SMRC: Mayoritas yang Tidak Setuju Pembubaran FPI dan HTI Berasal dari PAN, PKS, PPP

0
Saidiman Ahmad
Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad. (Foto: Istimewa)

Jakarta – FPI dan HTI adalah dua organisasi yang dibubarkan oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam rilis hasil survei publik terkait keputusan pemerintah membubarkan FPI dan HTI, terungkap sebanyak 79% responden setuju HTI dibubarkan dan 59% responden setuju FPI dibubarkan.

“Ada 59% di antaranya setuju pembubaran FPI. Kemudian sebanyak 35% tidak setuju dan tidak tahu 7%,” kata Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad, dalam rilis survei “Sikap Publik Nasional Terhadap FPI dan HTI” yang disiarkan secara daring, Selasa (6/4/2021).

Saidiman menjelaskan dari hasil survei sebanyak 32% orang tahu tentang HTI dan sebanyak 68% tidak mengetahui. Lalu dari 32% orang yang mengetahui tersebut, sebanyak 76% mengetahui HTI dilarang.

“Sebanyak 76% yang mengetahui HTI dilarang, yang menyatakan tidak tahu 24%. Dari yang menyatakan tahu dilarang, ada sebanyak 79% yang setuju pelarangan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu soal FPI, sebanyak 71% responden mengetahuinya dan dari yang mengetahui tersebut sebanyak 77% responden juga tahu bahwa FPI dilarang. “Ada 59% yang setuju, 35% tidak setuju dan 7% tidak jawab,” jelasnya.

BACA JUGA  Komjen Pol. Dharma Pongrekun di GBI Victorious Family “Percaya Pada Tuhan, Jangan Penakut”

Lebih rinci lagi, Saidiman mengatakan responden yang paling tidak setuju dengan pembubaran HTI berasal dari pemilih PKS yakni sebanyak 74%. Sementara yang paling banyak tidak setuju dengan pembubaran FPI (diantara yang tahu) berasal dari pemilih PAN (76%), PKS (68%) dan PPP (66%).

Kemudian dilihat dari pilihan presiden, yang paling banyak tidak setuju dengan pelarangan HTI (diantara yang tahu) adalah pemilih AHY (34%), Anies Baswedan (25%) dan Prabowo (26%). Sementara yang paling banyak tidak setuju dengan pembubaran FPI (diantara yang tahu), adalah pemilih Anies Baswedan (73%) dan Sandi (55%).

Saidiman menambahkan, bila dilihat dari sisi demografi yang tidak setuju dengan pembubaran HTI (diantara yang tahu) cenderung lebih besar pada warga yang berusia lebih dari 55 tahun (20%), pendidikan SMA (16%), berpendapatan lebih besar (18%), etnis Madura (77%), dan yang beragama Islam (14%).

BACA JUGA  Wajib Jaga Kesehatan, GBI Victorious Family Rapid Tes Antigen untuk Karyawan

Kemudian yang tidak setuju dengan pembubaran FPI (diantara yang tahu) lebih besar warga usia 26-40 tahun (41%), berpendidikan SMA (42%), berpendapatan lebih besar (39%), etnis Betawi (80%) dan beragama Islam (39%).

Di sisi lain, bila dilihat dari sisi wilayah, yang tidak setuju dengan pembubaran HTI (diantara yang tahu) adalah warga Banten (29%) dan Sumatera (26%). Lalu yang tidak setuju pembubaran FPI (diantara yang tahu) adalah warga DKI (66%) dan Banten (53%).

Survei ini dilakukan sejak tanggal 28 Februari sampai 8 Maret 2021. Populasi survei adalah masyarakat yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Sementara itu, dari 1220 responden yang dipilih secara acak oleh SMRC, hanya 1.064 atau 87% responden dapat diwawancara secara valid. Survei ini memiliki tingkat kekeliruan kurang lebih 3,07 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here