Refleksi Kaum Muda Katolik Terhadap Pesan Paus Fransiskus di Hari Komunikasi Sosial Sedunia

0
Pesan Paus Fransiskus di Hari Komunikasi Sosial Sedunia
Tangkapan layar webinar Komsos KWI

Jakarta – “Datang dan Lihatlah, Berkomunikasi dengan Menjumpa Orang Lain Apa Adanya” merupakan pesan Paus Fransiskus di hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-55. Secara garis besar, dari pesan tersebut Paus ingin mengajak semua untuk bergerak, datang, melihat dan tinggal bersama (menjumpai secara langsung).

Komsos KWI dalam sebuah webinar bertajuk “Pesan paus Pada Hari Komsos 2021 Bagi Orang Muda” mengundang para muda mudi Katolik untuk bicara soal refleksi dari pesan Paus Fransiskus, pada Kamis (6/5/2021). Secara spesifik, refleksi yang ingin dibahas adalah dalam konteks komunikasi sosial yaitu dalam panggilan, perutusan, karya dan tanggung jawab sebagai anak muda.

Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI), Romo Steven Lalu dalam sambutan mengatakan webinar ini adalah ajang bagi para orang muda Katolik berjumpa dan bercerita. Bukan hanya seputar pesan Paus, tapi bisa juga berbicara tentang orang muda dan pergumulan iman yang sedang dihadapi saat ini.

Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI, Romo Frans Kristi Adi Prasetya menjelaskan komunikasi bisa jalan baik bila ikut terlibat di dalamnya (berinteraksi). “Dengan ‘datang dan lihat’ orang berjumpa dengan pengalaman. Melihat identik dengan menimbang, memfilter. Maka semoga dengan datang dan lihat kita bisa memiliki kisah hidup yang bisa dibagi untuk menggerakkan banyak orang pada cinta kasih dan perdamaian,” pesannya.

Baca juga:  Seruan Paus Fransiskus untuk Konflik di Tigray

Dalam perbincangan, Agatha Lydia (Anggota Badan Penasihat Orang Muda Internasional) menangkap bahwa pesan Paus Fransiskus sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di mana banyak orang yang dengan mudah menjustifikasi sesuatu tanpa melihat fakta yang sebenarnya.

“Itu adalah panggilan untuk orang muda agar jangan dengerin doang dan jadi penerus kabar burung. Lebih baik cari tahu, lihat sendiri dan ambil refleksi dari yang kita lihat,” kata Agatha menjawab pertanyaan dari moderator, Margareta Astaman (CEO Java Fresh, Penulis, Digital Content Advisor, Anggota Pengurus Komsos KWI).

Sementara itu Stephen Pratama (Katolikvidgram) merefleksikan jika Paus Fransiskus sedang mengajak para umat untuk tidak sembarangan memposting di media sosial sebelum tahu kisah yang sebenarnya.

Baca juga:  Paus Fransiskus Tekankan Pentingnya Budaya Kepedulian

Di sisi lain, Kevin Sanly Putra (OMK Indonesia) menangkap bahwa Paus ingin mengajak umat untuk belajar dari gaya komunikasi Yesus yang bukan hanya secara lisan melainkan juga dalam tindakan. “Kita ini harus belajar gaya retorika Yesus. Dia bukan hanya menyampaikan secara lisan, tapi juga berkarya, bertindak dan bersikap, sehingga dampak dari apa yang mau disampaikan lama dan besar serta kuat. Sama seperti Yohanes 15:16 ‘bebuah dan buahnnya tetap’,” ungkapnya dan menambahkan tidak ada metode komunikasi apapun yang bisa menggantikan ‘melihat secara pribadi.’

“’Datang dan lihatlah’ merupakan sebuah pengalaman. Jadi alami dulu baru bisa menyampaikan pesan. Jadi tantangan saat ini bukan hanya mewartakan pesan, tapi bagaimana pesan tersebut bisa berbekas,” tambah Kevin.

Perbincangan seru yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Romo Yosef Setiawan dari Keuskupan Pangkal Pinang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here