The Holy Land : Yerusalem Menantikan Kembali Kembalinya Jutaan Umat Kristen

0
ilustrasi : Holy Land : Kota Yerusalem

ISRAEL – Tanah Suci, Yerusalem. Nama kota tersebut identik menjadi tempat dengan makna religius selama ribuan tahun, merupakan tempat ziarah untuk pemeluk agama Kristen. Perjalanan tour religi umat Kristiani dan juga liburan musim dingin 2020 lalu adalah waktu untuk merayakan Natal dan Tahun Baru di Yerusalem dan Galilea. Gereja-gereja di Nazareth dan Kafr Kanna (terkait dengan Kana dalam Perjanjian Baru), dua tempat yang biasanya dibanjiri oleh tamu internasional kini yang biasanya ramai dikunjungi orang, kini menjadi sepi. Hal ini terjadi sepanjang tahun 2020 hingga saaat ini, seluruh dunia mengalami pandemic COVID-19, yang memaksa jutaan turis asing tidak dapat mengunjungi Negara Israel dan khususnya kota Yerusalem.

Menurut Menteri Pariwisata Israel dan anggota Kabinet Keamanan Nasional Israel, Orit Farkash-Hacohen, mengatakan bahwa lebih dari dua juta turis Kristiani di dunia memilih Tanah Suci sebagai tujuan liburan mereka. “Memang, Israel menantikan dimulainya kembali perjalanan internasional dan kembalinya jutaan orang Kristen untuk berziarah dan berlibur,” ujarnya dikutip oleh CBN News, Jumat (08/01/2021) waktu setempat.

BACA JUGA  PGI Minta Utamakan Pembinaan Pancasila Melalui BPIP, dan Mengapresiasi Penundaan Pembahasan RUU-HIP

Dalam penjelasan lebih lanjut lagi oleh Orit Farkash, pemerintah Israel sedang dalam proses perlindungan untuk kesehatan kepada warganya. Hal ini diwujudkan degnan memberikan sekitar 1.700.000 vaksinasi, terhitung hampir 20 persen dari populasi. “Dengan memberikan perlindungan bagi semua warga, kami juga bersiap untuk membuka dan mengizinkan wisatawan untuk kembali,”ungkapnya.

Seperti yang diperlihatkan selama bertahun-tahun, hubungan Israel dengan dunia Kristen tidak bisa diputuskan, bahkan oleh pandemi atau krisis ekonomi. Banyak orang percaya yang datang ke Israel bersaksi bahwa waktu mereka di Tanah Suci bukan hanya sekedar kunjungan atau liburan, tetapi mempunyai pengalaman spiritual dan menginspirasi hidup.

BACA JUGA  GMIT Tahbiskan 22 Vikaris dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Orit Farkash-Hacohen menceritakan berjalannya ke kota Nazareth, dimananya dirinya mengunjungi Gereja Kabar Sukacita dan pohon Natal yang menjadi ikonik kota dengan mempunyai tinggi 30 meter. Kemudian di kota Kafr Kanna, Orit Farkash mengunjungi Gereja Pernikahan Fransiska dan Gereja Baptis. “Semua situs-situs sejarah sedang dipersiapkan kembali untuk dapat dikunjungi kembali nantinya. Saat dunia berdoa agar tahun 2021 adalah lebih baik. Israel menanti kedatangan turis internasional, termasuk peziarah Kristen, kembali ke Tanah Suci,”harapnya agar para turis asing dapat kembali ke Israel dan ke kota penuh makna religius, Yerusalem. (Jaya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here