Regina “Idol” Bicara Seks Sebelum Menikah

0
Regina Idol
Regina dan Lucky. (Foto: Instagram Regina)

Regina Ivanova Polapa atau lebih dikenal dengan nama Regina “Idol” merupakan penyanyi bersuara emas yang memenangkan ajang pencarian bakat Indonesia Idol tahun 2012. Pada 31 Januari lalu Regina resmi dipersunting seorang pengusaha bernama Lucky Jayadi.

Dalam sebuah perbincangan dengan Daniel Mananta dalam kanal Youtube Daniel Mananta Network, Regina yang ditemani Lucky berbicara soal kehidupan pernikahannya.

Penyanyi asal Maluku ini mengungkapkan bahwa ketika pacaran selama 3 tahun, ia dan suaminya memiliki prinsip untuk menjaga kekudusan.

“Karena Tuhan mau melihat kita kudus, itu keyakinan aku. Pernikahan itu kan gambaran hubungan Dia dengan manusia. (Kalau) ketika pacaran atau tunangan kita sudah berhubungan seks, kita tidak bisa melihat keindahan seks itu (dalam posisi sebenarnya di pernikahan),” kata Regina.

Soal seks sebelum menikah, lanjut Regina masing-masing orang memang memiliki pemahamannya masing-masing. Ia tidak mau ambil pusing dengan pemahaman orang, tapi baginya kekudusan adalah hal yang utama.

Baca juga:  Apresiasi Anies Baswedan Ketika Membuka Sidang PGIW DKI Jakarta: Sidang Ini Merupakan Sebuah Terobosan baru

“Ini balik ke keyanikan masing-masing. Kalau kami hanya ingin bangun hubungan yang murni, agar kita bisa melihat akhirnya perjalanan cinta yang kita bangun dan gongnya pas married. Jadi kita bisa menghargai makna seks, jadi bukan kayak ‘ah gue udah bosen’,” ungkapnya.

Menurutnya, pacaran adalah cara yang Tuhan berikan untuk dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan pasangan. “Jika kita mencintai seseorang kamu akan menerima dia disamping segala hal (ketidaksempurnaannya). Soal ‘test drive’ itu sebenarnya cinta atau nafsu?,” tanya Regina.

Regina mengakui bahwa godaan untuk berhubungan seks sebelum menikah cukup tinggi. Untuk itu ia dan Lucky dalam masa pacaran memiliki cara tertentu agar tidak jatuh dalam dosa seks. “Selalu jaga hubungan dengan Tuhan. Ketika pacaran kita engak pernah pacaran hanya berdua saja, kita ajak teman yang single, karena kita tahu ketika kita lengah pasti kejadian,” kata Regina.

Baca juga:  PGI Menggelar Ibadah Pelepasan dan Penghormatan Terakhir (Alm) Pdt. Dr Sularso Sopater di Graha Oikumene-PGI

Bagi Regina, pernikahan harus dipersiapkan secara matang. Sebab, pernikahan bukan hanya bicara soal mau dan bisa menerima kekurangan dari pasangan saja, tapi bagaimana pernikahan tersebut bisa memuliakan Tuhan.

“Jika melihat Lucky atau aku secara dunia, kita benar-benar beda (dari segi pekerjaan, penghasilan, pergaulan). Tapi melihat pertumbuhan Lucky dan aku sekarang, kita benar-benar melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam diri dia dan aku. Ini yang Tuhan maksud tentang pasangan yang seimbang. Kelemahan Lucky adalah kekuatan aku, kelemahanku adalah kekuatan Lucky,” ujarnya.

“Kita berdua bersatu karena Tuhan yang menjadikan kita jadi satu. Aku dan dia terus belajar untuk bisa menjadi penolong yang baik dan pemimpin yang baik,” tambah Regina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here