Welyar Kauntu: “Selah, Waktu Untuk Mendekatkan Diri Kepada Tuhan”

0

Pandemi Covid-19 boleh saja berada di Indonesia. Tapi bukan adanya Covid-19 lalu membuat ibadah terhenti, tidak dan jangan. Tuhan telah memberikan banyak fasilitas untuk tetap ibadah bisa dijalankan, seperti yang dilakukan oleh berbagai banyak gereja, diantaranya, GBI Filadelfia Hotel Horison Rayon 5 Bekasi, dengan gembala pembina, Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, tidak ada satu ibadah yang berhenti.

Hanya memang teknisnya jadi berbeda. Kalau selama tidak ada pandemi Covid-19, semua kegiatan ibadah dilakukan dengan pertemuan secara fisik, di masa pandemi Covid-19, gereja menghormati himbauan pemerintah, maka ibadah GBI Filadelfia Hotel Horison, Rayon 5, diselenggarakan lewat online, baik menggunakan live zoom, live youtube dan live instagram.

Pada Senin (22/06/2020) pukul 19.00 wib, ada pertemuan internal di lingkungan GBI Filadefia Horison Rayon 5, menggunakan fasilitas zoom meeting, dengan menampilkan pembicara, Pdt. Welyar Kauntu.

Pdt. Welyar Kauntu sedang menyampaikan Firman Tuhan.

Pertemuan itu diawali dengan pemutaran video pujian dari saudari Amel “I am here”. Setelah itu worship leader papan atas di Indonesia, tampil menyampaikan materinya yang diberi tema “Selah”, terambil dari Mazmur 3.

Dalam pasal ini menuliskan Mazmur Daud Ketika ia mengalami keadaan terjepit akibat dikejar dan ingin dibunuh oleh anaknya sendiri Absalom. Seakan-akan Daud tidak mendapatkan pertolongan dari Tuhan dan mengalami tekanan yang sangat luar biasa.

BACA JUGA  Hukum Bagi Orang Kristen yang Bertato, Dihapus atau Dibiarkan?

Pasal ini menuliskan ungkapan isi hati Daud kepada Tuhan. Perhatikan, di beberapa ayat, ada jedahnya dengan tertulis “selah’.

Pdt. Welyar Kauntu bertolak dari pasal itu menjelaskan kepada yang ikut dalam zoom meeting bahwa umat harus memilik waktu jeda (selah) bila menghadapi berbagai persoalan, termasuk dalam menghadapi situasi yang tidak menentu seperti sekarang ini yang diakibatkan oleh Covid-19. “Perlu ada ‘selah’ artinya perlu ada waktu untuk berdiam dari menjalankan kehidupan. Waktu diam itu hanya digunakan untuk Tuhan,”tuturnya, dan menyelingi penjelasannya dengan menaikkan pujian “ Times of Refreshing”.

Pada kesempatan itu, Pdt. Welyar Kauntu berkata ada tiga hal yang menerangkan mengenai pengertian dari “Selah”. Pertama, masuk pada peristirahatan. Kedua, wait (menanti-nantikan). Ketiga, change (Perubahan ). “Tiga proses ini harus dilalui oleh umat yang benar-benar mengandalkan Tuhan. Kadang kita terpaku dengan masalah. Sekarang saya kasih tahu, kita harus mempunyai waktu untuk berdiam diri dan waktu itu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan,”katanya.

Lanjutnya, beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengalami atau diijinkan untuk mengalami proses hidup. Pertama, rest atau masuk dalam perhentian (sabat). Kedua, wait adalah menanti; menanti-nantikan Tuhan (Yes 40:31). Ketiga, reset adalah di ‘set’ ulang; di setting ulang kehidupan ini dari yang lalu menjadi lebih benar dan baik. Keempat, change adalah perubahan (masuk dalam dimensi yg baru semakin serupa dengan Kristus). “Di dalam Yesaya 40:31 mengatakan kita harus menanti-nantikan Tuhan ketika sedang menunggu jawaban dari Tuhan. Menanti dengan diam secara vertical dan horinsontal dengan Tuhan membutuhkan pemahaman baru mengenai cara dan waktu Tuhan,”paparnya.

BACA JUGA  Optimalkan Kepemimpinan Antar Generasi dalam Gereja
Para Peserta Zoom Meeting – Foto: istimewa.

Indonesia memasuki era new normal, kata Pdt. Welyar Kauntu, umat Kristiani dalam perjalanan rohaninya memasuki masa normal dan memasuki dimensi yang baru dari Tuhan dengan kehidupan rohani yang lebih baik. “Untuk bisa seperti itu, mesti ada ‘selah’ mesti ada waktu istirahat dari kesibukan normal manusia dan waktu itulah diberikan diberikan kepada Tuhan. Bersekutu kepada Tuhan bersama-sama dengan keluarga dan kalau boleh bersama sahabat dan orang-orang menaikkan pujian penyembahan. Walau itu hanya dilakukan dengan menggunakan fasilitas internet, diantaranya, zoom dan yotube atau instagram, dikarenakan Covid-19,”paparnya.

Gembala sidang GBI Filadelfia Rayon 5 bekasi Pdt. Samuel Harnadi diakhir mengajak para peserta zoom meeting mendoakan Pdt. Welyar Kauntu dan ditutup dengan doa berkat. (Vifa6).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here