Sinergi Kemenko Perekonomian dan UPH, Tingkatkan Kapasitas SDM

0
UPH
Airlangga Hartarto menyaksikan pendatatanganan kerjasama antara Ketua Sekretariat Bidang Sherpa dan Finance Track Susiwijono dan Rektor UPH Jonathan. (Foto: dok UPH)

Jakarta – Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) bersinergi yang ditandai dengan tanda tangan kerjasama, Senin (7/6/2021) di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Acara penandatanganan ini dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, dan hanya dihadiri oleh undangan sekaligus 14 mahasiswa magang dari UPH.

Dalam siaran pers yang diterima media ini, perjanjian kerja sama yang berlaku selama 3 tahun sejak ditanda tangani Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional dan Rektor UPH ini berfokus pada peningkatan hubungan kelembagaan antara pemerintah dengan dunia akademik.

Antara lain meliputi, pendirian Pusat Studi Group of Twenty (G20), penyelenggaraan program magang bagi mahasiswa UPH serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia para pihak terkait substansi kerja sama ekonomi internasional.

Susiwijono Moegiarso, Sektretaris Kemenko Perekonomian sekaligus Ketua Sekretariat Bidang Sherpa dan Finance Track menjelaskan kerja sama ini dilakukan sebagai bagian persiapan Panitia Nasional G20 sesuai Keppres No. 12 Tahun 2021 tanggal 27 Mei 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia. Disebutkan di sana, bahwa Panitia Nasional G20 dapat melakukan kerja sama dengan para pihak yang dapat mendukung suksesnya pelaksanaan acara tersebut.

Baca juga:  Pentingnya Gereja Memahami Generasi Z

“Harapan kami tentunya dengan pembentukan Pusat Studi G20 dengan pihak akademik, dapat membantu Panitia Nasional G20 antara lain dalam riset/penelitian, inovasi dan penyediaan pakar untuk Presidensi G20, diharapkan dapat mendukung kesuksesan pelaksanaan Presidensi G20 tahun 2022 mendatang,” katanya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang saat itu juga ikut menyaksikan pendatanganan berharap kerja sama ini bisa menjadi pionir untuk membuka peluang bagi perguruan tinggi lainnya dalam melaksanakan kerja sama serupa. “Juga bagi mahasiswa UPH yang melakukan program magang, kerja sama ini tentunya menjadi momen pembelajaran yang dapat menjadi bekal mereka di masa depan,” kata Airlangga.

Rektor UPH Jonathan L. Parapak bersyukur kerja sama dapat berlangsung karena akan memberikan kontribusi produktif kepada komunitas akademis dan semua yang berkepentingan untuk meningkatkan kerja sama multilateral. “Tentunya saya sangat berterima kasih UPH diberi kesempatan mendukung pemerintah dalam persiapan acara yang sangat penting ini. UPH akan berusaha maksimal untuk mensukseskan program ini. Kerja sama ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkaya proses pendidikan di UPH,” ungkapnya.

Baca juga:  KAI Commuter : Setelah Libur Natal dan Tahun Baru, Masuk Masa PPKM

Di sisi lain, Dekan Fisip UPH, Dr. Naniek N Setijadi menyambut positif kerja sama UPH dan Kemenko Perekonomian.

“Penunjukkan ini merupakan suatu kehormatan bagi UPH, khususnya FISIP UPH, atas kepercayaan dan dukungan serta kerja sama untuk saling menunjang kegiatan-kegiatan penelitian dan forum diskusi ilmiah. FISIP UPH juga akan siap dengan tenaga peneliti yang mumpuni dan fasilitas yang diperlukan untuk menjalankan Pusat Studi G20 tersebut,” katanya.

“Harapan kami, pusat studi ini dapat merangkul perguruan tinggi lainnya dan dengan pusat studi serupa, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, Pusat Studi G20 Indonesia dapat menjadi ‘Knowledge-Hub’ terkait isu-isu mengenai G20 secara nasional maupun regional yang dapat menjadi sumbangsih pemikiran yang bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia dan dunia.” tambah Naniek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here