Rakernas ke 5 PEWARNA Indonesia: Siap Berkarya

0

Bogor – Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia Selasa sampai Kamis (1-3/12/2020) menggelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ke- 5 dan Focus Group Diskusi (FGD), di Habitat Hills Vila & Resort, Cilember Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Para jurnalis yang ikut dalam Rakernas ke 5 PEWARNA Indonesia.

Mengusung tema “Karya Dalam Warna Pergumulan Bangsa”, sub tema : “ Peran PEWARNA Dalam Partisipasi Politik Umat Nasrani.” PEWARNA menghadirkan perwakilan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) dari seluruh Indonesia.

Hari pertama, dimulai pukul 13.30 WIB dengan ibadah. Firman Tuhan disampaikan Pdt. Anton Tarigan, dengan ayat dari Markus 1:3. “Sebagai wartawan, hal yang sangat penting, dapat berkontribusi dalam pemberitaan dengan berani. Jangan membatasi liputan dengan orang nasrani saja, tetapi kepada seluruh umat manusia, “ katanya.

Firman Tuhan : Pdt. Anton Tarigan.

Pendeta Tarigan juga mengatakan, Pewarna juga jangan melupakan fungsinya sebagai sosial kontrol ditengah masyarakat dan harus mampu menyesuaikan fungsi, serta dapat mewarnai pergumulan bangsa. “Ini memang bukan hal yang mudah apalagi di tengah masyarakat yang multi sosial budaya dan agama,”katanya

BACA JUGA  Acara Silaturami Nasional Ditjen Bimas Kristen : Pelayanan kepada Umat harus ditingkatkan

Masih di hari pertama, dalam FGD PEWARNA menghadirkan beberapa pembicara seperti Alida Handau Lampe (Ketum Perkindo 45), Pdt. Mawardi Zega (Sekjen MUKI), Maasi Sihombing (Wakil Ketua PID) dan Dr. dr. Ruyandi, Sp.U, M.Th (Ketua Dewan Pembina PDS). Moderatornya Raya Desmawanto, Ketua DPD Pewarna Pekanbaru.

Sesi I : FGD Pewarna

Alida Handau Lampe, mengatakan umat Kristen di Indonesia perlu ada partai yang menaungi suara umat. “Sudah saatnya Parkindo 45 ikut berpartisipasi kembali pada kontestasi politik, dan ini saatnya partai umat Kristen untuk hadir,” katanya.

Lain lagi pemaparan dari Pdt. Mawardi Zega sebagai Sekjen dari Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), dimana mengaitkan kehadiran beberapa partai Kristiani di Pemilu-Pemilu dahulu tidak dapat bertahan dikarenakan banyak faktor. Tapi yang paling menonjol faktor pertikaian di internal partai.

Untuk partai Kristiani dapat bertahan, Maasi Sihombing yang menjabat Wakil Ketua Partai Indonesia Damai (PID), mengatakan harus bertumpu pada kebenaran, keadilan dan kesejahteraan.

BACA JUGA  Apakah Vaksin Buatan Sinovac Menjadi Jawaban Penyelesaian Covid-19?

Ketua Dewan pembina Partai Damai Sejahtera, Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U., M.Th, meminta Pewarna harus maju dengan menyampaikan pesan-pesan kebenaran dan berani serta harus mampu menembus sampai ke Istana

Pdt. Ruyandi mengingatkan wartawan Pewarna untuk tidak menjadi alat kepentingan beberapa pihak dalam menyampaikan informasi yang tidak berimbang.

Diakhir FGD, Ketua Umum Pewarna, Yusuf Mujiono mengatakan, melalui Rakernas ini akan dibicarakan arah Pewarna Indonesia dalam mendukung Partai Kristen pada kontestasi politik 2024.

Pada malam harinya (01/12/2020), pukul 19.00 WIB dimulailah Sesi II dengan agenda acara perencanaan Kerja untuk tahun 2021 PEWARNA.

Ketua Umum DPP PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono (tengah) memimpin Rakernas ke 5 PEWARNA.

Hari Kedua (02/12/2020), kesimpulan dari pembahasan komisi-komisi yang akan menjadi sumber masukan bagi DPP PEWARNA untuk memutuskan kerja organisasi memasuki tahun 2021 nanti.

Sesi Diskusi mengenai Legalitas Media.

Pada malam (02/12/2020) diadakan diskusi bersama dengan tema legalitas Media. Hadir sebagai narasumber, Prof. James Tangkudungan, Sahat Sinaga, S.H. (mewakili kenotarisan), John Panggabean, S.H, M.H. (Praktisi hukum), Frederick Pinakunary,S.H., S.E. (praktisi hukum), Hasudungan Manurung, S.H. (Praktisi legalitas media).

Ibadah Penutup sebelum kembali ketempat masing-masing.

Kesimpulan dari para pembahas, media-media di Pewarna harus memiliki badan hukum. Kamis (03/12/2020), acara diakhiri dengan ibadah singkat. (Jaya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here