Refleksi Ps Feba Affan: Jangan Takut! Manusia Adalah Milik Tuhan

0
Ps Feba Affan
Ps Feba Affan

Jakarta – “Jangan takut dalam menjalani kehidupan sebab manusia adalah milik Tuhan” menjadi refleksi dari firman Tuhan yang disampaikan Ps Feba Affan dalam ibadah Minggu di GBI Victorious Family, Apartemen Robinson, Jakarta Utara, Minggu (13/6/2021) pukul 09.00.  

Ibadah tersebut diadakan secara onsite maupun online melalui kanal Youtube maupun Facebook resminya. Untuk onsite sendiri, ibadah diadakan dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, dengan menjaga jarak dan mewajibkan semua jemaat yang hadir memakai masker serta dalam keadaan yang sehat. 

Sebelum dan sesudah ibadah, ruangan juga disemprot dengan disinfektan untuk menjaga kebersihan dari virus. 

Dalam renungan firman Tuhan. Ps Feba mengutip ayat dari 2 Timotius 2:19 bahwa setiap manusia adalah kepunyaan Tuhan. Maka itu seharusnya manusia tidak lagi takut untuk menjalani kehidupannya sehari-hari. 

“Yang punya saudara dan saya itu bukan orang kaya yang hari ini ada, besok tidak ada. Bukan (juga) seorang pejabat yang hari ini menjabat besok sudah tidak menjabat lagi,” tegasnya. 

Ps Feba menjelaskan, kalimat “teguh” dalam 2 Timotius 2:19 berarti tidak akan goyah. Artinya, Tuhan memandang semua manusia itu sama, tidak berdasarkan harta, jabatan, maupun suku atau rasnya. “Dia (Tuhan) memiliki komitmen yang teguh (dan) senantiasa mengakui bahwa saudara dan saya adalah milik-Nya,” jelasnya. 

Baca juga:  Ps Levina Supit: Iman Kristen Tidak Mengenal Takut

Mempertegas penjelasannya, hamba Tuhan sekaligus pengusaha ini mengutip ayat dari 1 Korintus 1:27-29. “(ayat tersebut) semakin menegaskan bahwa semua orang adalah kepunyaan-Nya dan semua dipilih oleh Tuhan. Seperti saya, dari 16 saudara, saya yang hanya memiliki ijazah SMP. Dari kakak beradik, saya paling hancur. Tapi kalau hari ini saya boleh jadi berkat, boleh bersaksi, itu karena Tuhan Yesus yang pilih saya,” ceritanya. 

Ps Feba mengungkapkan selain memilih, Tuhan juga memiliki tujuan dalam diri masing-masing manusia. Tujuan inilah yang harus senantiasa dicari dan digenapi oleh setiap manusia agar kuasa Tuhan benar-benar bisa nampak dalam kehidupannya. 

“Rencananya yaitu Tuhan (ingin) membawa saudara dan saya untuk masuk dalam pekerjaan-pekerjaan yang mulia. Sekarang tinggal kita, apakah menyadari bahwa kita berharga di mata Tuhan? Adakah kita menyadari bahwa saat ini di akhir zaman Tuhan membutuhkan saudara dan saya untuk masuk ke dalam pekerjaan-pekerjaan yang mulia?,” tuturnya. 

Baca juga:  Ev. Dharma Pongrekun Ingatkan Manusia ‘Diprogram’ untuk Memancarkan Kemuliaan Tuhan

Di sela renungan firman Tuhan, Ps Feba bercerita tentang kesulitan yang pernah dialami saat mengabarkan firman Tuhan. Seperti dulu (tahun 2000-an) saat ingin melayani di kampung halamannya, dirinya ditolak bahkan diusir. 

“Saya ditolak pelayanan di kampung saya karena saya orang Kristen. Padahal saya tidak ada maksud mengkristenkan, saya hanya mau menceritakan kebaikkan Tuhan. Sampai Tuhan buka jalan, sehingga ketika saya bisa kembali lagi ke kampung, saya bahkan dikawal oleh petugas keamanan. Itu hanya bisa terjadi karena cara Tuhan,” katanya dan menambahkan saat ini hubungan dengan warga maupun keluarganya yang berbeda agama sangat harmonis. 

Ps Feba meminta supaya jemaat lebih banyak bersekutu dan merenungkan firman Tuhan agar benar-benar mengerti maksud serta tujuan yang ingin Tuhan wujudkan. “Bila kita masih sering takut dengan berbagai ancaman2 dalam kehidupan, apakah masih khawatir? Bila masih ada perasaan itu, mari intropeksi diri kembali,” kata Ps Feba. 

Usai dilayani Ps Feba Affan, pada ibadah pukul 11.00 di tempat yang sama dilayani oleh Ketua BPD GBI DKI Ps Kiky Tjahjadi. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here