Tiga Gereja dan Satu Asrama Pendeta Jadi Klaster Penyebaran Covid-19, Kembali Ibadah dari Rumah?

0
ilustrasi gereja dan asrama pendeta jadi klaster baru covid 19.

Tiga gereja dan satu asrama pendeta di DKI Jakarta, ditenggarai menjadi klaster penyebaran Covid-19, dengan 29 positif, yang terbagi, di klaster gereja 29 kasus positif dan di klaster asrama pendeta 41 kasus positif.

“Ternyata kita menemukan di DKI Jakarta ada 9 klaster dengan total 114 kasus,”demikian dilaporkan Satgas Penanganan COVID-19, oleh tim pakar Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah dalam siaran YouTube BNPB, Rabu (29/7/2020).

“Ada di gereja 3 klaster, dan ada, asrama pendeta juga,” lapornya, dan memberikan keterangan bahwa positivity ratenya memang tinggi karena banyak orang berkumpul dalam satu waktu, misalnya di asrama pendeta sampai 51 persen.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom, sangat menyesal dengan adanya gereja dan asrama pendeta menjadi klaster penyebaran Covid-19. “Kejadian ini, sesuatu yang sangat tidak kita inginkan terjadi,”kata Pdt. Gomar Gultom lewat pesan WA.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI),
Pdt. Gomar Gultom. (Foto : PGI).

Pdt. Gomar Gultom, menegaskan, sejak awal pelonggaran PSBB, sungguhnya PGI telah menekankan kepada gereja-gereja agar tidak terburu-buru membuka gedung gereja untuk ibadah bersama. “Kami melihat bahwa tetap masih lebih baik menyelenggarakan ibadah dari rumah masing-masing secara virtual,”tegasnya.

Alasan PGI, karena penyebaran virus Covid-19 masih belum terkontrol sebagaimana terbukti dari kasus positif baru yang terus meningkat dari hari ke hari. Belum ada kepastian kapan terjadi puncak kurva epidemiologis di Indonesia. Selain itu, di sekitar kita juga banyak kasus orang tanpa gejala.

BACA JUGA  Dicari! Menteri yang berkomitmen dan Siap Mati Jika Korupsi

“Sayangnya sebagian gereja sudah menyelenggarakan ibadah karena menganggap keadaan sudah aman. Mungkin ini akibat dari pelonggaran PSBB, yang menurut saya kebablasan. Sekali pun demikian, masih banyak juga gereja yang belum memulai ibadah di gereja karena memahami bahwa keadaan belum aman untuk itu,”paparnya.

Pdt. Gomar Gultom, melihat keadaan sekarang ini belum aman untuk berkerumun termasuk untuk kepentingan ibadah di gereja. Berkumpul dalam ruangan tertutup dalam waktu yang relatif lama, apalagi bernyanyi bersama, sangat beresiko terhadap transmisi virus.

“Olehnya sekali lagi, saya mengimbau gereja-gereja yang sudah sempat memulai ibadah untuk meninjau ulang keputusannya, dan kembali menghidupkan penyelenggaraan ibadah secara virtual dari rumah-rumah, yang pasti jauh lebih aman,”himbaunya.

Namun kalau toh ada yang melihat beribadah dengan berkumpul bersama di gereja sebagai kebutuhan, Pdt. Gomar Gultom meminta untuk secara ketat dan disiplin mematuhi pedoman atau protokol kesehatan menghadapi pandemi corona dan dengan ibadah sesingkat-singkatnya.

“Kami juga terus mengimbau seluruh gereja untuk mendorong warga mendisiplinkan diri dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru, tidak hanya saat hadir di gereja, tetapi dalam sepanjang hidupnya. Pada saat sama gereja juga perlu mendorong warga untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh warga. Kunci dari semua ini adalah disiplin,”.

BACA JUGA  Perlu Disiplin dan Tanggung Jawab Sosial Dalam Tangani Covid-19

Saat vifamedia berbincang ini, Pdt. Gomar Gultom juga belum tahun tiga gereja dan satu asrama pendeta yang dimaksud oleh Satgas Penanganan COVID-19. “Otoritas untuk menjawab itu ada di Gugus Tugas,”katanya.

Sedangkan, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Gereja Injili Indonesia (PGLII), Pdt. Ronny Mandang, saat dihubungi mengatakan tidak mendengar ada gereja yang menjadi klaster penyebaran Covid-19. “Wah saya tidak dengar, di seluruh WA Grup PGLII tidak ada berita seperti itu,”katanya.

Sekretaris Komisi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Steven Lalu, berkata KWI sungguh bersimpati dan memberi semangat kepada saudara-saudari di gereja-gereja yang ada anggotanya terserang Covid-19.

Sekretaris Komisi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI),
Romo Steven Lalu.(Foto:istimewa).

“Kita berdoa semoga mereka dikuatkan, mendapat perawatan maksimal dan cepat sembuh. Kami percaya semua pihak juga gereja-gereja tentu sangat hati-hati dan berusaha supaya tidak terdampak. Tetapi kalau memang ada yang tertular, tentu kita harus lebih meningkatkan lagi disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan dan jangan pandang enteng karena “musuh” / virus tidak terlihat. Kerja sama, solidaritas dan saling bantu perlu menjadi slogan setiap orang saat ini juga,”katanya. (Vifa 5).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here