Rahasia Mengetahui dan Mengembangkan Kecerdasan Anak Sejak Dini

0
BPK Penabur
Tangkapan layar VIrtual Paduan Suara anak-anak BPK Penabur dalam Webinar Raise The Star

Jakarta – Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya cerdas. Namun faktanya masih banyak orang tua yang salah menilai kecerdasan yang dimiliki anaknya. Salah satu faktor yang mempengaruhi karena kesibukan pekerjaan.

Psikolog Dr. Christin Whibisono menjelaskan kecerdasan dan bakat seorang anak patut diketahui dan dikembangkan sejak dini. Hal ini perlu dilakukan supaya para orang tua tahu cara mengembangkannya.

“Pertama, bisa dilihat dari keturunan (bakat yang dimiliki kedua orang tua). Kedua, perhatikan komentar guru di sekolah (tentang performa belajar sang anak). Ketiga, lihat dari kebiasaan apa yang dilakukan anak yang sampai menyita waktunya,” kata Christin seperti dikutip dalam webinar “Talkshow: Raise The Star – Bagaimana Menemukan dan Mengembangkan kecerdasan Majemuk Anak”, Kamis (11/2/2021).

Dalam webinar yang digelar interaktif – tanya jawab secara online tersebut juga hadir narasumber lainnya seperti Michael Tjandra (orang tua peserta didik BPK Penabur Jakarta) dan Kumalasari Onggobawono (Kepala Divisi Pendidikan BPK Penabur Jakarta).

BACA JUGA  4 Cara Bebas Utang Ala Kristen

Christin menjelaskan ada 8 kecerdasan majemuk yang perlu diketahui seperti linguistik, logika matematika, musikal, kinestetik, visual spasial, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Untuk dapat mengetahuinya dibutuhkan kedekatan antara orang tua dan anak.

“Jadi sebenarnya tidak perlu harus menggunakan psikotes. Amati dari sehari-hari. Kalau psikotes itu istilahnya selfie. Untuk itu diperlukan kedekatan dengan sang anak agar mampu melihat kelebihan dari sang anak,” jelasnya.

Kuantitas, lanjut Christin juga diperlukan bagi orang tua untuk dapat mengetahui bakat sang anak. “Kondisi pandemi ini justru mengembalikan kondisi parenting yang sebenarnya khususnya untuk anak usia dini hingga SD,” ucapnya.

Menurut Christin, bila memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui kelebihan sang anak secara teori sama. Hanya saja, diperlukan pe pendekatannya saja yang agak berbeda. “Diperlukan kedetakan yang lebih lagi. Kenali anak lewat keseharian mereka.”

BACA JUGA  Kerjasama Diperlukan Kaum Perempuan untuk Menghilangkan Diskriminasi

Soal hobi, Christin menjelaskan setiap orang tua harus mendukung hobi yang dilakukan sang anak sejauh hal tersebut mendatangkan manfaat yang positif. Sebab bisa saja hobi yang dilakukan sang anak adalah kecerdasan mereka. “Seperti HP yang sedang dicas. (Melakukan hobi) membuat anak menjadi senang dan gembira,” kata Christin.

Sementara itu dalam sambutan, Ketua BPK Penabur Jakarta Antono Wiyono mengatakan webinar ini dilakukan supaya orang tua mengetahui kelebihan sang anak sejak dini dan tahu cara mengembangkannya.

“Kita ingin anak-anak melakukan hal yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Kita tahu saat ini di dunia ada banyak pekerjaan dan kedepan akan lebih banyak kekhususan dalam bidang pekerjaan. Sehingga diperlukan kita mengetahui bakat sang anak supaya bisa (membantu untuk) mengembangkannya,” kata Tono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here