Rayakan ThanksGiving 2020: Menjadi Trend untuk mengucap syukur kepada Tuhan dan Keluarga.

0
ilustrasi : perayaan thanksgiving 2020 : terfokus untuk Tuhan dan keluarga.

AMERIKA SERIKAT- Beberapa hari lalu, warga Amerika serikat merayakan hari mengucap syukur atau biasa disebut ThanksGiving Day. Hari Thanksgiving diperingati pertama kali, tahun 1619 oleh koloni Inggris yang sekarang disebut perkebunan Berkeley di Virginia, dan di Plymouth, Massachusetts.

Lukisan sejarah Hari Thanksgiving diperingati pertama kali, tahun 1619 oleh koloni Inggris yang sekarang disebut perkebunan Berkeley di Virginia, dan di Plymouth, Massachusetts.

Sebuah Lembaga survei melakukan survei untuk mengetahui antusias warga Amerika dalam merayakan ThanksGiving Day. Hasil dari jajak pendapat yang dilakukan oleh LifeWay Research menunjukkan 84 persen orang Amerika merayakan sebagai bentuk syukur untuk keluarga.

Sementara 63 persen menghargai memiliki pertemanan. “Dalam tahun yang paling sulit bagi kebanyakan orang Amerika, masih ada yang bisa mengucapkan syukur dan menerima keadaan ini,” kata Scott McConnell, direktur eksekutif LifeWay Research. ” Tahun dimana banyak sekali kehilangan, tidak berarti orang tidak memiliki hal-hal baik untuk disyukuri,” ujarnya.

Scott McConnell, direktur eksekutif LifeWay Research.(sumber : lifewayreserch.com).

Berbeda dengan survei yang pernah dilakukan pada tahun 2016, dimana hanya sedikit orang Amerika yang bersyukur atas beberapa opsi. Adanya peningkatan dari hasil survey 4 (empat) tahun lalu, 77 persen mengatakan mereka bersyukur atas kesehatan dibandingkan dengan 69 persen pada tahun 2020. Dan 72 persen mengakui keuntungan dari kebebasan pribadi versus 53 persen tahun ini.

Baca juga:  Single Terbaru JPCC Worship "Dalam Sesak Kupercaya", Rilis di Platform Musik Digital

Pilihan lain yang mengalami penurunan cukup besar dari 2016 hingga 2020 termasuk dalam hal pertemanan, yang turun dari 71 persen menjadi 63 persen, sementara 51 persen mengatakan mereka bersyukur atas pencapaian dibandingkan dengan 33 persen.

Pada Hari Thanksgiving tahun ini, banyak orang Amerika yang memberikan penghargaan dan rasa ucapan syukur ditujukan kepada keluarga dan terutama kepada Tuhan.

Baca juga:  Paus Fransiskus Rayakan Rabu Abu “Perjalanan Pra Paskah Adalah Eksodus dari Perbudakan Menuju Kebebasan”
Ilustrasi perayaan thanksgiving dengan makan bersama dan tersedianya menu ayam kalkun. (sumber : travelkompas).

Ada 68 persen menyebut keluarga sebagai sumber berkat, 67 persen mengacu pada Tuhan, dan 16 persen bersyukur untuk diri sendiri saja. “Memberi bantuan kepada orang lain dan mengungkapkan rasa syukur tidak harus diberikan pada saat hari peringatan Thanksgiving saja,” kata McConnell.

“Menurut survey, ada empat kali lebih banyak orang mengucap syukur kepada keadaan keluarga mereka atau Tuhan kemudian memilih untuk bersyukur atas berkat yang diterima untuk pribadi.”

Di antara yang teridentifikasi diri sebagai orang Kristen dan menghadiri kebaktian gereja setiap minggu, 94 persen cenderung menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan selama liburan Thanksgiving. Dan orang beriman (96 persen) lebih mungkin dibandingkan orang Amerika lainnya (60 persen) untuk mengatakan mereka bersyukur kepada Tuhan. (CBN/VIFA 6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here