Welyar Kauntu Bagikan Cara Menjadi Penyembah yang Benar

0
Welyar Kauntu
Welyar Kauntu. (Foto: Istimewa)

JakartaWelyar Kauntu dikenal sebagai seorang pencipta lagu rohani kawakan sekaligus worship leader (WL) dan seorang gembala. Dalam sebuah Workshop Pujian Penyembahan yang diadakan Sinode GBI, Welyar membagikan pengalamannya mengenai cara menjadi penyembah yang benar di hadapan Tuhan.

“Penyembahan itu adalah produk, misalnya dari apa yang dinyanyikan, dimainkan. Tapi kalau penyembah adalah pribadi,” katanya membuka pemaparan seraya menyitir ayat dari Yohanes 4:23-24.

Welyar mengatakan setiap orang pada dasarnya bisa menjadi seorang penyembah. Hanya saja untuk menjadi penyembah yang benar, dibutuhkan hati yang melekat pada Tuhan. Hati yang melekat artinya memiliki kehidupan rohani maupun duniawi yang sesuai dengan firman Tuhan.

“Yang dicari Bapa sebenarnya adalah seorang penyembah (Anda dan saya). Kalau penyembahnya benar, maka penyembahannya pasti benar,” tegasnya.

Welyar menjelaskan penyembahan tidak ubahnya seperti sebuah hubungan antara Bapa dan anak. “Banyak orang suka bingung mau buat apa ya untuk Tuhan, padahal Dia cuma ingin lihat seperti apa kamu hidup benar, bukan apa yang kamu buat. Kenapa Tuhan senang Maria? Karena Maria duduk di kaki Yesus dan terus mendengarkan Dia, menikmati hubungan dengan Tuhan. Martha hanya sibuk, tapi bukan berarti dia dosa, melainkan dia lebih sibuk untuk kepentingannya sendiri,” katanya.

Baca juga:  Pandangan Teologis GBI Soal Gereja Online

“Di Yohanes dijelaskan ada 2 kali kata Bapa disebutkan (Yohanes 4:23). Dia sengaja pakai kata Bapa karena sedang mengajarkan, kalau sedang menyembah ya fokusnya kepada Bapa. Seperti dalam doa bapa kami, kata pertama adalah “Bapa”,” tambah Welyar.

Menjadi penyembah, lanjut Welyar harus senantiasa dilatih supaya bisa menjadi sebuah gaya hidup. Caranya dengan terus belajar firman Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Rahasia saya bisa menjadi penyembah sampai sekarang, saya hanya berjalan bersama Dia. Kalau saya masih pelayanan, dikasih berkat sampai sekarang, itu karena berkat Tuhan. Saya enggak pernah mimpi jadi gembala, penulis lagu, tapi Tuhan minta saya lakukan itu. Saya menulis lagu bukan karena target, saya ini pemazmur. Ketika ada kata-kata muncul, saya langsung bermazmur itu otomatis. Misalnya dijalan terngiang satu kalimat bagus, saya langsung rekam pakai hp,” ceritanya.

Baca juga:  Bukan di Stadion, HMM Digelar Secara Online

Welyar menegaskan menjadi penyembah tidak terbatas oleh waktu. Artinya, ‘tugas’ menjadi penyembah baru berhenti ketika seseorang tutup usia. “Hubungan dengan Tuhan itu akan menentukan tingkat pelayanan dan akan melahirkan ministry yang dipercayakan Tuhan dan membuat Anda akan melihat perkara yang ajaib. Menjadi penyembah juga bukan karir, tapi akan terus selamanya sampai tutup usia,” kata Welyar.

Di sisi lain, Welyar menjelaskan ketika merasa lelah menjadi seorang penyembah, ingat saja berbagai kebaikan yang telah Tuhan berikan di dalam kehidupan. “Pernah satu masa merasa capek melayani. Saya merasakan tiba-tiba ministry, pelayanan seperti sebuah beban. Lalu saya diingatkan Tuhan lewat sebuah ayat yang kembali menguatkan. Intinya anugerah Tuhan begitu besar dan berlimpah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here