Rahasia Selamat dari Maut

0

Semasa hidupnya, bisa dibilang Johny Pardede bergelimang harta. Namun, tidak untuk rohaninya. Pria keturunan Batak ini semasa muda memiliki hidup yang kelam, penuh dengan dosa. Sampai Tuhan harus tegur dengan berbagai kejadian yang hampir merenggut nyawanya.

Kejadian yang pertama dialami Johny antara tahun 1980-1990an. Ketika itu, ia yang memang terlahir dari keluarga kaya raya, TD Pardede membeli sebuah pesawat kecil. “Suatu hari saya melapor ke almarhum bapak bahwa saya baru membeli pesawat terbang kecil dari Jakarta untuk kapasitas dua orang penumpang. Saya bilang, saya mau naik pesawat kecil tersebut. Tapi almarhum langsung tegur ‘jangan kau sekali kali naik itu!’,” ungkap Johny.

Johny Pardede. (Foto: istimewa).

Larangan itu awalnya dipatuhi tapi karena rasa ingin tahu yang begitu besar, Johny nekat memakai pesawat tersebut dengan bantuan seorang pilot. “Waktu posisi pesawat sudah berada di atas udara saya sampaikan ke pilot ‘boleh saya yang bawa?’ kemudian sang pilot menjawab ‘OK’,” katanya.

Disaat itulah malapetaka terjadi. Johny yang tidak memiliki pengetahuan soal menerbangkan pesawat, justru membuat pesawat kehilangan kendali dan terjatuh. “Sepengatahuan saya mengemudikan pesawat itu sama halnya dengan mengemudikan mobil, putar setir ke kiri, putar ke kanan. Eh ternyata malah pesawat posisinya miring ke bawah dan akhirnya terjatuh. Untung saja jatuhnya tepat di perkebunan helvetia dan pepohon menahan jatuhnya pesawat. Andaikata jatuhnya diluar kebun pasti pesawatnya sudah hancur dan bisa mengakibatkan kematian,” ceritanya.

Dari kejadian tersebut, Johny mengalami retak pada bagian tulang leher dan pilot pada bagian telapak kaki mengalami patah. “Itu akibat tidak mau dengar nasihat orang tua. Bapak saya sudah larang sebelumnya akan tetapi saya tetap melakukakannya. Itu sebabnya kita harus mau mendengar nasihat baik orang tua,” pesannya.

Baca juga:  Mukjizat Tuhan Menyelamatkan Nyawa Ros dari Kecelakaan Maut

Tahun 1992, Johny kembali mengalami kejadian serupa. Kali ini terjadi ketika dirinya berada di Puket, Thailand. Ketika itu, Johny tidak mengindahkan larangan untuk tidak berenang di pantai. “Jadi hanya saya sendirian yang berenang, kira-kira sejauh 15 meter dari bibir pantai. Ternyata tiba-tiba datang ombak ganas. Saya pun terbawa arus, terhempas dan tenggelam. Saya berteriak tapi tidak ada yang menolong,” katanya.

Johny bersama orang Italia yang menolongnya di Puket. Foto DOK PRI

Dalam situasi antara hidup dan mati, untuk pertama kalinya Johny teringat akan Tuhan. “Akhirnya saya berseru kepada Tuhan untuk pertama kali selama hidup saya dengan suara yang kuat sekali. Saya teriak ‘Tuhan tolong aku.’ Ajaibnya hanya beberapa detik sehabis saya berteriak itu tiba-tiba ada tangan orang bule yang memegang leher saya dan selanjutnya tarik saya ke pantai,” ungkapnya.

Setelah selamat, Johny seperti amnesia alias langsung lupa dengan Tuhan yang telah memberikan pertolongan. Hidupnya pun masih sama yaitu penuh dengan dosa.

Kejadian lainnya terjadi tahun 1994. Ketika sedang terjadi perselisihan sesama keluarga, Johny ditikam 5 kali di Hotel Danau Toba, Medan. Namun lagi-lagi, lewat pertolongan Tuhan Jonhy masih bisa diselamatkan. “Dalam keadaan terluka saat itu tiba-tiba ada perwira tentara yang kebetulan berada di hotel, beliau yang saat ini menjadi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Saya dilarikan ke salah satu rumah sakit dan menjalani perawatan hingga sembuh,” ceritanya.

Bertobat

Kehidupan Johny saat itu benar-benar tidak sesuai dengan firman Tuhan. Entah sudah berapa perempuan yang ditidurinya dan entah sudah berapa gelas minuman keras yang sudah ia minum.

Baca juga:  Ini Pesan Profetik Dibalik Lirik Lagu-lagu Doa bagi Indonesia

Suatu hari secara tiba-tiba perut Johny sakit selama kurang lebih 2 minggu dan berat badannya turun sebanyak 10 kg dalam waktu yang singkat. Kejadian ini membuat Johny berpikir dirinya terkena AIDS. “Saya periksa ke rumah sakit, minta cek darah. Singkat cerita sebelum dapat hasil akhirnya saya berdoa demikian ‘Tuhan kalau penyakit saya ini tidak serius dan saya bisa sembuh saya janji akan bertobat’,” ungkapnya.

Setelah hasilnya keluar, rupanya sakit yang dideritanya tidak begitu berbahaya. Dirinya hanya diberikan saran untuk makan dan minum vitamin. “Saya tanya dokter, kenapa saya sakit dan berkurang berat badan drastis 10 kg? Lalu dijawab sama dokter karena efek samping dari makan obat kurus berlebihan sehingga berpengaruh ke bagian usus,” katanya.

Semenjak itu, Johny benar-benar menepati janjinya kepada Tuhan. Perlahan-lahan ia mulai meninggalkan dunia hitam dan mulai mempelajari firman Tuhan. Ia ingin hidupnya berubah 180 derajat.

Dari perenungannya, Johny tahu yang membuatnya bisa lolos dari maut karena kasih karunia Tuhan. Johny pun memahami keselamatan yang berulang kali ia peroleh karena ada maksud Tuhan yaitu ingin dirinya terlibat penuh dalam dunia pelayanan dan menjadi saksi bagi banyak orang. “Ada 3 hal kasih karunia Tuhan yang saya dapatkan, yaitu karena kasih karunia saya dapat bertobat dan diubahkan, karena kasih karunia saya dapat melayani dan karena kasih karunia saya 5 kali diselamatkan dari maut,” pungkasnya. (Kontributor: LN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here