Tegas! Tokoh Politik Jangan Jerumuskan Tokoh Agama | Dr. John N. Palinggi

0
Ilustrasi : Dr. John Palinggi

Pemerintah bersama DPR dan penyelenggara Pemilu telah menyepakati Pilkada serentak 2020 digelar pada bulan Desember mendatang. Beberapa calon yang ada sudah mendaftarkan diri ke KPU tingkat daerah. Banyak cara yang dilakukan para calon pimpinan daerah ini untuk menggalang masa, salah satunya dengan menggandeng para tokoh agama dalam prosesi pendaftaran ke KPU. Berdalih dengan alas an mendoakan, sebenarnya itu sedang membangun opini mendapatkan dukungan.

Padahal netralitas menjadi harga mati dibutuhkan masyarakat bagi para tokoh-tokoh agama dalam menghadapi pemilihan ini. Ketua Harian Badan Interaski Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John Palinggi, berpendapat kalau tokoh agama mau netral maka tidak hanya satu pasangan calon yang didoakan tetapi semuanya yang menjadi peserta di daerahnya itu harus didoakan—itu Namanya netralitas, dan itu yang dibutuhkan masyarakat pada umumnya.

Baca juga:  Optimalkan Kepemimpinan Antar Generasi dalam Gereja

Kata, Dr. John Palinggi, tokoh agama memiliki peran penting dalam proses politik, yakni harusnya mampu menjadi corong untuk menghilangkan isu-isu berbauh SARA dalam Pemilihan Kepala Daerah di 270 daerah pada bulan Desember mendatang. Bukan sebaliknya, dengan mendukung salah satu pasangan calon, akan mempertajam isu-isu SARA, dan menjadikan pembelahan di tengah masyarakat. Dr. John Palinggi, meminta para tokoh agama untuk dapat netral dengan menjalankan i profesi atau pekerjaaanya sebagai hamba Allah dengan baik.

Dr. John Palinggi kembali meminta dengan tegas jangan sampai ada keberpihakan tokoh agama pada salah satu calon. Kalau ada godaan dari pasangan calon, sebaiknya tokoh agama menghindar sehingga tidak menimbukan anggapan adanya diskriminasi sosial dari tokoh agama/rohaniawan.

Baca juga:  Pesan dalam Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga di GBI Victorious Family

Dr. John Palinggi juga mengingatkan para tokoh agama, untuk introsepeksi dalam memberikan sebuah dukungan sehingga tidak menimbulkan resiko-resiko ataupun sanksi sosial terhadap jabatan sebagai tokoh agama/rohaniawan.

Sebaliknya, Dr. John Palinggi meminta para calon kepala daerah tidak memanfaatkan keadaan dengan memanfaatkan para tokoh agama/rohaniawan dalam mendulang suara saat pilkada nanti. Para calon harus mengerti betul mengenai Undang-Undang mengenai PILKADA. (Vifa 5/Vifa9).

Simak berita selengkapnya di YouTube Chanel Vifa Media :

https://www.youtube.com/watch?v=eupvde0o2D8

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here