Refleksi Kebangkitan Yesus Menurut Paus Fransiskus

0
Paus Fransiskus (Foto : Ist)

Vatikan – Paus Fransiskus pada Misa Minggu Paskah Ketiga, Minggu (18/4/2021) memberikan refleksinya tentang arti dari kebangkitan Yesus. Dari jendela ruang kerjanya di Istana Apostolik, Paus menyampaikan pesan dari Injil Lukas 24 yang menceritakan bagaimana Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. 

Menurutnya, ketika para murid diminta Yesus untuk melihat tangan dan kaki-Nya bekas penyaliban, hal itu memiliki pesan bahwa para murid tidak sekedar melihat, melainkan juga ada kemauan untuk mau melihat. Bila direfleksikan dalam kehidupan saat ini, melihat berarti umat harus membuka mata untuk melihat sekitar dan peduli terhadap orang yang membutuhkan. 

Baca juga:  Ketua MS GMIT Pdt. Mery Kolimon Ajak Jemaat Terus Semangat di Tengah Bencana

“Melihat adalah langkah awal melawan ketidakpedulian, melawan godaan untuk memalingkan wajah sebelum kesulitan dan penderitaan orang lain,” katanya. 

Lebih jauh, Paus berkata, ketika Yesus meminta murid-Nya untuk menyentuh bekas luka-Nya, hal ini memiliki pesan untuk percaya bahwa Dia bukanlah roh. “Dengan mengundang para murid untuk menyentuhnya, (Dia ingin) memverifikasi bahwa Dia bukan roh. Yesus menunjukkan kepada mereka dan kepada kita bahwa hubungan kita dengan saudara dan saudari kita tidak (hanya) pada jarak (melainkan harus ada kedekatan).” 

Paus menjelaskan, ketika makan dengan murid-murid-Nya, Yesus ingin memberikan pesan bahwa pentingnya kebersamaan dan persekutuan. “Betapa sering Injil menyajikan kepada kita Yesus yang mengalami dimensi keramahtamahan ini! Bahkan sebagai Yang Bangkit, dengan murid-muridnya. Sampai-sampai Perjamuan Ekaristi menjadi simbol umat Kristiani,” tuturnya. 

Baca juga:  5 Tahun Vox Point Indonesia, Ini Harapan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo

Paus menegaskan, peristiwa kebangkitan-Nya adalah bukti Yesus adalah seorang pribadi yang hidup. “Menjadi Kristen bukanlah pertama-tama doktrin atau cita-cita moral; itu adalah hubungan yang hidup dengan-Nya, dengan Tuhan yang Bangkit. Kita memandangnya, kita menyentuhnya, kita dipelihara oleh-Nya dan diubah oleh Kasih-Nya, kita memandang, menyentuh dan memelihara orang lain sebagai saudara dan saudari.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here