Sosialisasi Vaksinasi: Perlu dukungan semua pihak

0

Jakarta : Pada hari Senin (04/01/2021) pkl. 17.00 WIB Chanel Youtube Sekretariat Negara memberikan pers rilis mengenai sosialisasi untuk pendistribusian dan pemberian vaksin kepada masyarakat. Proses pemberian izin Badan POM melakukan rolling submission data yang dimiliki oleh industri Farmasi secara bertahap melakukan evaluasi terhadap data untuk keamanan dari penggunaan vaksin. Hasil uji klinik fase 3 yang dipantau dalam periode 1 bulan setelah pemberian suntikan yang kedua tentunya menjadi syarat dari WHO minimal pengamatan harus dilakukan sampai tiga bulan untuk diterima Analisis yang digunakan untuk mendapat keamanan sebelum vaksin diedarkan. Penjelasan dari jurubicara vaksin covid 19 mengatakan bahwa keamanan vaksin ini dipantau secara periodik, setelah penyuntikan dan secara tepat pemantauan setiap hari sampai 14 hari pertama setelah penyuntikan. Sesuai dengan standar Who setiap vaksin harus dibuktikan dengan beberapa parameter yang dipenuhi yaitu satu parameter dikasih merupakan parameter yang diukur berdasarkan persentase penurunan Angka penyebaran covid 19 pada subjek atau orang yang menerima vaksin pada uji fase 3 yang dilaksanakan parameter berikutnya.

Baca juga:  Ini Kunci untuk Memperoleh Pemulihan

Ukuran netralisasi antibodi setiap orang dijelaskan yaitu kemampuan dari antibodi yang terbentuk untuk menetralkan atau membunuh virus ini dilakukan setelah 2 minggu dosis terakhir seperti kita ketahui vaksinasi dilakukan dengan dua dua yaitu hari pertama dan hari ke-14 kemudian dilakukan pengulang bulan dan 6 bulan lengkap dengan disuntikkan vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh. Setelah kita mendapatkan data-data tersebut maka dapat diberi penggunaan dengan nama. Sedangkan untuk efektivitas vaksin dapat menurunkan covid 19 dalam jangka waktu yang lama digunakan secara luas di masyarakat atau di dunia.

Baca juga:  Sosok Tokoh Pentakosta Pdt. DR. Jacob Nahuway di Mata Para Sahabat

Badan POM telah melakukan evaluasi dari bahan baku proses pembuatan hingga produk sesuai dengan standard secara internasional.

Distribusi vaksin dilaksanakan ke daerah-daerah bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program vaksinasi dan sebagai petugas tentunya sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 tahun 2020 tentang
Vaksinasi. (Jaya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here