Waspada! Ini Ciri WhatsApp Disadap dan Cara Mengatasinya

0
Ilustrasi: Salah satu untuk menghindari pembajakan WhatsApp bisa aktifkan pemindai sidik jari. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Panasnya persaingan aplikasi pesan ketika WhatsApp dengan kebijakan privasi barunya. Kebijakan itu, para analisis mengatakan membuat jumlah pengguna WhatsApp turun, karena banyak penggunanya eksodus ke aplikasi lain.

Banyaknya pengguna yang eksodus, sebuah laporan dari South China Morning Post (SCMP), menegaskan WhatsApp masih berada di 10 besar aplikasi yang paling banyak diunduh di Apple App Store.

Bahkan sampai saat ini, untuk di Indonesia, masyarakatnya pada umumnya masih menjadikan WhatsApp aplikasi bertukar pesan. Tak dapat dielakkan, WhatsApp, menjadi “tempat” yang dilirik bagi pelaku-pelaku kejahatan untuk mendapatkan keuntungan. Itu sebabnya jangan heran kalau banyak penggunanya mengeluhkan akunnya disadap atau diambil alih orang lain atau pelaku kejahatan.

Akun yang mampu diambil oleh pelaku kejahatan, maka otomatis pihak pelaku kejahatan bisa mendengar dan membaca percakapan di dalam aplikasi, dan mengontrolnya. Lebih dari itu dapat digunakan sesuai kepentingan yang diinginkan.

Baca juga:  PGI Berikan Apresiasi Penundaan RUU Haluan Idelogi Pancasila

Untuk itu perlu mengetahui ciri-ciri akun WhatsApp yang disadap atau telah diambil alih oleh pelaku kejahatan, diantaranya. Pertama, WhatsApp tak bisa digunakan di dua ponsel secara bersamaan, akan muncul kode OTP ke nomor ponsel yang terdaftar.

Kedua, pemilik akun belum membaca pesan tetapi telah memberikan informasi terbaca lewat dua centangan biru. Tetapi tanda ini bila tak diaktifkan pengguna maka pengguna tidak bisa melihat apakah pesan sudah terbaca atau belum.

Ketiga, bila ada pesan yang dikirim ke kontak tertentu, dan pengguna merasa tidak mengirim. Keempat, bila akun pengguna tampak online di aplikasi WhatsApp orang lain, tapi pengguna yang sebenarnya tidak sedang membuka aplikasi WhatsAppnya.

Sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, pengguna harusnya sudah melakukan langkah-langkah dengan mengaktifkan sejumlah fitur di aplikasi WhatsApp, diantaranya. Pertama, mengaktifkan verifikasi dua faktor. Dimana mewajibkan pengguna WhatsApp memasukkan PIN, enam nomor digit untuk membuka akun WhatsApp. PIN ini kamu harus ingat.

Baca juga:  42 Pendeta Sinode Ini Positif Covid-19

“Verifikasi dua faktor adalah fitur opsional yang menambahkan PIN pada akun kamu, yang membuat super duper aman,” ungkap WhatsApp melalui akun Twitternya, dengan penjelasan, Klik tiga titik yang ada di kanan atas => Setting => Account => Two Step Verification => Enable.

Kedua, aktifkan Pindai Sidik Jari (fingerprint lock). Klik tiga titik yang ada di kanan atas +> Setting +> Account +> Privacy +> fingerprintlock. Ketiga, keluar dari Perangkat yang tak dikenal.

Paling penting, ketika membuka WhatsApp di perangkat yang bukan milik pribadi, semisal membuka WhatsApp web, jangan lupa untuk melakukan log-out atau keluar. Kalau lupa melakukan diperangkat yang bukan milik, maka masuklah ke perangkat pengguna utama, handphone (telepon genggam) milik sendiri dimana aplikasi WhatsApp berada dan digunakan, lalu lakukan log-out.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here