Rahasia dari Direktur PT. Sumber Mitra Gasutri Dalam Mengukir Prestasi dan Meraih Keberhasilan

0

“Hormati ibumu, maka engkau akan memperoleh kesuksesan” demikian semboyan yang dimiliki pria bernama lengkap Johanes MJB, yang lahir , Solo, 27 April 1953, dalam menggapai cita-cita dan membangun masa depan.

Johanes MJB

Johanes demikian sapaan akrabnya, mengabiskan sekolah dasar (SD) sampai perguruan tinggi di lingkungan Katolik di Solo. “Di SD, saya bisa dikatakan biasa – biasa saja, tapi puji Tuhan hasilnya memuaskan. Ketika di SMP, saya memperoleh ujian akhir dengan hasil cukup bagus , ceriteranya.

“Selesai SMP saya melanjutkan di SMA favorit, SMA Santo Yosep. Lulus SMA, saya berpikir hanya bagaimana melanjutkan pendidikan yang kemudian selesai langsung dapat pekerjaan untuk menghasilkan uang dan hidupnya menjadi lebih baik,”paparnya.

Waktu itu, untuk menentukan melanjutkan pendidikan dari SMA, bukanlah hal yang mudah bagi anak ketiga dari empat bersaudara ini, pasalnya hanya pendidikan SD-SMA saja orangtuanya harus bersusah payah mencari uang untuknya sekolah. Apalagi saat di Pendidikan tinggi.

“Orang tua saya bekerja keras untuk menyekolahkan anak-anaknya. Terus terang saja, mereka memaksakan diri untuk biaya saya sekolah karena mereka melihat saya diantara anak-anaknya yang paling serius sekolah,” katanya dan peristiwa itu membuatnya sadar dan menjadi titik balik untuk lebih baik lagi dalam hidup, dengan giat untuk menyelesaikan pendidikannya.

Walau begitu, Johanes mengaku, sebagai seorang anak laki-laki dirinya tidak bebas dari kenakalan yang ada pada zamannya.

Tepat tahun 1972, Johanes masuk kuliah di Politeknik milik lembaga pendidikan Katolik. Saya memilih di Politeknik karena mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Menempuh pendidikan di lingkungan Katolik, tentu membuat pembaca menduga, Johanes lahir di tengah keluarga Katolik, tidak. Ia dilahirkan di tengah keluarga yang berbeda keyakinan. Sang ibu dari kharismatik atau gereja Bethel, sedangkan sang ayah seorang yang belum percaya Tuhan. “Hari minggu saya ikut ibu ke gereja,”katanya.

Baca juga:  AVENT CHRISTIE, MANTAN AKTOR LAGA YANG SEKARANG DIPAKAI TUHAN LUAR BIASA UNTUK MELAYANI

Bermodalkan pendidikan dan nilai serta ijazah yang diperolehnya di lembaga pendidikan Katolik, Johanes merantau ke ibu kota negara, Jakarta, untuk memperjuangkan hidup. “Setelah selesai kuliah saya ke bekerja di Jakarta,”katanya.

Bekerja di Jakarta, Johanes, tidak hanya berhasil mengukir prestasi dalam sebuah perusahaan Jepang tetapi juga ‘berhasil’ menambah jumlah keluarga di keluarganya, yaitu mendapatkan pendamping hidup. “Saya perpacaran dengan seorang gadis bernama, Rose yang kemudian kami menikah. Istri saya dari gereja protestan. Tetapi istri saya ikut liturgi yang saya anut,”ungkapnya.

Berjalannya waktu, anaknya yang bersekolah di sekolah Kristen makin ‘mendalam’ mengikuti ajaran kristen. “Pada akhirnya saya mengikuti anak yang makin aktif mengikuti ajaran Kristen. Sekarang ini saya di Kristen, Bethel sudah 26 tahun,”ungkapnya.

Kehidupan yang lebih baik karena berkat dari doa seorang ibu. (INI JUDUL KECIL YA JAYA)

Di perantauan, di Jakarta, tidak membatasinya untuk memberikan perhatian dan kasih sayangnya pada ibunya. “Yang saya ingat, setelah tiga bulan bekerja di Jakarta, saya langsung membelikan televisi untuk ibu saya,”ungkapnya bahagia, apalagi ketika ia pulang ke rumah orang tuanya di Solo, dan sambil ngobrol, mengajak makan sama-sama ke sebuah rumah makan.

Kesuksesannya di Jakarta, diakuinya bukan semata-mata kemampuannya tetapi karena ada doa dari orang tuanya. “Lebih dari semua itu karena saya sangat menghormati orang tua, terutama menghormati Ibu. Sekali lagi karena doa-doa dari ibu saya, pelan-pelan karier saya naik, dan sambil bekerja bisa punya perusahaan sendiri,”tuturnya dan menghimbau pembaca untuk mengormati sang ibu masing-masing kalau ingin berhasil dan sukses.

Baca juga:  Nubuatan Reinhard Bonnke kepada Ps Abraham Conrad Supit yang Kini Jadi Kenyataan

“Kita bisa lihat kalau saudara, teman atau kenalan menghormati ibunya, pasti hidup mereka menjadi sukses. Menghormati ibu bukan nanti karena kita banyak harta tapi kita harus sungguh-sungguh dari hati terdalam menghormati ibu kita,”nasehatnya seraya mengungkapkan penyesalan karena belum banyak menyenangkan hati mamanya sudah dipanggil Tuhan. “Sebelum saya menikah ibu saya sudah meninggal,”katanya.

Keberhasilan Tidak Harus Menjadi Sombong (INI JUDUL KECILNYA)

Pada tahun 2002 Ayah dari Ignatius M mengakui kesuksesan mulai diraihnya. Sampai saat ini diperusahaannya (PT Sumbet Mitra Gasutri) yang berada di daerah Bogor memiliki 1300 orang dengan bergerak dibidang eksport garmen.

Keluarga Johanes MJB.

Keberhasilan dan kesuksesan yang diperoleh dari kerja kerasnya tidak membuatnya makin sombong. Justru semakin giat dan rajin ke gereja untuk mencari Tuhan. “Terima kasih Tuhan karena sudah memberkati. Lewat berkat Tuhan itu saya bisa lebih lagi rendah hati kepada Tuhan lewat semua orang,”syukur Johanes yang dalam pantaun vifamedia, dimana tidak membatasi pergaulannya.

Bahkan saat janjian dengannya di STT REM dimana ia menjabat sebagai Ketua I, vifamedia malah secara tidak sengaja bertemu di sebuah warung kaki lima sedang minum kopi dan berbincang-bincang ringan dengan pemilik warung kopi dan beberapa orang yang sedang menikmati kopi. “Wah, bapak (vifamedia) kok ke sini,”katanya ketika vifamedia rencana mau mampir di warung kopi.

Saat itu juga Johanes mengajak untuk ke ruangan yang ada di STT REM, yang tidak jauh dari warung kopi.

Lewat perbincangan itu, terungkaplah kesaksian yang di atas. (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here