Vaksinasi Covid-19 Tokoh Agama Kristen DKI Jakarta Berjalan Lancar dan Sukses

0
Suasana tokoh - tokoh agama Kristen tertib saat antri.

Jakarta – Vaksinasi tokoh agama yang telah memasuki hari ke 6, di Basement Masjid Istiqlal, Senin (1 Maret 2021) dikhususkan bagi golongan Kristen berjalan lancar. Untuk golongan Kristen, masih ada satu hari lagi, (Selasa) 2 Maret 2021, di tempat yang sama.

Sejak Senin (1 Maret 2021) pagi (pukul 6.00) tampak tokoh-tokoh agama Kristen sudah antri duduk di kursi yang disediakan. Tepat pukul 8.00, pihak panitia mempersilahkan tokoh – tokoh agama Kristen satu persatu dipanggil untuk dilakukan verifikasi data.

Tokoh agama yang sudah terverifikasi, langsung diperiksa tekanan darahnya (ditensi). Bagi tokoh agama yang tensinya di atas 90/180 maka diminta untuk beristirahat terlebih dahulu. Bila tidak juga turun – turun maka tidak mendapatkan kesempatan untuk vaksinasi.

Bagi tokoh yang tensinya dibawah 90/180, mendapatkan kesempatan menuju meja pencatatan NIK KTP untuk proses selanjutnya mendengar penjelasan tentang vaksin yang akan diterima alias disuntikkan.

Setelah disuntik vaksin, petugas meminta untuk tidak boleh pulang selama 30 menit. Hal itu dilakukan untuk melihat reaksi vaksinasi yang diterima. Bila tidak ada reaksi pada tubuh yang mengganggu kesehatan, langsung diberikan sertifikat vaksinasi pertama.

Baca juga:  Dukungan GAMKI Terhadap Vaksinasi Covid-19

Pembimbing Masyarakat Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Lisa Mulyati, S.Sos, M.Si menuturkan adanya vaksinasi untuk tokoh agama sementara “berjalan” dengan telah menghimpun data terlebih dahulu.

“Kami mensosialisasi dan menyediakan serta membagikan formulir pendaftaran vaksinasi untuk semua tokoh agama Kristen melalui Lembaga – Lembaga aras (PGI, PGLII dan PGPI) tempatnya tokoh – tokoh agama bergabung (bernaung),”tuturnya.

Lewat formulir yang dibagikan pihak Pembimbing Masyarakat Kristen menemukan data yang telah diisi tokoh – tokoh agama, berjumlah 2226 tokoh yang menjadi sukarelawan akan divaksinasi. Setelah semuanya sudah mengisi formulir maka diteruskan kepada panitia di Pusat Data Informasi Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan. 

“Kami dapat dari panitia 1700 vaksin dari jumlah yang kami ajukan. Kalau ada tokoh agama yang belum terdata, tentu kami akan memfasilitasi dengan melihat situasi dan kondisi. Kami akan melihat dan memberikan kebijakan,”. 

Baca juga:  Ketua Sinode GPM Ajak Umat Doa Setiap Pukul 20.00 untuk Korban Bencana di NTT

Kebijakan yang dimaksud, kata Lisa Mulyati, karena ada kemungkinan tokoh yang sudah mendaftar tidak hadir karena sudah divaksinasi dengan kuota lain, seperti kuota vaksinasi Lansia atau lainnya, dan pihak Pembimbing Masyarakat Kristen tidak mendapatkan informasi.

“Pada intinya saya berkeinginan semua tokoh agama bisa divaksinasi karena ini program pemerintah yang harus dilakukan. Semua kita mensukseskan program pemerintah. Seperti niat Presiden Ir. H. Joko Widodo, supaya masyarakatnya sehat,”terangnya. 

“Apalagi tokoh agama, merekakan selalu berhubungan dengan jemaat. Tokoh agama inilah yang selalu bersentuhan dengan jemaat yang memang harus nomor satu divaksinasi. Jadi ketika mereka ada yang tidak terlayani saya sedih. Sebab kami sudah berusaha memasukkan data yang diperlukan,”katanya.

Diakhir perbincangan, Lisa Mulyati, meminta doa supaya semua tokoh agama di DKI Jakarta yang terdaftar (yang mendaftar) mendapatkan vaksinasi. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here