Sosok Tokoh Pentakosta Pdt. DR. Jacob Nahuway di Mata Para Sahabat

0
Pdt Jacob Nahuway
Foto pernikahan Pdt Jacob Nahuway di Majalah Rohani "Pukat" edisi Januari-Februari 2007 (Repro)

Pdt. DR. Jacob Nahuway adalah anak kelima dari enam bersaudara yang dilahirkan tanggal 25 Februari 1947 di Titawai, Ambon. Ia merupakan anak dari pasangan Lodewyk Nahuway dan Carolina Selanno. 

Dalam bidang pendidikan, Jacob kecil pernah tinggal kelas saat kelas 3 SD tetapi pernah juga juara kelas di SMP. 

Dilihat dari buku “Anak Desa Jadi Pendeta” karya Piet Tuwankotta, Om Jacob, begitu ia disapa mulai merasakan penggilan Tuhan ketika berusia 14 tahun, atau ketika ia sedang menghadapi ujian SMP di kampung halamannya. Ketika itu temannya memintanya membaca ayat Alkitab dari Roma 10 : 9-15. 

“Hei Jacobus, ale lahir tanggal berapa? kata seorang temannya ketika itu.” 

“25 Februari 1947. Kenapa ale tanya beta pung tanggal lahir?,” sahut Jacob. 

 “Seng….., tapi coba ale baca Roma Pasal 10 Ayat 9 sampai 15,” sahut temannya lagi sambil memperhatikan sebuah buku kecil. 

“Ada apa lai sampai beta mesti baca Alkitab?” Jacob balik bertanya. 

“Ini……,buku bagus yang mencatat “Katong” pung tanggal lahir dan ayat Alkitab,” kata temannya. 

Setelah membaca ayat tersebut, Om Jacob mengalami pergumulan yang sangat hebat dalam hatinya. Ia bahkan sampai tidak bisa tidur karena terbayang ayat ke-14 “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?.” 

BACA JUGA  Kemenhub di Perayaan Natal Nasional : Natal Hari Penting Bagi Seluruh Umat Manusia

Setiap kali mengingat ayat tersebut, Om Jacob semakin gelisah dan seakan “terbakar” untuk ikut memberitakan firman Tuhan. Hingga ia pun memutuskan untuk mengambil keputusan untuk mau melayani Tuhan. “Ya, akulah orangnya yang akan memberitakan tentang Dia.”  

Akhirnya dia memutuskan untuk masuk Seminari Bethel (Sekarang STT Bethel Indonesia). Juga ia menempuh pendidikan di Sekolah Teologi Jakarta (Sekarang STFT Jakarta). Ia kemudian mendapatkan beasiswa untuk mendapatkan gelar Master of Arts dalam Pertumbuhan Gereja dari Seoul, Korea Selatan. Dia juga menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Biola University di Los Angeles, California, Amerika Serikat. 

Februari 1979, Om Jacob menjadi Gembala Sidang GBI Jalan Kwitang dengan jemaat mula-mula hanya 27 orang dewasa dan puluhan anak sekolah minggu. Sejalan dengan waktu jumlah jemaat berkembang menjadi ribuan orang dan akhirnya ibadah pindah ke Gedung Balperum Jalan Raden Saleh No. 28 Jakarta Pusat.  

Tahun 1993 Om Jacob memutuskan membeli tanah di Kelapa Gading dan membangun gereja GBI Mawar Saron. Gedung gereja yang disebut Dom Mawar Saron merupakan salah satu bangunan gereja termegah di DKI Jakarta. 

Dalam berkhotbah, Om Jacob dikenal sebagai pendeta yang enerjik, tegas dengan suara yang lantang. Juga ia memiliki jiwa yang humoris, seperti dalam setiap khotbahnya ia sering menyelipkan beberapa candaan. 

Dalam organisasi, Om Jacob juga sudah malang melintang. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum BPH GBI dari tahun 2004-2014. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) periode 2018-2023. 

BACA JUGA  Dengerin Lagu Sidney Mohede “Only You”, Para Pasutri Dijamin Baper

Ketum BPH GBI Pdt. Rubin Adi mengungkapkan Om Jacob adalah sosok yang menginspirasi baginya khususnya dalam hal pelayanan. “Saya terinspirasi karena beliau adalah anak desa yang kemudian dipakai Tuhan secara luar biasa. Beliau juga seorang visioner yang ulet, orator yang hebat, memiliki prinsip hidup dan pemimpin yang berhati gembala,” katanya. 

Dirjen Bimas Kristen, Thomas Pentury mengatakan Tuhan telah memberikan usia panjang dan usia itu telah digunakan Om Jacob dengan baik dengan melakukan tugas pekabaran injil. Ia juga termasuk salah satu tokoh yang telah menyampaikan khotbah-khotbah pencerahan di Indonesia dan luar negeri. “Seharusnya ada sukacita besar dari kehidupan Pdt. DR. Jacob Nahuway,” ungkapnya. 

Sementara itu, Menteri Agama periode 2014–2019 Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Om Jacob merupakan tokoh agama yang begitu besar jasanya bagi negeri ini. Ia teringat Om Jacob pernah datang ke kantornya sebanyak 2-4 kali untuk bersilahturahmi sekaligus menjelaskan tentang kehidupan umat Kristiani di Indonesia. “Ia juga ikut mengedepankan kehidupan keagamaan yang moderat. Ia selalu berbicara soal moderasi dalam beragama, moderat dalam Kristen,” ungkapnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here