Umat Kristen Hidup Dengan Kekuatan Doa

0
Para pemimpin gereja Presbiterian di Republik Korea berkumpul dan berdoa di depan kedutaan Myanmar di Seoul. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Gereja-gereja yang berada di Korea menyuarakan doa buat perdamaian masyarakat Myanmar. Dewan Nasional Gereja di Korea mengekspresikan solidaritas dengan rakyat Myanmar melalui doa dan surat pernyataan untuk pemulihan demokrasi.

Pada 18 Maret, para pemimpin Gereja Presbiterian di Republik Korea berkumpul untuk berdoa di depan kedutaan Myanmar di Seoul, mengungkapkan solidaritas dengan rakyat Myanmar dan menyerukan perdamaian.

“Bersama dengan warga di seluruh dunia, kami marah atas kekejaman dan pelanggaran hak asasi manusia yang kejam dari militer, yang menekan tindakan sipil tanpa kekerasan tanpa senjata dengan penyerangan tanpa pandang bulu, tembakan senjata, pembakaran, dan penahanan,” bunyi pernyataan Dewan Nasional Gereja di Korea.

Baca juga:  Sidak ke Rawasari, Jokowi Cek Pelaksanaan PPKM Mikro

Dewan Uskup Gereja Metodis Korea, Uskup Chul Lee, presiden Gereja Metodis Korea, mencurahkan rasa keprihatinannya yang terdalam atas kekerasan di Myanmar serta menghimbau anggota gereja untuk berdoa supaya perdamaian, rekonsiliasi, dan penegakan demokrasi di Myanmar dapat pulih.

“Kami juga menyerukan kepada pemerintah Korea untuk lebih aktif berpartisipasi dalam upaya perdamaian, berdiri teguh bersama dengan kelompok lain di dunia untuk menegakkan lembaga dan proses demokrasi, menahan diri dari kekerasan, sepenuhnya menghormati hak asasi manusia dan kebebasan fundamental,” tulis Dewan Uskup Gereja Metodis Korea, Uskup Chul Lee, presiden Gereja Metodis Korea,

Selain itu, sebagaimana yang dilihat dari laman resmi World Council of Churches (WCC), yang dirilis pada (19/3/2021), dalam sepucuk surat kepada Gereja Presbiterian Myanmar, Pendeta Dr Chang Ju Kim, sekretaris jenderal Gereja Presbiterian di Republik Korea juga mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam.

Baca juga:  Pengaruh Media Kristen Online Di Lingkungan Umat Kristiani Indonesia

“Kami sangat terkejut menyaksikan laporan bahwa kekuatan militer telah berhasil melakukan kudeta, Kami berdoa agar upaya militer tidak memicu peningkatan kekerasan dan penderitaan,” tulis Pendeta Dr Chang Ju Kim, sekretaris jenderal Gereja Presbiterian di Republik Korea

Pada kesempatan itu, Pendeta Dr Chang Ju Kim, menghimbau untuk pemulihan jalur demokrasi di Myanmar. “Kami sangat mengimbau pemulihan hak asasi manusia dan kebebasan, semoga rakyat Myanmar diberi penghormatan dan perlindungan yang paling layak!,” tulis Pendeta Dr Chang Ju Kim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here