Momentum Umat untuk Mematikan Kedagingan

0
Rabu Abu
Rabu Abu (Foto: istimewa)

Tangsel – Rabu Abu merupakan hari pertama umat Kristiani berpuasa dalam rangka masa raya Paskah. Dalam masa-masa ini, umat diminta untuk mematikan kedagingannya dan lebih mempertebal keimanannya pada Tuhan.

“Mematikan diri berarti juga berbicara soal puasa. Puasa berarti mengurangi apa yang kita konsumsi sekaligus berbicara soal mematikan kedagingan apapun yang telah mengaburkan hubungan kita dengan Tuhan,” pesan pendeta jemaat GKJ Pamulang Pdt. Yoshua BP Harapan dalam ibadah Rabu Abu, Rabu (17/2/2021).

Lebih jauh, Pdt. Yoshua mengajak umat untuk merfleksikan pandemi dari sisi yang berbeda. “Di tengah pandemi ini kita cukup sering mendapatkan kedukaan. Namun di sisi lain pandemi juga bisa mengundang kesombongan yang berbeda, mengundang kebesaran diri yang berbeda dibanding yang lain,” paparnya.

Baca juga:  Ibadah Syukur HUT ke-34 GKJ Bulu Dibarengi dengan Emiritasi Pdt. Widodo Suwandi

Pdt. Yoshua meminta umat mengingat kebaikan apa saja yang sudah ditebarkan selama ini. Apakah kebaikan tersebut benar-benar tulus atau ada maksud tersembunyi di baliknya.

“Berbicara soal memberi sedekah, tidak jarang hal ini membuat kita memperlihatkan bahwa diri kita sebagai orang yang memberi. Namun dengan mengingat ketika bersedekah janganlah engkau sombong, ingin dilihat orang, itu sebetulnya ingin mematikan rasa ego kita,” jelasnya.

Baca juga:  PSBB DKI Jakarta Dilonggarkan, GBI Victorious Family Langsung Kembali Adakan Ibadah

Lebih jauh, dalam hal berdoa pun demikian. Rendahkan diri supaya bisa benar-benar mendengar apa yang Tuhan inginkan. “Berdoa bukan berbicara soal kamu yang berdoa tapi soal Allah yang sedang mendengarkan kamu. Dan ketika sedang berdoa kepada Tuhan, matikanlah egomu, rendahkanlah dirimu,” pintanya.

Diakhir, untuk benar-benar menghayati masa pra Paskah ini Pdt. Yoshua meminta umat untuk puasa dari ketakutan, puasa kecemasan, puasa dari pikiran negatif dan puasa emosi. “Sehingga apapun yang kita bagi dalam jejaring pertemanan bukan soal ketakutan melainkan soal kekuatan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here