Tumbuhkan Sikap Toleran Sejak Muda 

0
Ustad Imron dan Br. Valentinus Vembriyanto
Ustad Imron dan Br. Valentinus Vembriyanto. (Foto: tangkapan layar)

Jakarta – Sekolah SMA Pangudi Luhur sadar bila Indonesia adalah negara yang menajemuk. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat sudah seharusnya disyukuri. Lewat sebuah webinar “Keberagaman dalam Persaudaraan” pada Selasa (11/5/2021), SMA Pangudi Luhur ingin mengajarkan kepada para anak didiknya tentang pentingnya sebuah sikap toleran. 

“Bagi anak-anak ini bisa menjadi pembelajaran bahwa keberagaman adalah kekuatan kita dalam memelihara persaudaraan. Khususnya di SMA Pangudi Luhur, untuk selalu menghidupi nilai-nilai brotherwood yang selalu kita upayakan selama ini,” kata Kepala Sekolah SMA Pangudi Luhur, Agustinus Mulyono. 

Agustinus Mulyono
Kepala Sekolah SMA Pangudi Luhur, Agustinus Mulyono

Ia berharap dari kegiatan ini para siswa semakin mengerti bisa mengasihi sesama dan bisa menjadi berkat bagi sesama. “(kiranya ini bisa menjadi bekal) supaya saling mengasihi, terlibat dan menjadi berkat dan bisa dirasakan oleh anggota keluarga dan masyarakat,” harapnya. 

Dalam pembahasan, Ustad Imron, pembina santripreneur Pesantren Ekonomi Darul Ukhuwah Jakarta dalam mengatakan tentang bahayanya sikap intoleran. “Sikap intoleran sangat berbahaya karena hanya menganggap ideologi atau kelompoknya yang paling benar. Mereka mengasumsikan tindakannya benar. (Padahal) tindakan itu terjadi karena kesalahpahaman, ketidaktahuan dan tidak mau saling mengenal,” katanya. 

Agar terhindar dari sikap intoleran, Imron menjelaskan tentang istilah ‘tak kenal maka tak sayang.’ Menurutnya, untuk dapat memahami orang lain secara baik maka harus mengenalnya terlebih dulu. Hal tersebut penting diterapkan di tengah kondisi bangsa Indonesia yang majemuk. 

“Ketika tidak kenal bagaimana orang mau mengasihi? Walaupun kita ini bukan seiman, beda suku, tapi kalau kita kenal pasti bisa mengasihi. Dari mengasihi pasti akan menjadi berkat,” jelasnya. 

Dari sikap mengasihi, lanjut Imron maka akan muncul sikap saling menghormati dan menghargai atau lebih dikenal dengan sebutan toleransi. 

Usai pemaparan, acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipimpin oleh moderator Br. Valentinus Vembriyanto. 

Baca juga:  Clara Panggabean Rilis Single Terbaru Berjudul “Sampai Detik Ini”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here