Ubah Sampah Jadi Berkah Dengan Eco Enzyme

0

Jakarta – Tak dapat dipungkiri, sampah masih menjadi masalah yang serius diberbagai daerah di Indonesia, sebab sudah “kemana – mana”, termasuk menjadi masalah sosial, ekonomi dan budaya.

Permasalahan sampah di Indonesia terjadi karena hanya berharap pada tempat pembuangan (penampungan) sampah, dan bukan pada daur ulang. Akibatnya, tempat penampungan sampah sebagai tempat berkembang biak (sarang) dari serangga, termasuk tikus.

Bahkan, menjadi sumber polusi dan pencemaran air tanah, dan udara. Juga menjadi tempat hidup kuman yang membahayakan kesehatan hingga menjadi bencana yang tidak dapat dihindarkan.

Melihat permasalahan yang menggunung diakibatkan oleh sampah, muncul beberapa alternatif pengelolaan sampah. Salah satunya mengenai Eco Enzyme, yakni sebuah proses pengelolaan sampah dapur organik menjadi sebuah larutan yang bermanfaat. Hal ini terungkap dalam ibadah Victorious Women, Rabu (27/01/21) yang bertajuk Merubah Sampah Menjadi Berkah yang dibawakan Ps. Lydia C. Elia.

Dalam pemaparannya, Ps. Lydia mengatakan belakangan ini banyak terjadi bencana, diantaranya banjir, tanah longsor, gempa bumi. “Tugas kita adalah untuk melestarikan alam menjaga bumi agar tumbuh-tumbuhan tetap hijau, bisa dinikmati oleh anak cucu dan diberikan otoritas untuk melestarikannya,” katanya

BACA JUGA  Pasangan CEP - Sehan Salim Landjar, SH Belum Berhasil Jadi Gubernur Tetapi Unggul di Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Timur

Untuk itu, Ps. Lydia mengatakan salah satu upaya untuk menjaga kelesatarian alam yakni dengan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak buang sampah sembarangan. Kecenderungan masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan menimbulkan dampak, seperti pencemaran udara akibat bau yang tidak sedap, timbulnya sarang penyakit, hingga menyebabkan terjadinya banjir.

Maka dari itu, menurut Ps. Lydia, salah satu upaya alternatif untuk bisa dilakukan dalam rangka menjaga kelesatarian lingkungan yaitu dengan mengoptimalkan sampah rumah tungga untuk diolah menjadi Eco Enzyme.

Ps. Lydia C. Elia sedang memaparkan manfaat dari eco enzyme via aplikasi zoom

Pemilik toko roti legendaris Tan Ek Tjoan Bogor ini menambahkan pembuatan eco enzyme ini sangatlah mudah tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal, hanya dengan menggunakan sisa – sisa sampah saturan atau buah dicampurkan dengan molases/gula merah dan air. Manfaat yang didapatkan sangatlah banyak yakni dapat digunakan sebagai cairan pembersih, pupuk tanaman, anti bakteri jamur, virus, hingga dapat mengusir tikus.

BACA JUGA  The Holy Land : Yerusalem Menantikan Kembali Kembalinya Jutaan Umat Kristen

Cara Membuat Eco Enzyme, diungkap Ps. Lydia, pertama, siapkan wadah yang berisi air, lalu masukkan larutan gula merah/molases, dan sisa-sisa saruran atau kulit buah dengan perbandingan 10:1:3. Sebagai contoh dengan menggunalan 1 liter air, gula merah yang dibutuhkan sebanyak 100 gr molases/gula merah, dan sisa sayuran atau kulit buah sebanyak 300 gram

Kedua, aduk semua campuran dalam wadah tersebut, setalah itu ditutup. Ketiga, buka tutup wadah setiap hari dalam 1 bulan pertama, gas akan dihasilkan dari proses fermentasi. Empat, simpan wadah di tempat yang dingin, kering dan memiliki ventilasi yang baik. Hindari sinar matahari langsung. Lima, setelah 3 bulan, eco enzyme selesai dan dapat digunakan.

Lewat penjabaran yang diungkap Ps. Lydia, maka pembaca sudah bisa mencoba di rumah. Sebab dengan berani mencoba, pembaca sudah ikut berpartisipasi melindungi alam dan berpartisipasi mengindarkan lingkungan dari bencana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here